ISPU Berada di Kategori Berbahaya


Senin, 19 Oktober 2015 - 19:19:05 WIB

ISPU dengan kategori berbahaya ini juga terjadi secara mendadak, karena sebelumnya pada pukul 07.00 WIB, PM10 berada di level 96 mikrogram per­meter kubik, dengan ka­tegori sedang.

Satu jam kemudian, atau pukul 08.00 WIB, level PM10 meningkat drastis menjadi 226 mikrogram permeter kubik, dengan kategori tidak sehat. Begitu juga pada pukul 09.00 WIB level PM10 kembali me­ningkat menjadi 277 mik­rogram permeter kubik, dengan kategori ISPU ma­sih tidak sehat.

ISPU sudah berkategori sangat tidak sehat pada pukul 10.00 WIB, yang ma­na level PM10 berada di angka 419 mikrogram per­meter kubik. Puncaknya pa­da pukul 11.00 WIB, PM10 te­lah masuk kategori ber­bahaya.

Stasiun GAW Koto­ta­bang merilis, perubahan kosentrasi PM10 ini ter­golong sangat cepat, karena dipengaruhi oleh faktor pergerakan angin yang sa­ngat cepat. Namun kon­sentrasi PM10 tiap ka­bu­paten dan kota di Sumbar bisa saja berbeda dari hasil pengukuran yang dilakukan GAW Kototabang.

Sebagai referensi udara bersih, Stasiun GAW Ko­totabang dapat dianggap sebagai titik nol pe­ngu­kuran. Artinya, jika pe­ngukuran di Stasiun GAW mengalami kecenderungan peningkatan ISPU, maka tentu bisa dibayangkan bah­wa kondisi ISPU di tempat lain akan lebih tinggi atau sama dengan yang diukur di Stasiun GAW Kototabang.

Sebelumnya, Kepala Sta­­­­siun GAW Kototabang Edison Kurniawan me­ngung­kapkan, pengukuran yang dilakukan Stasiun GAW Kototabang, hanya berlaku untuk kawasan pe­ngukuran di Kototabang. Sementara untuk di ka­bupaten dan kota lainnya di Sumbar bisa saja hasil kua­litasnya sama seperti yang diukur GAW Kototabang, atau bisa juga kosentrasi aerosol PM10 lebih tinggi atau justru lebih rendah.

“Hingga saat ini belum ada referensi yang jelas seberapa luas covarage de­ngan menggunakan satu alat monitoring. Karena kabut asap ini sangat bergantung dari kondisi atmosfer se­perti arah dan kecepatan angin, kelembapan udara, tekanan udara dan faktor-faktor lainnya,” ujar Edison Kurniawan.

Edison melanjutkan, hing­ga saat ini Sumbar be­lum memiliki alat moni­toring kualitas udara, se­hingga kesulitan untuk me­nget­ahui berapa kondisi kualitas udara real yang terjadi di kabupaten dan kota di Sumbar. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]