Sekolah di Payakumbuh Kembali Diliburkan


Senin, 26 Oktober 2015 - 20:38:12 WIB

Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis, yang dihu­bungi di Balaikota mengin­formasikan, Senin (26/10), keputusan meliburkan se­kolah itu, menyusul rapat koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah Ir. Yufnani Away, Kepala Lingkungan Hidup Ir. Syamsurial, Kadis Kesehatan diwakili Kabid P2PL  Hefi Suryani, Ka­disdik  H. Hasan Basri, Sy, S.Pd serta Asisten I Setdako Yoherman dan Asisten III H. Iqbal Bermawi, Senin pagi.

Pencemaran udara aki­bat kabut asap, dilaporkan masih dalam ambang berba­haya terhadap kesehatan. Sehingga kebijakan meli­burkan sekolah, dikatakan Sekdako H. Benni Warlis dan Kadisdi Hasan Basri, sudah sesuai dengan surat Mendikbud 90623/MPK/11/2015, tanggal 23 Okto­ber 2015, tentang pena­nganan pendidikan pada daerah terdampak bencana asap.

Dalam surat Mendikbud RI itu, diatur, jika indeks standar pencemaran udara (ISPU) di atas ambang batas berbahaya, 200, maka PAUD dan sekolah dasar/sederajat  libur. Tapi, jika ISPU sudah mencapai 300, maka seluruh tingkatan sekolah libur dari kegiatan belajar dan mengajar, dan seluruh pelajar diberi tugas  belajar di rumah.

“Untuk hal ini, seluruh guru sudah diperintahkan memberi bahan belajar ke­pa­da seluruh murid. Di Payakumbuh sendiri, tam­bah sekdako, berdasarkan laporan BMKG di Ba­tu­tabang Agam, tingkat pen­cemaran udara (ISPU) su­dah mendekati 400, sejak sepekan terakhir. Makanya, sejak sepekan lalu, selama tiga hari, pelajar di Paya­kumbuh diliburkan, kata­nya.

Rencana menggelar sha­lat Istisqa di halaman balai­kota di Poliko, menurut sekdako, bukan terbatas buat kalangan pelajar SMP/SMA sederajat saja, tapi juga buat warga Kota Payakum­buh. Karena itu, dalam pe­nye­lenggaraan nanti, pihak pemko akan berkoordinasi dengan Kepala Kantor Ke­menterian Agama H. Asra Faber dan Ketua MUI Paya­kumbuh H. Mismardi.

Selain di Poliko, seluruh elemen masyarakat, diko­ordinir camat dan kepala kelurahan, juga diminta untuk menggelar shalat min­ta hujan ini di ke­ca­matan masing-masing. Mu­dah-mudahan, dengan ba­nyak­nya warga melakukan shalat Istisqa, Allah SWT akan menurunkan hujan, membasahi bumi ini. “Se­hingga negeri ini terbebas dari kabut asap,” sebutnya.

Ribuan pelajar akan salat minta hujan

Sementara itu,  Jumat (30/10) mendatang, secara besar-besaran ribuan pejalar se-Kota Payakumbuh akan mengadakan salat minta hujan dalam antisipasi ka­but asap yang melanda se­menjak be­berapa pekan terakhir ini. Salat minta hujan atau salat Istiqa’ tersebut, akan dilak­sanakan di halaman Balai Kota Paya­kumbuh, kelurahan Bunian, Kecamatan Paya­kumbuh Utara.

“Sampai Kamis depan, anak didik kita liburkan terkait tebalnya kabut asap. Jumat akan diadakan Istiqa’ yang diikuti oleh seluruh pelajar se Kota Paya­kum­buh,” terang Hasan Basri Kepala Dinas Pendi­dikan Kota Payakumbuh.

Dikatakannya, sholat Istiqa’ tersebut, diikuti oleh seluruh pelajar SMP dan SMA se Kota Payakumbuh. Diperkirakan, ada ribuan pelajar yang akan ikut sholat dalam meminta hujan di Kota Payakumbuh tersebut.

“Ini salah satu antisipasi kita terhadap bencana kabut asap,”ucapnya lagi. Meski sekolah  liburkan selama 3 hari kedepan, Dinas Pen­didikan mewajibkan selu­ruh sekolah memberikan  tugas rumah kepada anak didik di Kota Payakumbuh. (h/zkf/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]