Bunga-bunga pun Layu Sebelum Berkembang


Ahad, 25 Oktober 2015 - 18:57:17 WIB

Menurut Mulyani, ma­tahari yang tertutup asap tebal, membuat pembibitan yang dilakukan dengan cara stek atau cangkok tidak berjalan normal. “Mes­ki­pun bisa tumbuh hasilnya jauh dari maksimal,” tutur Mulyani.

Meski penjualan tidak terganggu, namun para pe­ngusaha bunga yang ada di sekitar wilayah Lubuk Min­turun mulai resah lantaran tidak bisa melakukan cang­kok atau stek, khususnya terhadap jenis bunga bou­genville.

“Bunga bougenville ada­lah yang paling banyak di­pesan. Saat ini saya masih punya sedikit stok. Andai kabut asap ini tidak segera hilang tentu akan meng­ganggu omzet penjualan para pengusaha bunga,” jelas ibu tiga anak itu.

Menghadapi kabut asap yang tidak tahu kapan akan berhenti, Mulyani hanya bisa memfokuskan pem­bibitan usaha bunganya pa­da jenis-jenis bunga yang dibibit dengan cara anakan seperti melati, asoka, teratai, lidah buaya dan lain se­bagainya.

“Sangat sayang, peme­rintah kita sepertinya  tidak mampu menghilangkan asap ini dengan cepat, pa­dahal dulu janjinya di tv, cuma dua minggu, asap bisa hilang,” ungkap Mulyani.

Di tempat terpisah, ke­luhan juga disampaikan Fitriani, yang juga seorang pengusaha bunga. Dari pan­tauan Haluan, sebagian besar bunga-bunga hias yang dipajang ibu empat anak itu terlihat mulai layu, meski tetap disiram air dengan rutin.

“Beginilah jadinya bu­nga tanpa sinar matahari yang cukup,” tutur ibu muda yang akrab dipangil Ipit itu. (h/mg-ysn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]