Puskesmas Siaga 24 Jam Hadapi Asap


Ahad, 25 Oktober 2015 - 19:16:01 WIB

Kepala Dinkes Sumbar Rosnini Savitri melalaui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Ling­ku­ngan (P2PL) Irene Susilo mengatakan, surat edaran sudah dilayangkan pada seluruh puskesmas, agar siaga 24 jam dalam me­nanggapi bencana kabut asap. Terdapat 265 pus­kes­mas di seluruh Sumbar de­ngan 105 di antaranya ada­lah puskesmas pera­watan.

“Teknisnya, puskesmas perawatan yang totalnya 105 itu wajib buka 24 jam. Sedangkan sisanya yang non perawatan diwajibkan stand­by 24 jam. Surat eda­rannya sudah kami layang­kan,” ucap Irene kepada Haluan, Minggu (25/10).

Lebih lanjut dijelas­kan­nya, bagi masyarakat yang me­ngalami gangguang kesehatan akibat pengaruh asap, diharapkan agar langsung mengunjungi pus­kesmas terdekat untuk men­dapatkan penanganan dan pera­watan sesegera mungkin. Adapun bagi puskesmas non-perawatan, petugas medisnya sudah diminta untuk standby.

“Petugas medis puskesmas non-perawatan rata-rata ada ru­mah dinas di dekat puskesmas. Jadi bisa standby dari sana. Dan untuk masa berlaku aturan siaga ini, baru berakhir saat siaga kabut asap diumumkan telah berakhir pula,” tambahnya.

Berdasarkan informasi ter­akhir dari BMKG GAW Koto­tabang Kabupaten Agam, kua­litas udara per 25 Oktober, pukul 16.00 WIB berada pada angka 301 ug/m3 dan tergolong pada kategori Indeks Standar Pence­maran Udara (ISPU) yang tidak sehat. Meskipun demikian, ma­syarakat tetap harus waspada terhadap perkembangan kualitas udara yang bersifat sangat fluk­tuatif. Karena berkaca pada hasil pengukuran kualitas udara GAW Kototabang sepekan belakangan, kerap kali menunjukkan ISPU dengan kategori sangat tidak sehat dan bahkan berbahaya.

Sementara itu, Dokter spe­sialis paru RSUP M Djamil Padang, dr Sabrina Ermayanti, memperingatkan agar ma­sy­a­rakat selalu meningkatkan ke­waspadaan terhadap bahaya ka­but asap. Terutama sekali bagi mereka yang mempunyai daftar penyakit paru dan jantung. Selain itu, anak-anak dan lansia juga diharapkan mendapat perlakuan kewaspadaan yang ekstra.

“Pada dasarnya asap ber­pengaruh buruk bagi kesehatan manusia normal. Apalagi bagi mereka yang punya riwayat gang­guan pada paru dan jantung. Hal itu juga berlaku kepada anak-anak dan lansia yang rentan atas pe­nyakit ini. Kewaspadaannya ha­rus lebih ekstra,” ungkap Sab­rina.

Ia pun membeberkan bahwa kemampuan paru-paru menjadi semakin berkurang sehingga dapat menyebabkan seseorang sulit bernafas akibat infeksi yang ditimbulkan oleh asap. Karena jika penderitanya terpapar kabut asap dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan penebalan pada rongga sehingga terjadi penyempitan saluran pernafasan atau obstruksi saluran napas.

“Ada yang namanya sekret, yaitu tempat yang nyaman untuk hidup oleh kuman dan virus. Jika kemampuan dalam mengatasi infeksi paru-paru berkurang, bisa menyebabkan penyakit itu mu­dah berkembang dan penyakit kronik lain bisa muncul juga,” tambahnya.

Sedangkan bagi anak-anak dan lansia, lanjut Sabrina, pa­paran asap dapat dengan mudah mengganggu kesehatan karena pengaruh daya tahan tubuh yang tidak sekebal orang normal.

“Asap yang dihirup memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda. Partikel besar, dampak yang ditimbulkan hanya sampai hingga saluran perapasan atas. Berbeda dengan partikel kecil yang dapat masuk hingga ke saluran napas bawah,” imbuhnya lagi.

Selain itu, ia juga me­ne­rang­kan bahwa kabut asap juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada mata, hidung dan teng­gorokan. Dan dalam jangka wak­tu tertentu, dapat pula me­nye­babkan reaksi alergi, peradangan, dan infeksi. Bagi penderita asma, bronkitis dan penyakit kronis paru lainnya, kabut asap juga dapat memperburuk kondisi pernafasan. (h/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 06:01:27 WIB

    Tak Perlu Jauh-jauh ke Puskesmas, Pedagang Kini Bisa Tes Swab di Lantai 4 Pasar Raya Padang

    Tak Perlu Jauh-jauh ke Puskesmas, Pedagang Kini Bisa Tes Swab di Lantai 4 Pasar Raya Padang HARIANHALUAN.COM -- Dinas Perdagangan Kota Padang bersama dengan Dinas Kesehatan di bawah komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memindahkan pelaksanaan tes swab ke Pasar Raya, tepatnya di Mall Pelayanan Publik ya.
  • Kamis, 30 April 2020 - 09:50:43 WIB

    Pemkab Garut Tutup Puskesmas yang Satu Perawatnya Kena Corona

    Pemkab Garut Tutup Puskesmas yang Satu Perawatnya Kena Corona GARUT, HARIANHALUAN.COM - Seorang perawat berdinas di Puskesmas Cisurupan Garut positif Corona. Perawat itu diduga tertular dari pasien positif Corona yang kabur..
  • Rabu, 22 April 2020 - 13:27:46 WIB

    Elly Thrisyanti bagi APD di Puskesmas Pegambiran

    Elly Thrisyanti bagi APD di Puskesmas Pegambiran PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sebagai bentuk kepedulian kepada tenaga medis, anggota DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD), masker dan vitamin kepada petugas di Puskesmas Pegambiran, Kecamatan L.
  • Senin, 20 April 2020 - 20:53:26 WIB

    Muhidi Bagi APD di Puskesmas Andalas

    Muhidi Bagi APD di Puskesmas Andalas PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPRD Kota Padang Muhidi, menyerahkan bantuan ke Puskesmas Andalas. Bantuan berupa, Alat Pelindung Diri (APD) dan suplemen bagi tenaga kesehatan..
  • Sabtu, 04 April 2020 - 17:08:45 WIB

    Mahyeldi: Warga Pendatang Wajib Lapor ke Puskesmas dan RT

    Mahyeldi: Warga Pendatang Wajib Lapor ke Puskesmas dan RT PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang mewajibkan seluruh masyarakat yang baru datang dari wilayah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 diwajibkan untuk melapor kepada petugas kesehatan maupun RT/ RW s.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]