Objek Wisata Alam Tak Lagi Dilirik Pengunjung


Ahad, 25 Oktober 2015 - 18:58:57 WIB

“Sudah hampir dua bu­lan kondisi pemandian ini sepi. Biasanya saat tanggal merah atau hari libur para pengunjung yang datang dua kali hingga tiga lipat dari yang sekarang,” tutur pria berkumis itu, sambil meno­leh ke arah pengunjung yang tengah asyik menikmati dinginnya air sungai.

Syafril sangat menya­yangkan lamanya waktu yang dibutuhkan peme­rin­tah dalam menghilangkan kabut asap.

Sementara itu, Asti (38), salah satu pengunjung pe­mandian yang menikmati wisata air bersama dua anak dan suaminya, saat ditanyai Haluan, mengatakan, me­reka sekeluarga rutin ber­kun­jung ke objek wisata ini, minimal sekali dua minggu.

“Tapi dalam beberapa bulan belakangan, kami jarang ke sini. Ini pun baru kunjungan pertama sejak satu setengah bulan yang lalu,” tutur ibu rumah tang­ga itu.

Asti dan para pe­ngun­jung lainnya, mengaku, me­reka lebih banyak meng­habiskan waktu dalam ru­mah ketimbang mencari hiburan ke alam terbuka lantaran takut terjangkit penyangkit sesak nafas.

“Ini karena sudah bosan setelah hampir dua bulan jarang rekreasi ke alam bebas,” tambah wanita yang akrap disapa Eci, yang di­ang­gukkan oleh pengunjung lainnya.

Menurut dia, tempat man­di di alam bebas seperti ini airnya lebih bersih dari pada tempat-tempat pe­mandian yang ada kolam renangnya.

“Di sini airnya berganti setiap saat. Sayang, kabut asap membuat kita tidak terlalu bisa menikmatinya,” jawab Rio (26) pengunjung lainnya.

Sedangkan menurut Bu­yung (21), penjaga gerbang masuk pemandian Aie Di­ngin Lubuk Lukam, kurang­nya pengunjung yang datang berwisata ke arah Lubuk Minturun karena asap tebal menghalangi puncak gu­nung dan perbukitan di sekitar wilayah tersebut.

“Jika orang-orang tidak melihat bukit-bukit atau puncak gunung di sekitar wilayah Lubuk Minturun, maka mereka tidak akan datang kemari. Sebab sudah menjadi tanda, jika kabut menutup perbukitan maka akan datang air besar,” jelas pemuda lajang tersebut.

“Kabut asap juga mem­buat tanda-tanda alam yang biasa kami gunakan untuk memperingatkan pengun­jung atau menutup peman­dian, jadi tidak bisa dilihat,” tutupnya. (mg/h-ysn)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]