Pemkab Solok Siapkan 40 Ribu Hektare Lahan


Senin, 26 Oktober 2015 - 20:40:29 WIB

 

Budidaya komoditi gandum tanaman tropis yang dikembangkan Fakultas Per­tanian Undand di Nagari Alahan Panjang, merupakan potensi pertanian alternatif yang cukup menjanjikan sebagai bahan pokok pangan. Melihat potensi ini, senator asal Sumatera Barat H. Nofi Candra, SE pada Kamis lalu mengupayakan langkah advoksi terha­dap komoditi ini.

Dari dialog yang dilakukan dengan peneliti Unand Prof. Helmi, Nofi optimistis suatu ketika kawasan budidaya hortikultura Alahan Panjang, sekaligus menjadi sentra produksi gandum tanaman tropis. Dengan demikian, Kabupaten Solok, atau Sumatera Barat, selain dikenal sebagai penghasil sayuran terbesar, juga akan muncul sebagai penghasil komoditi gandum.

Anggota DPD-RI ini semakin antusias men­dorong gandum sebagai bahan pokok pangan, karena tanaman gandum ternyata tidak akan menghentikan kegiatan pertanian sayur-sayuran, tetapi lebih kepada tanaman seling, yang bermanfaat untuk memutus siklus hama tanaman yang cen­derung menghantui petani sayuran.

“Apalagi sekarang Indoensia dikenal sebagai negara pengimpor gandum terbesar. Karena itu, kita harus memberikan advokasi terhadap pertanian gandum agar muncul sebagai bahan pokok pangan, bersama beras dan kedelai,” paparnya.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite II DPD-RI yang membidangi sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perekonomian, Nofi mengaku mempunyai kepedulian tinggi agar bagai­mana kelak Alahan Panjang dinyatakan sebagai peng­hasil bibit gandum nasional. “Kita ingin kawasan Alahan Panjang sebagai sentra penghasil bibit gandum tanaman tropis terbesar,” kata Nofi. (h/ndi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM