Pemerintah Biarkan Rakyat Menderita


Selasa, 20 Oktober 2015 - 20:17:04 WIB

“Tahun ini ada tiga poin yang akan kami suarakan dan peringatkan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. Antara lain, soal peningkatan upaya pe­nyelamatan terhadap warga Indonesia, penegakan hu­kum yang ketat dan pemu­lihan ekosistem,” ucapnya.

Secara rinci jelasnya, negara telah cukup lama membiarkan jutaan war­ganya menderita. Ironisnya, saat warga asing berteriak meminta bantuan, negara langsung bergerak. Sedang­kan jika warga sendiri yang berteriak minta tolong, pe­merintah hanya diam. Pe­negakan hukum yang ketat juga menjadi fokus Walhi. Dibuktikan dengan pe­ma­paran ke muka umum peru­sahaan-perusahaan yang terbukti menjadi aktor di­balik pembakaran hutan Sumatera dan Kalimantan.

“Pemerintah jangan be­raninya dengan rakyat kecil saja. Oleh karena itu kami akan terus membuka kedok perusahaan-perusahaan yang terlibat. Karena ini sejalan dengan upaya kami da­lam menyuarakan pe­mulihan ekosistem, te­ru­tama perlin­dungan terhadap lahan gam­but,” lanjutnya lagi.

Walhi juga menandai pe­ringatan usia ke-35 de­ngan meluncurkan se­ka­ligus mem­bedah buku ber­judul ‘Rob­ohnja Sumatera Kami’. Buku tersebut berisi rang­kuman data-data dan pro­ses advokasi Walhi ke­pada ma­syarakat Sumatera demi ke­adilan ekologi, dan dirancang seperti kumpulan surat.

“Selama perjalanan ini, kami menyadari masih mi­nim proses pembelajaran. Pe­luncuran buku ini meru­pakan upaya dokumentasi kami pada kegiatan advo­kasi yang telah dilakukan. Agar dapat dilihat capaian, bisa mengevaluasi dan bisa pula memperbaiki segala kekurangan yang ada. Selain itu juga menjadi wujud la­poran kepada masyarakat yang kami dampingi, ma­syarakat umum dan te­n­tunya pemerintah,” tambah Nurhidayati. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]