Ladang Ganja Ditemukan di Agam


Ahad, 25 Oktober 2015 - 19:18:21 WIB

Tersangka diciduk saat hendak menuju ladang jagung yang dijadikan tempat bertanam ganja berada tidak jauh dari rumahnya.

Kepala Kepolisian Resor Agam AKBP Eko Budhi Purwono, di­dampingi Kasat Narkoba Iptu Dodi Apendi mengatakan, penangkapan tersangka SY berawal dari informasi masyarakat serta pengembangan kasus narkoba di Palembayan. Pe­nyelidikan sudah di mulai sejak beberapa hari sebelum penangkapan.

“ Sebelum penangkapan kita mendapatkan informasi jika pada lokasi tersebut terdapat kebun ganja, kemudian kita menurunkan anggota untuk melakukan pengecekan, setelah dicek ternyata benar. Selanjutnya kita mulai penyelidikan serta pe­ngintaian,” katanya.

Ia menjelaskan, tersangka merupakan pemain lama. Ia mengaku sudah berkecimpung dalam peredaran narkoba sejak tahun 90-an. Sementara pena­naman ganja tersebut ia mulai belum lama ini, namun, tersangka diduga sudah cukup sering mela­kukan panen. Bantang ganja yang sudah mulai tinggi kemudian dipotong untuk dipanen.

“ Poroses lidik sudah sejak Oktober, sementara pengintaian kami lakukan sejak dua hari ini. Anggota mengintai tersangka Sabtu dini hari, sekitar pukul 03.00. Sekitar pukul delapan pagi tersangka naik ke kebunnya, saat itu yang bersangkutan ditangkap. Setelah didesak kemudian ia menunjukkan ladang ganja yang ditanam pada areal kebung ja­gung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tersangka menanam puluhan batang ganja pada areal kebun jangung dengan luas sekitar seperempat hektar. Yang bersangkutan rutin me­ngontrol tanaman ganja tersebut. Ia sengaja tidak membiarkan tanaman tumbuh tinggi agar tidak mudah di ketahui orang lain. Lokasi ladang ganja tersebut cukup jauh dari keramaian, atau lebih kurang 30 menit berjalan kaki.

“Dari tersangka kita menga­mankan 93 batang ganja, yang berusia lebih kurang lima bulan. Kemudian sekitar seperempat kg ganja sudah dikeringkan,” kata Kapolres.

Menurut tersangka, dia men­dapatkan ganja dari Aceh ke­mudian bijinya disemai di ke­bunnya. Terkait kemana barang itu  bakal diedarkan tersangka masih belum terbuka. Perkiraan peredaran di Gumarang, Palem­bayan berasal dari tersangka.

Dikatakan Kapolres, panang­kapan tersangka SY merupakan kali kedua Polres Agam, me­ngungkap kasus petani yang berladang ganja. Jika tersangka di Matur menanam ganja pada areal perkebunan cabai, ter­sangka SY di Palembayan me­nanam pada ladang jagung.

Atas perbuatan tersangka ia bisa dijerat hukuman penjara di atas sepuluh tahun, karena yang bersangkutan menanam dan me­miliki  serta mengedarkan ba­rang haram tersebut. “ kita ber­harap bisa terus melakukan pengembangan,” ujarnya.

Pengungkapan kasus petani berladang ganja juga terjadi untuk kedua kalinya bulan ini di jajaran Polda Sumbar. Sebelumnya, Minggu (11/10) Polres Lima­puluh Kota juga berhasil me­nemukan ladang ganja milik  warga. Ladang ganja sebanyak 2 petak yang berada di Jorong Mangganti,  Nagari Jopang Mang­­ganti,  Kecamatan Mungka tersebut, diduga telah beroperasi semenjak 3 bulan terakhir ini.

Terungkapnya ladang ganja tersebut, berawal dari pe­ngin­taian petugas dari Polsek Guguak yang meliputi wilayah hukum Mungka, serta Polres Kabupaten Limapuluh Kota se­menjak tiga bulan terakhir ini terhadap salah seorang tersangka.

