9 Pelajar Terseret Air Bah


Kamis, 15 Oktober 2015 - 20:02:10 WIB

Selain sembilan pelajar dari Padang Pariaman, dua pedagang di kawasan itu dikabarkan juga ikut terseret air bah. Beruntung mereka dapat menyelamatkan diri tak jauh dari lokasi yang sebelumnya diguyur hujan yang cukup deras.

Informasi yang dikum­pulkan Haluan, peristiwa naas tersebut terjadi ketika pemuda pemudi tersebut tengah asik mandi-mandi, namun mendadak air bah datang. Mereka tidak kuasa menahan arus deras sungai di pemandian yang berjarak sekitar 55 km dari Lubuk Basung ke arah Bukittinggi. Korban tewas diketahui bernama Monalisa (17), warga Padusunan Kota Pa­riaman, siswi Sekolah Me­ne­ngah Atas (SMA) di Ka­bu­paten Padang Pariaman.

Sementara delapan kor­ban hanyut selamat adalah, Yesi Novita Ananda (16) warga Koto Mandakek Pa­ria­man, kemudian, Isnaini (17) asal Padusunan, M Reda (18) warga Jati Hilir Pariaman, Abdi (17) warga Sungai Laban Pariaman, Randu (17) warga Sungai Laban, Waldi warga Su­ngai Laban  (17) Sri Novita Sari (17) warga Rawang Pariaman, kemudian, Jupri Gusnaldi (23) warga Pasar Barangan Pariaman.

Kepala Badan Penang­gula­ngan Bencana Daerah Kabupaten Agam, Bambang Warsito, Di­dam­pingi Kabid Kedaruratan, dan Logistik Yunaidi, menga­takan, sekitar Pukul 17.00 WIB di lokasi pemandian turun hujan lebat, kemudian muncul air bah. Kesembilan korban hanyut kemu­dian terpisah, mereka terseret lebih kurang 500 sampai satu kilo meter dari lokasi pemandian.

" Kejadian berawal saat sem­bilan orang remaja berasal dari Pariaman, mandi, mandi di pe­mandian Tamiang Tigo Jorong Kenagarian Malalak, Selatan. Ketika tengah asik mandi, tanpa mereka sadari datang air besar dari air terjun tersebut. Para pelajar tejebak di tengah air besar, kemudian terseret," katanya.

Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir mu­lai dari dari Talago, korban berhasil dievakuasi satu persatu. Enam orang korban ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB, sekitar dua jam kemudian tim pencari berhasil menemukan dua orang korban lagi. Selang beberapa saat tim kemudian berhasil mene­mukan satu orang lagi, yang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, yaitu Monalisa.

" Korban dievakuasi keluar lokasi dengan jarak lebih kurang 3 Km untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Tim pencari ter­diri dari, BPBD Kabupaten Agam, Banbinsa, Muspika, PMI dibantu oleh masyarakat," katanya.

Bupati Agam, Indra Catri atas nama Pemerintah Kabupaten agam, turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga kor­ban. Ia juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di wila­yah rawan terhadap longsor dan banjir untuk meningkatkan ke­was­padaan apabila cuaca buruk. Dengan kesiapsigaan secara tidak langsung akan membantu apabila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

" Kesiapan sangat diperlukan jika sewaktu-waktu terjadi ben­cana. Apabila telah memiliki kesiapan kita tidak akan panik, dan bisa melakukan langkah yang tepat apabila terjadi peristiwa di luar perkiraan. Sebaliknya jika lengah akan menimbulkan resiko yang lebih besar," kata Indra Catri.

Selain itu masyarakat juga diimbau untuk terus melakukan penanaman maupun meng­aktif­kan kolam-kolam karena sangat banyak mendatangkan manfaat. Keberadaan kolam-tanaman, maupun kolam sangat bermafaat kepada masyarakat.

Dari Kota Pariaman, warta­wan Haluan juga melaporkan, hingga pukul 23.00 WIB, jenazah Monalisa belum sampai ke ru­mah sakit kendati sejumlah  pi­hak terkait sudah menanti, termasuk sejumlah wartawan. (h/yat/wan/man)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]