Kampung Wisata Sanjai Butuh Perhatian dan Promosi


Ahad, 25 Oktober 2015 - 18:50:05 WIB

Dijadikannnya Sanjai Manggis Gantiang sebagai kampung wisata di Bukit­tinggi dikarenakan Sanjai mempunyai keunggulan dan potensi yang mendu­kung dalam pengembangan pari­wisata di Bukittinggi. Selain kondisi alam yang indah, juga banyak potensi yang dimiliki didesa tersebut.

Mulai dari aktifitas mas­ya­ra­kat dalam meng­hasil­kan tenunan, bordiran, pem­buatan kerupuk sanjai, hingga dijadikannya rumah warga sebagi homestay bagi pe­ngunjung yang datang. Namun seiring berjalannya waktu keberadaan kampung wisata Sanjai hingga saat ini mulai redup. Kurangnya promosi serta berkurangnya pengunjung membuat kam­pung wisata tersebut tidak lagi bergairah seperti dulunya.

"Keberadaan kampung wisata Sanjai saat ini sangat dibutuhkan perhatian seka­li­gus promosi dari stake­holder terkaid. Sebab, sete­lah dicanangkan sebagai kampung wisata pada 2011 silam, kondisi kampung wisata Sanjai hanya berlang­sung sekitar 2 tahun.

Setelah itu kondisinya hingga saat ini ibarat mati suri atau vakum. Oleh karena itu butuh perhatian dari semua stakeholder," ujar tokoh masyarakat setempat seka­ligus perintis kampung wisa­ta  Sanjai Kelurahan Mang­gis Gantiang, M. Arif Dt Perpatiah, kemarin.

Menurutnya, kampung wisata Sanjai merupakan salah satu lokasi yang dijadikan sebagai kampung destinasi bagi wisatawan yang datang, karna lokasi

ini agak berbeda dengan tempat wisata lainnya yang ada di Bukittinggi. Dikam­pung wisata Sanjai lebih mengutamakan wisata pe­nga­laman. Artinya disini pengunjung dapat secara langsung belajar cara cara membuat sanjai, bordiran, sulaman, dan berbagai pro­duk kerajinan lainnya.

Selain itu, dikampung wisata Sanjai juga ada kese­nian tradisional bagi pe­ngun­jung yang  sudah dikon­disikan bagi pengunjung yang datang.

Bahkan dikam­pung wisa­ta Sanjai juga dise­diakan Homestay atau pe­ngi­napan bagi pengunjung. Homestay yang ada bukan­nya homestay seperti yang ada di perkotaan ataupun ditempat wisata lainnya, melainkan homestay disini rumah-rumah yang yang dijadikan homestay tersebut.

"Sedikitnya terdapat 10 rumah masyarakat yang dijadikan homestay. Masing masing rumah yang dija­dikan homestay itu menye­diakan 1 atau 2 kamar bagi pengunjung yang menginap. Homestay ini juga bekerjasama dengan biro perjalanan wisata," kata Dt Perpatiah.

Dirinya juga menilai, tidak bergairahnya lagi kam­pung wisata Sanjai saat ini bukannya pemerintah daerah tidak ikut serta da­lam pengelolaannya, me­lain­kan kurang optimalnya promosi yang dilakukan. Karna selama ini peme­rintah daerah sudah ikut membantu baik moril mau­pun materil untuk pengem­bangan kampung wisata tersebut.

"Kedepan tentu kita ber­harap kepada semua stake­holder terkait untuk keber­langsungan kampung wisata Sanjai tersebut melalui pe­ngem­bangan dan pembi­naannya. Karna yang kita harapkan adalah andil pe­me­rintah untuk mendatang­kan pengunjung ke lokasi tersebut," harapnya. (h/tot)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]