Menikmati Indahnya Kota Tua dari Ketinggian


Jumat, 16 Oktober 2015 - 17:17:35 WIB
Menikmati Indahnya Kota Tua dari Ketinggian

Kedua puncak yang seo­lah memagari kawasan be­kas pendudukan kolonial Belanda tersebut, me­nam­pilkan view keindahan pu­sat kota tua menghampar di tengah lembah, yang dibe­lah aliran sungai Batang Lunto itu.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Dengan jarak pandang antara 500 meter hingga 1.700 meter, wisatawan bisa dengan mudah me­nikmati satu persatu ke­indahan alam yang ter­hampar di tengah kota. Mulai dari bangunan tua peninggalan kolonial yang masih kokoh berdiri, hing­ga bekas fa­silitas pendu­kung distribusi batu bara perusahaan tam­bang tertua di Indonesia.

Pemandangan pusat ko­ta yang didaulat hadir se­menjak tahun 1888 itu, memang tidak ada duanya. Baik dilihat dari Puncak Poland maupun Puncak Cemara, keduanya sama-sama menampilkan kein­dahan pusat kota dari sisi yang berbeda.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Dari Puncak Poland, jika mengarah ke selatan kota, berdiri Mesjid Agung Nurul Islam dengan menara setinggi 80 meter. Mesjid tersebut dulunya sempat dijadikan bungker per­sen­jataan kolonial.

Jauh sebelumnya, Mes­jid Agung tersebut diman­faatkan sebagai pembangkit listrik tenaga uap. Menara yang kini dimanfaatkan sebagai corong suara mesjid itu, sebelumnya merupakan cerobong dari gumpalan asap hitam yang dihasilkan pembakaran bahan batu bara.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Puncak Poland me­mang terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan Pun­cak Cemara. Kawasan yang penamaannya dikaitkan dengan hilangnya seorang warga berkenegaraan Po­landia itu, kini memiliki sebuah hunian berupa ho­me stay.

Uniknya lagi, homestay yang dibangun salah seo­rang tokoh masyarakat ran­tau Sawahlunto tersebut berdiri dengan arsitektur rumah gadang, yang terbagi dalam beberapa kamar ser­ta ruang.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Di kawasan Puncak Po­land juga berdiri tulisan besar Sawahlunto berwarna kuning. Jika melihat ke kawasan tersebut, yang ter­bayang di benak kita ten­tunya tulisan putih Holly­wood, di negara Paman Sam sana.

Tulisan Sawahlunto yang terlihat sangat jelas dari pusat kota tersebut, akan semakin hidup di kala malam. Sebab, setiap huruf yang tersusun rapi itu, di­lengkapi dengan lampu se­bagai pencahayaan.

Untuk mencapai kawa­san Puncak Poland, wisa­tawan mendapatkan tan­tangan tersendiri. Rute jalan yang berliku bak kelok 44, akan didapatkan wi­satawan menuju areal per­bukitan yang mulai dija­dikan titik start bagi pecinta paralayang.

Pecinta paralayang akan terjun dari atas Puncak Poland, dengan menikmati udara dan kesejukan di atas kota yang kini berpenduduk 56 ribu jiwa lebih itu, hing­ga mendarat di atas rumput hijau lapangan sepakbola Ombilin ‘Kota Arang’.

Sedikit lebih rendah dari Puncak Poland, Pun­cak Cemara yang berada di bagian Utara kota, juga tidak kalah indahnya. De­ngan pandangan mengha­dap ke tengah kota, ka­wasan itu juga memiliki beberapa tempat bagi wi­satawan untuk bersantai.

Kawasan Puncak Ce­mara dapat diakses dengan kendaraan roda dua mau­pun roda empat. Dengan parkir yang representatif, wisatawan dapat memar­kirkan kendaraannya lebih nyaman.

Puncak Cemara me­mang terasa lebih sejuk, dengan jejeran pinus dan cemara di sepanjang ruas jalan menuju kawasan te­r­sebut.

Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan pusat kota, dengan meng­gunakan teropong yang ter­sedia di kawasan yang di­tunjang beberapa fasilitas bermain anak-anak itu.

Selain fasilitas bermain, Puncak Cemara juga di­lengkapi dengan mushalla, serta adanya pedagang yang menjual beragam produk kerajinan khas Sawahlunto. Tidak kalah serunya, ka­wasan yang diresmikan pertengahan Februari lalu itu, juga memiliki mo­nu­men kesetiaan.

Monumen yang dibuat seperti lingkaran itu, sering dijadikan wisatawan seba­gai objek latar foto para pengunjung. Sebab mo­nu­men terlihat khas tersebut, juga memiliki latar bela­kang pusat kota.(h/dil)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]