Pemprov Waspada, DPRD Minta Status Darurat


Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:26:58 WIB

Sebelumnya kata Hidayat, saat paripurna  Fraksi Gerindra juga  sudah mendesak untuk penetapan status darurat.  Namun yang disa­yang­kan, katanya, saat itu ada kecemasan Gubernur, kalau itu ditetapkan status darurat, akan berimplikasi terhadap iklim eko­nomi dan segala macamnya.

“Seharusnya gubernur tidak berfikir seperti itu. Ini menyangkut nyawa manusia, masyarakat mesti diselamatkan, jutaan masker mesti dibagikan. Pembagian masker harus masif, sampai pada seluruh nagari-nagari di sumbar,” tegasnya.

Dalam hal ini, mewakili frak­sinya, Hidayat juga meminta agar Pemprov segera memakai dana darurat bencana Rp5 miliar yang sudah dianggarkan oleh DPRD.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim meminta agar persolan ini di­tanggapi dengan serius.

“Semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabu­paten/kota  harus serius  menang­gapi persoalan kabut asap yang sudah berdampak buruk terha­dap masyarakat ini,” kata Hendra pada wartawan, Jumat (23/10)

Terpisah, Gubernur Reydon­nizar Moenek menyampaikan, dari 19 kabupaten kota di Sumbar ada tiga daerah yang hari ini status ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara)-nya berba­haya, masing-masing Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sawah­lunto, dan Kabupaten Agam.

“Kondisi kabut asap tersebut bersifat fluktuatif dan arah angin yang berubah-ubah, jadi  tergan­tung dengan arah angin dan titik api karena Sumbar di sini hanya seba­gai penerima dampak atas ke­ba­karan hutan yang terjadi di be­berapa Provinsi tetangga,” te­rangnya.

Donny juga meminta agar puskesmas buka 24 jam dan tidak ada alasan untuk menolak pasien yang datang jam berapapun.  “Me­li­hat kondisi udara yang kurang sehat tersebut, Pemprov mene­tapkan Sumatera Barat dalam status waspada kabut asap, ung­kap Donny. Sementara itu, Wali­kota Pa­dang Mahyeldi Ansharullah me­nga­takan, Pemko akan ambil kebijakan baru jika orang tua tidak mengawasi dan mengen­dalikan anaknya sela­ma sekolah diliburkan.

Menurutnya, meli­bur­kan bu­kan memberikan keun­tungan pada anak tetapi malah kerugian, karena jika orang tua tidak me­ngawasi anak dan mere­ka ber­main diluar akan berakibat buruk untuk kesehatannya.

“Terpenting memberikan per­lin­dungan untuk anak-anak, saat ini kita meliburkan dari tingkat SD kebawah selama dua hari, untuk tingkat SMP ke atas tetap sekolah dan kita  telah memberikan masker ke setiap sekolah untuk perlindungan dini dampak dari kabut asap, karena lebih baik anak di kontrol diseko­lah sehingga bisa di koordi­nasikan dengan pengajarnya, karena jika anak di rumah kurang pengawasan,” pungkas Mahyeldi.

Tingkat Hunian Meningkat

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar Maulana Yusran menga­takan, adanya musibah kabut asap yang melanda Riau, jambi sejak beberapa pekan ini berdam­pak pada segala sector termasuk juga pada tingkat hunian hotel yang ada di Padang.

“Kalau dikatakan terjadinya peningkatan, pasti namun sejak awal kabut asap merembet ke Sumbar tingkat hunian hotel di Padang sunad meningkat juga. Apakah itu dikarenakan oleh ivent tour de Singkarak atau dari wisata­wan lainnya yang datang ke Pa­dang,” ungkapnya, Jumat (23/10).

Menurutnya, dengan kondisi kabut asap yang semakin tebal saat ini seharusnya tingkat hunian hotel tidak meningkat di Padang, karena kalau dikaitkan dengan logikanya bandara yang ada di Pekan Baru ditutup saat kondisi kabut asap semakin parah. Na­mun yang terjadi, malah pada tingkat hunian hotel tidak berku­rang, malah bertambah.

Dengan banyaknya warga Riau dan Jambi yang mengungsi ke Padang, banyak sedikitnya tentu akan menambah tingkat hunian hotel. Namun pening­katan tersebut tidak terllau tinggi, kisaran 15 hingga 20 persen dari hari biasanya. (h/mg-len/mg-adl/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 22 Maret 2020 - 06:05:41 WIB

    Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM

    Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menutup sementara jalur penerbangan Internasional sebagai upaya pencegahan Covid-19..
  • Kamis, 09 Januari 2020 - 18:14:04 WIB

    Wow, Pemprov Sumbar akan Sulap Muaro Batang Arau Jadi Magnet Kapal-kapal Pesiar

    Wow, Pemprov Sumbar akan Sulap Muaro Batang Arau Jadi Magnet Kapal-kapal Pesiar Pemprov Sumbar bakal mengembangkan pelabuhan Muaro Batang Arau menjadi ikon baru untuk menarik wisatawan dan menggairahkan roda perekonomian masyarakat. Pelabuhan yang merupakan jalur transit dari Eropa ke Jawa itu bakal disu.
  • Kamis, 06 Desember 2018 - 10:31:48 WIB

    Pelajari Penertiban Hiburan Malam, Pemko Kunker ke Pemprov Jakarta 

    Pelajari Penertiban Hiburan Malam, Pemko Kunker ke Pemprov Jakarta  PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Keberhasilan Pemprov DKI Jakarta menutup tempat hiburan malam bermasalah tanpa menimbulkan polemik dan kegaduhan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pemko Padang..
  • Kamis, 06 Desember 2018 - 10:31:48 WIB

    Pelajari Penertiban Hiburan Malam, Pemko Kunker ke Pemprov Jakarta 

    Pelajari Penertiban Hiburan Malam, Pemko Kunker ke Pemprov Jakarta  PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Keberhasilan Pemprov DKI Jakarta menutup tempat hiburan malam bermasalah tanpa menimbulkan polemik dan kegaduhan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pemko Padang..
  • Kamis, 22 Maret 2018 - 02:30:51 WIB
    SOAL MEGATHRUST

    BMKG Ingatkan Pemprov

    BMKG Ingatkan Pemprov PADANG, HALUAN — Ancaman gempa dahsyat belum surut di Sumbar mengingat potensi Megathrust Mentawai masih harus disikapi oleh Pemprov Sumbar.  Melihat kondisi itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  meng.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]