Kabut Asap Lumpuhkan Sektor Perekonomian


Senin, 26 Oktober 2015 - 20:41:58 WIB

Mensiasati kekeringan ini, kata Syafrizal, petani di da­erah itu terpaksa harus mel­akukan penyiraman ta­na­­man sayuran dan horti­kul­tura lainnya dengan meng­­gunakan pompa air. Itu­pun hanya bisa dilakukan pa­da malam hari. “Seka­rang biaya operasional un­tuk meng­garap pertanian me­ningkat. Sementara hasil­nya justru menurun,” keluh­nya.

Anggota DPD-RI asal Sumatera Barat, Nofi Can­dra mengaku telah melihat gejala buruk yang dialami oleh para petani bawang akibat dam­pak kabut asap. Nofi menga­ku terenyuh karena dilapor­kan hasil budidaya sejumlah produksi dan kualitas perta­nian ba­wang dan ketela men­jadi anjlok.

“Kita bersama Komite II DPD-RI bahkan telah menyurati Presiden dan memanggil seluruh pihak terkait, seperti Kemen­terian Kehutanan dan Pertanian, Menteri LH, Kepala BNPB, Kepolisian dan  TNI. DPD juga segera akan mem­ben­tuk Tim Kerja (Timja) Asap yang akan di Paripurnakan menjadi Pansus asap tanggal 29 Oktober nanti,” jelasnya.

Ketua Forum Koor­dinasi Kabupaten Sehat (FKKS) Kabupaten Solok H.Sya­frizal Ben kepada Haluan Senin (26/10) berharap agar pemerintah sege­ra menyi­kapi pencemaran udara yang diakibatkan oleh asap hasil pembakaran hutan di bebe­rapa provinsi. “Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Mes­tinya ada tindakan tegas ter­ha­dap pelaku pembakaran hutan,” tutur Syafrizal Ben.

Pelajar Diliburkan

Murid sekolah dari ting­kat TK hingga SMP se-Pesisir Selatan, diliburkan mulai Selasa (27/10) akibat buruknya kualitas udara. Plh. Bupati Pessel, Erizon, Senin (26/10) di Painan menyebut, saat ini kualitas udara di wilayah Pessel semakin menurun dan be­ra­da pada level ‘sangat tidak sehat’, yakni di angka 384,45 ug/m3.

“Karena memang sudah sangat berbahaya bagi kese­hatan, maka kita mengam­bil kebijakan untuk meli­burkan anak-anak sekolah mulai TK hingga SMP. Se­mentara SMA bersifat ten­tatif,” kata Erizon.

Selain meliburkan anak-anak sekolah, pemkab juga mendistribusikan masker kepada masyarakat dan me­ngim­bau agar mengurangi aktivitas di luar rumah, karena udara saat ini sangat tidak sehat. Selain itu juga telah disiagakan petugas Puskesmas 24 jam untuk melayani masyarakat yang terpapar kabut asap. Lang­kah itu telah dikeluarkan melalui surat edaran.

Ketua DPRD Pessel, Martawijaya Datuak Rajo Bagampo mendukung pe­nuh langkah Pemkab meli­burkan anak-anak sekolah, karena kondisi udara de­ngan status sangat tidak se­hat dapat mem­bahayakan kesehatan mereka. ”Itu merupakan langkah ter­baik agar anak-anak yang merupakan kelompok ren­tan terhadap kabut asap terhindar dari ancaman ISPA,” ucapnya.

Penderita ISPA Bertambah

Sementara akibat ka­but asap yang melanda Sumbar, jumlah penderita Infeksi Saluran Per­nafasan Akut (ISPA) di Kota Paria­man, terus bertambah. Sam­­pai Oktober ini, jum­lah penderita ISPA men­capai 215 orang.

“Untuk tanggap darurat, pemko telah mendirikan pos­ko penanggulangan daru­rat bencana kabut asap di Simpang Tabuik Kam­pung Cina. Selain sebagai posko dampak bencana dari kabut asap, disana juga ada pelayanan kesehatan gratis, serta pembagian masker kepada masyarakat,” kata kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Yutiardi Rifai. (h/ndi/har/mg-man)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]