Awalnya, petugas membekuk tersangka IN (34) warga se­tempat ketika sedang bersantai pada Minggu (11/10) pagi. Ketika dibekuk, tersangka masih dalam pengaruh narkoba. Diduga, ter­sangka yang hanya buruh tani tersebut usai menghisap ganja.

Tersangka mengakui  me­miliki ladang ganja. Tanpa buang-buang waktu, petugas yang ber­jumlah belasan orang langsung membawa tersangka untuk me­nunjukkan ladang ganja itu.

Tersangka mengakui hanya memiliki 2 petak ladang ganja.  Masing-masing seluas 20 kali 20 meter dan 12 kali 12 meter dengan usia batang ganja antara 2 hingga 3 bulan. “Ada sekitar 70 batang ganja berumur hingga 3 bulan di dua petak ladang. Di lokasi satu ada 46 batang dan lokasi dua ada 24 batang,”ujar Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus.

Kasus tersebut, merupakan yang kedua kalinya semenjak 2012 di Kecamatan Mungka. Pada Agustus 2012, petugas Polres Limapuluh Kota berhasil membongkar penanaman  ganja yang diselipkan dengan bibit cabai di Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka.

Setidaknya, 65 batang ganja yang berumur 1 bulan dan dita­nam di ladang belakang rumah tersangka berhasil ditemukan. Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak akhirnya digiring petugas ke Mapolres Limapuluh Kota. (h/yat/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 17 Agustus 2020 - 21:58:54 WIB

    Mengharukan! Pandemi Covid 19 Tak Lunturkan Semangat Para Petani Upacara Hari Kemerdekaan di Ladang Cabai

    Mengharukan! Pandemi Covid 19 Tak Lunturkan Semangat Para Petani Upacara Hari Kemerdekaan di Ladang Cabai HARIANHALUAN.COM - Seluruh daerah di Indonesia serentak menggelar Upacara Hari Kemerdekaan ke-75 pada Senin (17/8/2020). Rata-rata, setiap daerah memanfaatkan halaman gedung perkantoran sebagai lokasi upacara untuk menghormat.
  • Sabtu, 21 Desember 2019 - 20:20:41 WIB

    MPC PP Kab Solok Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Ujung Ladang

    MPC PP Kab Solok Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Ujung Ladang AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Bencana tanah longsor yang menimbun 3 unit rumah warga di jorong Ujung Ladang Nagari Koto Sani Kec. X Koto Singkarak telah mengundang empati dari banyak pihak. Salah satunya datang dari ormas Pemud.
  • Ahad, 23 September 2018 - 08:31:58 WIB

    Bank Sampah Jorong Ladang Kapeh Ciptakan Kampung Bersih

    Bank Sampah Jorong Ladang Kapeh Ciptakan Kampung Bersih SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM-Masyarakat yang ada di Jorong Ladang Kapeh, Kenagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan. Kepala Jorong bersama dengan warganya sepakat untuk menciptakan program Tertib Sampah bagi warganya. Bank in.
  • Rabu, 01 November 2017 - 00:49:05 WIB

    Lapangan Bola Beralih Jadi Ladang Jagung

    Lapangan Bola Beralih Jadi Ladang Jagung PASAMAN, HALUAN - Hanya karena berbeda pilihan politik dalam Pemilihan Walinagari (Pilwana), sebuah lapangan bolakaki di Pasar Kauman, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman kini beralih fungsi jadi .
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 06:52:20 WIB

    SDN 37 Ladang Laweh Rangking I UN

    SDN 37 Ladang Laweh Rangking I UN TANAH DATAR, HALUAN—Sekolah Dasar (SD) Negeri 37 Ladang La­weh, Kecamatan Batipuh Tanah Datar berhasil meraih rangking pertama hasil Ujian Nasional (UN) se-Kecamatan Batipuh tahun 2016. Rang­king kedua dan ketiga diraih o.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]