2 Murid SD Tewas Tertimbun


Selasa, 20 Oktober 2015 - 20:33:04 WIB

Akan tetapi, Kapolres me­nyebut kejadian itu masih dise­lidiki. Apakah murni ben­cana alam atau memang kelalaian pihak perusahaan. “Kita sudah panggil tiga orang baru dimintai keterangan,” katanya.

Kapolres belum menyebut, pihak yang mengaku dari peru­sahaan sawit itu sebagai ter­sangka. Namun, ia juga tidak menampik arahnya jadi ter­sang­ka. “Istilahnya tidak ada angin tidak ada hujan tetapi longsor terjadi juga,” sebut Kapol­res.

Lebih lanjut disebutkan Ka­pol­sek Tigonagari Iptu Su­jar­wanto bahwa insiden itu terjadi karena kelalaian pihak pe­nang­gung jawab yang akan membuka pabrik sawit.  Namun, ia masih melakukan pendalaman kasus tersebut. “Bisa jadi ini kelalaian. Kalau kela­laian, maka nanti penanggung jawab itu bisa jadi tersangka,” terangnya.

Kelalaian yang dimaksud Kapolsek, di antaranya pihak yang mengaku akan buka pabrik sawit belum mengantongi izin, tidak dipasangnya tanda-tanda awas bahaya longsor di lokasi.

“Ketiganya bisa jadi nanti ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara, karena lalai dan berakibat menghilangkan nyawa orang lain,” pungkasnya.

Ia mengaku sampai saat ini belum mendapatkan penjelasan tentang rencana pembangunan pabrik sawit itu. “Nama peru­sahaan yang akan membuka pabrik sawit belum jelas demi­kian juga dengan pe­nang­gung jawab itu belum bisa kita pub­likasikan,” sahutnya.

Iptu Sujarwanto menje­las­kan, kejadian itu Senin sore, saat kedua korban bermain di lokasi tersebut. Salah seorang operator alat berat yang bekerja di lokasi telah melarang anak-anak ter­se­but bermain di lokasi peker­jaan.

Kedua korban tidak meng­hiraukannya dan terus bermain di lokasi bukit bercampur pasir itu. “Mereka bermain di bawah tebing sampai akhirnya kedua korban tertimbun material long­sor,” terang Kapolsek.

Dugaan kedua korban ter­timbun longsor, ketika orang tua korban mencari keberadaan anak-anaknya. Karena tidak ditemukan di permukaan, maka kecurigaan menguat setelah operator ekskavator yang sempat melihat anak-anak bermain di lokasi penggalian jalan itu, be­rubah jadi onggokan material longsor.

Dengan menggunakan eks­kavator, jasad kedua korban ditemukan berselang sekitar 4 jam setelah kejadian longsor. “Jasad korban divisum lalu dima­kamkan Selasa kemarin,” kata Kapolsek. (h/col)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]