Pemeliharaan Semua Pembangkit PLN Rampung


Kamis, 22 Oktober 2015 - 19:32:16 WIB

Menurut Supriyadi, un­tuk pemadaman bergilir yang telah berlangsung be­be­rapa minggu lalu, akan berakhir pada akhir Ok­tober mendatang. Hal ini didukung dengan selesainya pemeliharaan pembangkit yang ada saat ini.

Selain pemeliharaan ka­ta Supriyadi, kondisi cuca juga cukup membuat rumit kondisi ini. Kemarau yang melanda Sumbar saat ini membuat debit air yang ada di Danau Maninjau dan Singkarak ikut terdampak.

“PLTG di Sumatera Se­la­tan yang menjadi harapan pun tidak bisa berbuat ban­yak karena terpapar kabut asap. Sehingga terjadi pe­ngu­rangan daya 150 MW,” imbuh Supriyadi.

Dalam kondisi musim basah ketika semua pem­bangkit mulai dari Teluk Sirih, Ombilin, Koto Pan­jang, Sing­karak, Maninjau, Batang Ag­am menghasilkan 746 MW. Sementara untuk beban hanya 520 MW, jadi masih surplus sekitar 200 MW.

Sosialisasi PLN Kurang

Fadhli salah seorang Pe­gawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Su­m­bar menuturkan, pema­daman bergilir yang di­laku­kan PLN beberapa minggu belakangan cukup meng­ganggu aktivitas. Apalagi ketika tiba-tiba saja lampu mati tanpa persiapan apa-apa.

“Kalau saja ada infor­masi yang mengatakan, un­tuk kawasan Korong Ga­dang akan ada pemadaman jam dari pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB. Tentu kita bisa mempersiapkan diri juga. Tapi ini tiba-tiba saja mati,” terangnya.

Setali tiga uang dengan Fadhli, Miko warga An­daleh ini mengaku juga tidak mendapat adanya info jadwal pemadaman bergilir. Sepertinya kata Miko, pe­ma­daman ini dilakukan secara acak tanpa jadwal karena pemadamannya ti­dak mengenal waktu.

“Kadang malam, ka­dang siang dan juga ada pagi hari. Kami mau beraktivitas jadi terganggu dong,” papar ayah satu anak ini kepada Haluan kemarin.

Terkait dengan so­siali­sasi kata Supriyadi ke depan pihaknya akan meng­gen­car­kan melakukan pem­beri­tahuan terkait rencana pe­ma­daman. “Agar nantinya masyarakat tahu kapan akan dilakukan pemadaman. Na­nti kita akan infornmasikan lewat media,” ungkapnya.

Supriyadi juga men­ja­wab keluhan masyarakat terkait token listrik yang dinilai tidak sesuai dengan harga yang dibeli. Di­kata­kannya, pembelian pulsa listrik atau token ini dengan harga Rp100 akan men­dapatkan 75 kWh. “Jadi, tidak sama satuannya de­ngan pulsa. Beli Rp100 dapat seratus. Ini yang di­beli KWh nya,” ujarnya. (h/mg-isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 13 Maret 2015 - 19:27:46 WIB

    Penghuni Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan

    BANGUNAN RUSUNAWA MAKIN PARAH

    PADANG, HALUAN — Anggaran pemeliharaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) sebesar Rp200 juta setiap tahun dipertanyakan oleh penghuni. Pasalnya, .


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]