Dinilai Tidak Bersinergi dengan Masyarakat


Jumat, 16 Oktober 2015 - 19:41:24 WIB

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Sahendra (42) mengatakan, secara umum masyarakat menilai, Wali Nagari Bayur tidak serius dalam mengurus kepentingan masyara­kat. Kedatangan mereka juga meminta Bupati Agam untuk segera memberhentikan jabatan Wali Nagari Bayur yang dianggap lalai menja­lani tanggung jawab.

“Walinagari telah berbuat semena mena terhadap masyarakat dan telah mengakangi Undang-undang Nagari atau desa. Banyak pekerjaan yang terbengkalai salah satunya pembangunan jalan beton yang diswadayai masyarakat setempat, padahal jalan tersebut sudah dimasukan ke anggaran belanja nagari pada tahun 2014. Masyarakat sangat menge­luhkan kinerja wali nagari,” katanya

Dikatakan Suhendra, seharusnya sebagai pimpinan pemerintahan tingkat nagari, ia harus beriniastif lebih agar mendorong masyarakat untuk lebih kreatif sehingga terjadi pemba­ngunan kepada arah yang lebih baik lagi di Nagari. Masyarakat yang resah tidak jarang selalu mempertanyakan kinerja wali nagari, karena sudah tidak tahan, maka dilakukanlah aksi tersebut.

“Umum menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat kepemimpinan wali nagari jalan di tempat. Selain itu Walnag dinilai membuat kebijakan tanpa adanya musyawarah. Kondisi ini menjadi buah bibir yang sebenarnya kurang bagus untuk didengar,” ungakapnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Na­gari Bayua, Muksis Malik mengatakan, Zu­lapwan menjabat Walinagari, lebih kurang se­lama dua tahun. Ia mengakui jika terjadi ke­timpangan dalam menyorot kenerja Walnag. Se­jauh ini yang menjadi kesalahan mendasar, ada­lah wali nagari kerap meninggalkan tugas ser­ta tidak melibatkan pejabat nagari maupun ma­s­yarakat dalam mengambil keputusan. Ia me­ngakui, jika selama dua tahun terkahir tidak ada satu pun pergerakan yang berarti terkait da­lam menyelesaikan urusan yang menyangkut ha­jat orang banyak. Kemudian minimnya kon­solidasi maupun komunikasi dengan KAN mau­pun Bamus. Keadaan tersebut memang ha­rus menjadi catatan untuk diper­baiki pada ma­sa selanjutnya. Tuntutan yang dilakukan ma­sya­rakat adalah puncak dari kegelisahan me­re­ka.

“Masyarakat tidak salah jika menyam­paikan aspirasi mereka. Ini adalah bentuk keresahan, serta kepedulian terhadap nagari. Tinggal bagaimana pemerintahan nagari, maupun yang berwenang dalam hal ini untuk mengambil langkah yang tegas. Dengan hal itu diharapkan tidak terjadi lagi gesekan di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara Itu, Kasat Shabara Polres Agam, AKP Bustanul Alamsyah mengatakan, aksi masa di Kantor Wali Nagari Bayur berjalan dengan aman. Masyarakat hanya menyam­paikan aspirasi mereka dengan situasi yang Wajar. Setelah selesai menyampaikan tuntutan­nya masa yang mendatangi kantor Walinagari akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

“Aksi masyarakat berjalan dengan aman. Tidak ada gesekan, kita bisa mengendalikan situasi dengan baik, masyarakat bubar sekitar, Pukul, 16.00 WIB,” ungkapnya. (h/yat)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]