Masyarakat Bersiap Mengungsi


Kamis, 22 Oktober 2015 - 19:08:21 WIB

Khusus Kota Pekan­ba­ru, suasana kota tampak mencekam karena lebih gelap dibanding hari-hari sebelumnya. Jarak pandang dari pagi pukul 06.00 WIB hingga petang pukul 18.00 WIB, hanya berkisar 50-100 meter.

Indeks standar pen­ce­ma­ran udara me­nunjuk­kan konsentrasi PM 10 men­capai 649 mikrogram per meter kubik ke atas, dari data BMKG, angka ini me­nunjuk­kan ISPU di Riau sudah berbahaya.

Data di Dinas Kesehatan Riau menunjukkan, masya­rakat yang menderita sakit akibat kabut asap sudah menembus angka 78. 933 orang. Terbanyak adalah penderita ISPA mencapai 66.234 orang, Pneumonia 1.076 orang, asma 3.073 orang, irittasi mata 3.693 orang, dan iritasi kulit 4.875 orang.

Menurut Kepala Badan Penanggulan Bencana Da­erah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, semakin parahnya asap di wilayah Riau, selain akibat Karhutla dari Riau juga se­makin diperparah dengan tidak hilang-hilang­nya hotspot di Sumatra Se­latan, yang mencapai 462 titik. Se­dang­kan di Riau sendiri tercatat sebanyak 26 titik. Sementara di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 70 titik.

“Intinya kalau di Sumsel tidak clear kondisi asap di wilayah kita akan seperti ini. Kalaupun di tempat kita ada hotspotnya tidak separah ini,” ujarnya.

Dijelaskan Edwar Sa­ng­er, tim satuan tugas (Satgas) Karlahut, terus bekerja me­mad­amkan setiap ter­pantau titik api yang ada di wilayah Riau. Dan direncanakan hari ini, Kamis (22/10), akan mendapatkan bantuan dari BNPB berupa cairan yang akan disebar di lahan-lahan yang masih ada titik apinya.

“Besok (hari ini, red) dua ton lebih cairan kimia akan disebar untuk mem­percepat pemadaman api,” ungkap Edwar Sanger.

Mengungsi ke Sumbar

Dari Bangkinang, kabut asap yang parah membuat pemandangan berubah me­n­jadi kekuningan. Bun­tut­nya, sejumlah warga pun memutuskan untuk me­ngu­ng­sikan anggota ke­luarga­nya ke daerah yang lebih aman dari asap, seperti Su­matera Barat.

“Ini sudah berbahaya. Kami tak mau ambil resiko anak-anak terancam ke­se­hatannya. Insya Allah, saya akan bawa anak-anak ke Sum­bar. Kabarnya udara di sana tak separah di sini,” ungkap Nedi, warga Bangkinang.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kampar, Willem Tarigan menyebutkan bahwa saat ini Kampar tidak ditemukan titik api  dank abut asap yang ada saat ini merupakan kiri­man dari daerah lain.

Dikatakanya  bahwa BL­H tetap me­re­komendasikan ke dinas pendidikan dan kebudayaan Kampar untuk meliburkan siswa karena kabut asap saat ini masih berada level berbahaya. Untuk wilayah Kampar, ISPU sudah mencapai di atas 500 dan masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau, An­dra Syafril, mengatakan, selama kabut asap belum hilang di bumi lancang kuning ini, penangannan kesehatan bagi korban asap tetap akan berjalan posko-posko yang ada tetap buka dan melayani masyarakat.

“Tetap kita berikan pela­yanan kesehatan, dan se­karang kita ada yang mobil keliling ke tempat-tempat yang membutuhkan pengo­batan,” jelas Andra.

Ia juga mengimbau ma­sya­rakat menutup ventilasi rumah untuk memperkecil kemungkinan partikel asap masuk langsung ke dalam rumah. Hal ini mengingat partikel asap saat ini sudah sangat berbahaya bagi kese­hatan, khususnya bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun.

“Kurangi aktivitas di luar ruangan kalau tidak perlu. Kondisi udara se­karang semakin memburuk. Ini sangat rentan bagi anak-anak di bawah 10 tahun, ibu hamil, usia lanjut dan yang berpenyakit khusus yaitu berpenyakit jantung, pen­yakit paru dan lainnya,” tambahnya. (hr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 19 Februari 2020 - 06:40:23 WIB

    Embung Solok, Wisata Bumnag yang Kini Jadi Primadona Masyarakat Pessel

    Embung Solok, Wisata Bumnag yang Kini Jadi Primadona Masyarakat Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Kawasan destinasi wisata Embuk Solok yang terletak di Nagari Bungo Pasang Kecamatan IV Juarak Kabupaten Pesisir Selatan memiliki keunikan tersendiri. Kini daerah tersebut ramai dikunjungi wisatawan.
  • Jumat, 18 November 2016 - 00:07:50 WIB

    Gubernur Imbau Polisi Berikan Rasa Aman ke Masyarakat

    TANJUNGPINANG, HA­LUAN — Guber­nur Kepri, Nur­din Basirun mengimbau agar armada kepolisian dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh ma­syarakat di Provinsi Kepri..
  • Kamis, 27 Oktober 2016 - 00:55:49 WIB

    Masyarakat Kerap Menjadi Korban Dari PLN

    PEKANBARU, HALUAN — Anggota DPR Komisi VII bidang ESDM, Sayed Abubakar, meminta PT PLN untuk serius menangani krisis listrik di Provinsi Riau yang kini kondisinya kembali memburuk..
  • Jumat, 27 Mei 2016 - 03:29:37 WIB

    Gubernur Kepri: Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

    Gubernur Kepri: Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat TANJUNGPINANG, HALUAN — Gubernur Kepri, Nurdin Basirun siap bekerja keras untuk mewujudkan kesejah­teraan masyarakat Kepri. Nur­din juga akan terus men­dekat­kan diri dengan rakyat, men­jem­put masalah dan meng­uraik.
  • Kamis, 21 April 2016 - 01:52:08 WIB

    Masyarakat Beting Berharap Peningkatan Status Pelabuhan

    BETING, HALUAN — Masyarakat Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir, sangat berharap perbaikan dan peningkatan status pelabuhan. Lokasi Pelabuhan Desa Beting salah satu pelabuhan yang dilintasi trayek kapal penumpang Dumai-.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]