Tim IMAM: Penarikan Dukungan PDIP Dilakukan Oknum Partai


Kamis, 22 Oktober 2015 - 19:15:45 WIB

Amril Anwar menjelaskan, dari awal hingga saat ini, Tim IMAM selalu melibatkan PDIP dalam setiap kegiatan tim. Bahkan beberapa kader PDIP juga telah ditunjuk sebagai pengurus inti dalam Tim Pemenangan IMAM.

“Kalau mereka bilang tidak dilibatkan, ini ma­lah jadi tanda tanya bagi kami. Dalam hal ini, ka­mi merasa dizalimi oleh sekelompok orang yang mengaku pengurus DPC PDIP Bukittinggi,” ujarnya.

Amril Anwar juga mengatakan, persoalan ini tidak akan berpengaruh besar bagi Tim IMAM, karena rekomendasi dukungan PDIP untuk pasangan Ismet-Zulbahri yang ditandatangani oleh Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri masih berlaku dan tidak pernah dicabut.

Sementara itu, politikus PDIP Bukittinggi, Farale Sijabat, yang juga merupakan anggota DPRD Bukittinggi, mengaku tidak tahu jika ada pengurus DPC PDIP Bukittinggi yang menggelar jumpa pers dan menyampaikan pernyataan untuk menarik dukungan terhadap pasangan IMAM pada Selasa (20/10) lalu. “Saya tidak mengetahui ada jumpa pers itu. Itu sungguh di luar penge­tahuan saya. Oleh karena itu, saya minta maaf, terutama pada Tim IMAM atas sikap kader PDIP ini,” ujar Farale Sijabat.

Menurutnya, sesuai rekomendasi Ketum PDIP, koalisi dan dukungan tetap diberikan sepenuhnya kepada pasangan IMAM. “Jadi, sebagai kader PDIP, kami harus tunduk pada aturan itu. Rekomendasi itu akan tetap kami pertahankan,” jelas Farale Sijabat.

Terkait ada ancaman pemecatan dari pengu­rus DPC PDIP Bukittinggi bagi anggota PDIP yang terlibat dalam kegiatan Tim IMAM, Farale malah menantang pengurus itu untuk membuk­tikan siapa yang benar dan siapa yang salah.

“Kalau mau diberi sanksi, sanksi apa ? Kalau kami mau dipecat, kami akan lawan. Kami juga akan laporkan oknum PDIP yang menyimpang dari rekomendasi ketum,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah pengurus DPC PDIP Bukittinggi menarik dukungan terhadap pasa­ngan calon walikota dan wakil walikota Bukit­tinggi, Ismet Amzis-Zulbahri Majid pada Selasa (20/10), dengan alasan merasa tidak dihargai ka­rena tidak dilibatkan dalam setiap kegiatan tim.

“Terhitung mulai Selasa 20 Oktober 2015, yang bertepatan dengan satu tahun kepeme­rintahan Jokowi-JK, kami DPC PDIP Bukittinggi menarik dukungan dari pasangan Ismet Amzis-Zulbahri Majid. Setelah ini, pengurus dan kader PDIP Bukittinggi tidak akan lagi terlibat dalam setiap kegiatan pasangan calon itu,” ujar Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPC PDIP Bukittinggi, Amruh Kumandang saat jumpa pers di Rumah Makan Gon Raya Jalan By Pass Bukittinggi, Selasa (20/10) lalu. (h/wan/tot)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]