Polisi Gagalkan Penyelundupan 2 Truk Kacang Tanah Ilegal


Rabu, 21 Oktober 2015 - 19:01:29 WIB

Dari barang bukti yang dibawa, 2 truk pembawa sembako ter­se­but berjum­lah sebanyak 16 ton kacang tanah yang masih terlihat bersih. “Kacang tanah di­sim­pan dalam 320 karung uku­ran 50 kilogram. Total jum­lah keseluruhannya se­ba­nyak 16.000 kilogram atau 16 ton,” ungkap Ka­polres Limapuluh Kota AK­BP Ba­gus, melalui Ka­sat­­­reskrim, AKP Dicky Fer­toffan Bach­riel. Sebanyak 16 ton kacang tanah tersebut di­ang­kut da­ri Dumai dengan meng­­­­­­­gunakan truk fuso ber­no­­­mor polisi BA 8210 CU dan truk colt-diesel BA 8626 LU.

Dicky Fertoffan men­ceritakan, penangkapan berawal ketika kedua truk yang mencurigakan tersebut melintas di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota. Petugas kepolisian akhirnya mencegat laju truk. Ketika diselidiki, kedua truk mem­bawa kacang tanah yang merupakan barang impor dari Negara Malaysia.

Petugaspun meminta untuk menunjukkan d­o­kumen kepada kedua sopir truk. Namun, keduanya ti­dak dapat menunjukkan dokumen resmi dan surat lainnya. Akhirnya petugas mengamankan kedua sopir serta kernet ke Mapolres Limapuluh Kota. ”Mereka tidak dapat menunjukkan dokumen resmi p­e­ngang­kuran impor ke petu­gas,”te­rang AKP Dicky.

Tersangka yakni sopir berinisial ER (39), warga Kecamatan Akabiluru, dan MA (19), warga Kecamatan Lareh Sago Halaban, serta beberapa orang kernet. Ke­pada penyidik, keduanya mengaku, mereka ha­nya di­minta oleh bos un­tuk men­jemput kacang tanah ke Dumai dan menghantarkan ke gudang yang siap me­nam­pung di Padang Panjang.

“Kami sudah me­ngan­tongi identitas bos mereka. Nantinya, dia juga kami pe­riksa,” terang AKP Dicky lagi. Kedua tersangka itu di je­rat dengan UU Kepa­be­a­nan Pasal 102 (huruf d) tentang penyelundupan. (h/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]