NA Siap Tempuh Jalur Hukum


Rabu, 21 Oktober 2015 - 19:35:07 WIB

Terkait pemalsuan ijazah yang diarahkan padanya, ia menga­takan bahwa hingga saat ini teman-teman seperjuangan de­ngannya sewaktu sekolah dahulu dan para guru masih ada dan bisa ditanyakan jika memang pihak yang mengatakan tersebut ingin mencari tahu kebenarannya.

Ia juga mengaku, berbagai isu dan serangan yang dilakukan terhadapnya hanya serangan politis yang tujuannya untuk melemahkan posisi pencalonan dirinya. Ia juga menilai hal ter­sebut adalah upaya penjatuhan nama baiknya di mata publik.

“Untuk itu, kami tidak lang­sung membawanya ke ranah hukum, karena kami menilai dan dugaan sementara ini adalah serangan politisi saja untuk membuyarkan kerjaan. Untuk itu, kami meminta pada pihak-pihak yang penyebar isu dan fitnah tersebut agar dihentikan. Kalau memang tidak ada itikad baik, maka kami akan siap mela­kukan langkah hukum,” ungkap­nya saat melakukan klarifikasi pada sejumlah media di posko pemenangan Jalan Rokan Pa­dang, Rabu (21/10).

Saat melakukan klarifikasi tersebut, NA juga didampingi oleh Penasehat dan Kuasa Hu­kum, Ali Nurdin dan Ketua Tim Pemenangannya, S. Budi Syukur serta beberapa relawan. Dalam pertemuan tersebut NA juga menegaskan, semua tuduhan pelanggaran yang sudah beberapa kali dilaporkan ke Bawaslu ter­sebut tidak benar. Pasalnya, laporan tersebut kental dengan nuansa politis.

Ketika ditanyakan pihak ma­na dan apakah NA sudah me­ngantongi nama-nama yang akan dipolisikan, ia mengatakan yang jelas serangan itu dilakukan secara masif dan terstruktur, sampai dengan melibatkan bebe­rapa kelompok orang.

Pada kesempatan itu, NA bahkan membawa semua lemba­ran ijazah yang dimiliki dan memperlihatkan langsung kepa­da awak media. Untuk perbedaan nama orangtua ia menerangkan, memang ada perbedaan nama orang tua laki-lakinya, antara ijazah sekolah dasar (SD) dengan SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Pada ijazah SD tertancum nama orang tuanya Abit dan di ijazah SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi nama orang tuanya berubah menjadi Ali Umar. Perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya saat melanjutkan sekolah teknik ketika itu (SMP, red) dia dibiayai dan tinggal bersama sang paman Ali Umar (adik dari ibunya), sehingga ijazahnya memakai nama sang paman Ali Imram. Namun asumsi ketika itu lebih kepada wali murid.

“Saya ini mengikuti sekolah, datang ke sekolah, belajar dan menamatkannya. Yang palsu itu, kalau saya tidak sekolah lalu sudah ada ijazah. Bahkan saya sudah mengurus hal itu sampai ke pengadilan di Pessel, penga­kuan dari pengadilan bahkan memakan waktu satu tahun. Diurus ke pengadilan tahun 2012 dan pengakuannya keluar Ja­nuari 2013.” tegasnya.

Ia menjelaskan, waktu seko­lah di SD ditamatkan di Balai Selasa, Pessel tahun 1962, lalu ST ditamatkan tahun 1972 di wila­yah yang sama. Sedangkan, soal ijazah S1-nya yang ada mencu­rigai karena tamat dalam dua tahun saja, NA menjelaskan, karena dia mengikuti transfer dari D3 ke S1 di Universitas Bandar Lampung (UBL) tahun 1988.

“Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu juga dulunya, dan orang susah. Jadi kuliahnya D3 dulu baru nyambung ke S1,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum NA, Ali Nurdin mengatakan masih mempelajari dan me­ngikuti perkembangan serangan yang terjadi. Menurutnya, karena ranahnya politik yang penuh dengan intrik, pihak NA juga mencoba menyimpan amunisi yang siap diluncurkan jika di­anggap perlu.

Menurutnya, soal demo, sila­kan saja, serangan black cam­paign juga berpotensi kuat terjadi untuk sebuah demokrasi. “Apa­bila release pers sudah kita laku­kan dan mereka masih menye­rang, tentunya, mereka tak mau mengklarifikasi yang sebenarnya, kalau sudah begitu ranahnya adalah hukum, jatuhnya pada pencemaran nama baik,” pungkasnya. (h/mg-rin)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 21 September 2020 - 14:26:56 WIB

    Padang Zona Merah! Wawako: Artinya harus Disiplin Uji Swab

    Padang Zona Merah! Wawako: Artinya harus Disiplin Uji Swab HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Kota Padang masuk dalam kategori zona merah. Artinya, Kota Padang memiliki resiko penularan Covid-1.
  • Senin, 21 September 2020 - 12:52:02 WIB

    Polisi Siapkan Sel Tahanan Khusus Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

    Polisi Siapkan Sel Tahanan Khusus Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan HARIANHALUAN.COM - Terkait ditetapkan Peraturan Walikota (Perwako) Padang tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang akan siapkan sel khusus untuk pelanggar tersebut..
  • Sabtu, 19 September 2020 - 06:23:20 WIB

    Bantu Tanggulangi Covid-19, TBIG Donasikan APD kepada Pemko Padang

    Bantu Tanggulangi Covid-19, TBIG Donasikan APD kepada Pemko Padang HARIANHALUAN.COM – Untuk membantu pemerintah dan masyarakat khususnya Kota Padang, Sumatera Barat, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kembali menyalurkan donasi berupa sejumlah APD yang akan diberikan kepada Pemerin.
  • Sabtu, 12 September 2020 - 07:32:27 WIB

    Sebelas Tahun Tak Digunakan, SPBP Gunung Pangilun Kembali Beroperasi

    Sebelas Tahun Tak Digunakan, SPBP Gunung Pangilun Kembali Beroperasi HARIANHALUAN.COM - Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto meresmikan Stasiun Pengisian Bahan bakar Polri (SPBP) di jalan Gajah Mada, Gunung Pengilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Jumat (11/9). Peresmian SPBP ini dihad.
  • Rabu, 09 September 2020 - 20:53:03 WIB

    Perhatian untuk Mantan Atlet pada Peringatan Haornas 2020 di Padang

    Perhatian untuk Mantan Atlet pada Peringatan Haornas 2020 di Padang HARIANHALUAN.COM - Mantan 'pejuang medali' di Padang selama ini kurang terperhatikan. Di ajang Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2020 ini, Pemerintah Kota (Pemko) setempat sudah bertekad untuk lebih memperhatikan para at.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]