Libur Dua Hari, Siswa Diminta tak Keluyuran


Kamis, 22 Oktober 2015 - 19:35:35 WIB

“Paud, TK dan SD dili­burkan selama dua hari karena ke depa­n­nya berkemungkinan kabut asap menipis karena pengaruh angin. Sementara sekolah tingkat SLTP dan SLTA tetap sekolah dengan catatan diberikan masker oleh Dinas Kesehatan Kota Pa­dang. Masing-masing sekolah dapat mengambil masker di Pus­kes­­mas di wilayah masing-ma­sing,” ujar Mursalim menghu­bu­ngi Haluan, Kamis (22/10) malam.

Pada Kamis (22/10) siang, Pemko Padang mengimbau war­ga melalui RRI untuk tetap memakai masker karena kabut asap yang semakin meningkat beberapa hari belakangan. Im­bau­an tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Padang Edi Hasymi bersama Kepala Dinas Kesehatan Dr Eka Lusthi.

Kepala Dinas Pendidikan Solsel, Fidel Efendi menyatakan Pemkab Solsel juga mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah selama dua hari dimulai pada Jumat dan Sabtu.

“Kami akan meliburkan sis­wa tingkat PAUD dan SD selama dua hari, dan siswa tingkat SMP dan SMA masih tetap bela­jar seperti biasa. Namun, apabila siswa yang ada indikasi penyakit saluran pernapasan diberikan izin untuk libur dengan melam­pirkan surat keterangan sakit,” kata Fidel.

Lain halnya dengan Kabu­paten Solok. Kadis Pendidikan pemuda dan Olahraga setempat, Zulfadhli menyebutkan, jauh-jauh hari pihaknya telah mengin­truksikan dan memberikan ke­long­garan kepada sekolah-seko­lah yang ada untuk meli­burkan siswanya. Namun karena keba­nyakan sekolah sekolah tengah mengikuti ujian tengah semester (UTS), pihak sekolah memilih untuk menuntaskan ujian para siswa dulu, ketimbang meli­burkan.

“Jauh-jauh hari kita juga telah memberikan kelonggaran kepada sekolah untuk meliburkan seko­lah karena dampak kabut asap ini. Namun, sekolah memilih untuk menuntas­kan   agenda UTS dulu,” terngnya.

Sementara itu, Elvi (40) salah seorang guru SD di Koto Baru kec. Kubung menyebutkan, kebi­jakan sekolah untuk tetap melak­sanakan PBM di sekolah lebih kepada langkah antisipatif agar siswa tidak berkeliaran. Karena menurutnya, ketika siswa dili­burkan mereka tetap saja bermain seperti biasanya di luar rumah, tanpa menghiraukan bahaya kabut asap. “Lebih baik tetap sekolah dan agenda PBM tetap jalan. Sementara kalau dili­burkan, mereka justru kelu­yuran kesana kemari,” bebernya.

Sementara itu, Pemerintah  Kota  Payakumbuh, kembali mengambil kebijakan meli­bur­kan sekolah, selama dua hari Jumat ini dan Sabtu (24/10).

Seluruh murid PAUD, TK, SD sampai pelajar SLTP dan SLTA libur sekolah. Kamis kemarin pun, pelajar lebih cepat dipulangkan dari jam sekolah biasanya, sebut Kadis Pendi­dikan Payakumbuh, H. Hasan Basri, Sy yang dihubungi kema­rin. Sekdako H.Benni Warlis di­dam­pingi Asisten I Setdako Yoherman, menegaskan, kebijak­an meliburkan sekolah di kota ini, diambil berdasarkan rapat koordinasi  dengan SKPD terka­it, di Balaikota di Bukik Sibaluik Pa­yakumbuh,  Kamis  (22/10). (h/dib/mg-jef/ndi/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]