BIM Lumpuh, 8 Daerah Libur Sekolah


Senin, 26 Oktober 2015 - 20:56:50 WIB

“Kita tidak pernah menutup bandara akibat asap tersebut. Kita hanya menyatakan kepada maskapai apakah mereka mampu men­darat dengan kondisi tersebut. Kalau tidak kita menyarankan apakah mereka akan kembali ke bandara asal atau ke bandara lain,” ujar Yayan.

Dikatakannya, tiga penerba­ngan yang sempat gagal mendarat di BIM dan harus kembali ke bandara asal yaitu dari maskapai Lion Air dari Bandara Kuala­namu, Sumut. Air Asia pener­bangan dari Kualalumpur, Garu­da dari Jakarta.

Yayan menjelaskan, pesawat kembali diizinkan beroperasi pada pukul 10:00 WIB, setelah jarak pandang mulai berangsur membaik. “Sriwijaya Air sudah mendarat pukul 10.00 WIB. Jarak pandang sudah naik 1.000 meter. Kabut asap ini fluktuatif, semakin siang kecenderungannya berkurang,” paparnya.

Pj Gubernur Gagal Mendarat

Pesawat yang ditumpangi Penjabat Gubernur Sumbar Rey­donnizar Moenek dari Jakarta tujuan Padang, terpaksa balik ke Jakarta karena tidak bisa men­darat di BIM karena jarak pan­dang terbatas akibat kabut asap, Senin (26/10) pagi.

Sekdaprov Sumbar Ali As­mar mengatakan, akibat pesawat yang ditumpangi tidak bisa men­darat, sejumlah agenda Penjabat Gu­bernur batal dihadirinya seperti Rapat Paripurna DPRD Sumbar tentang Penyampaian Nota Pe­ngantar Ranperda ten­tang APBD Provinsi Sumbar tahun 2016 dan membuka  Bim­tek Biro Orga­nisasi tentang keta­talak­sanaan pemerintahan di Guber­nuran Sumbar. Gubernur dijad­wal­kan kembali ke Padang pagi ini.

Sejak terjadinya kabut asap, akibat kebakaran hutan di Suma­tera dan Kalimantan, tidak ku­rang dari 5.000 penerbangan dibatalkan.

Menurut data Asosiasi Peru­sahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia Natio­nal Air Carriers Association (INACA),  ada ribuan penerba­ngan di batalkan akibat kabut asap.

Direktur Utama Garuda In­do­nesia Arif Wibowo terang-terangan menyebut kalau ben­cana kabut asap begitu merugikan maskapai. Menurut dia, sejak Agustus-September 2015 lalu, setidaknya ada sekitar 1.300 penerbangan Garuda yang dibatalkan.

Sementara itu, maskapai Lion Air yang saat ini masih mengawasi pasar penerbangan nasional mencatatkan data yang lebih mencengangkan. Angka penerbangan yang dibatalkan sebulan lebih besar dari data Garuda Indonesia.

“Akibat kabut asap, penerba­ngan yang dibatalkan sekitar 1.600 flight,” ujar Direktur Operasional dan Airport Service Lion Air Daniel Putut.

Sebelas Jam ISPU Berbahaya

Kualitas udara di seluruh daerah di Sumbar kembali me­ngalami penurunan sepanjang Senin (26/10). Bahkan dari pengukuran kosentrasi harian aerosol PM10 (partikel debu) yang diukur Stasiun Global At­mos­phere Watch (GAW) Koto­tabang di kawasan Palupuah Agam, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tetap bertahan di kategori berbahaya.

Dari catatan Stasiun GAW Kototabang mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, kosentrasi PM10 terendah ter­catat 421 mikrogram permeter kubik, sementara PM10 tertinggi berada di level 531 mikrogram permeter kubik.

Untuk kategori ISPU berda­sarkan kosentrasi PM10, ISPU berkategori baik jika PM10 bera­da di level 1 hingga 50 mikro­gram permeter kubik, dan level 51 hingga 150, ISPU berkategori sedang.

ISPU sudah bisa dikatakan tidak sehat, jika kosentrasi PM10 mencapai level 151 hingga 350 permeter kubik, dan di level 351 hingga 420, ISPU sudah berka­tegori sangat tidak sehat. Semen­tara ISPU masuk kategori berba­haya jika PM10 berada di atas 420 mikrogram permeter kubik.

Stasiun GAW Kototabang merilis, dari pantauan satelit Himawari-8 pukul 09.20 WIB, seluruh wilayah Sumbar, baik kepulauan maupun daratan, ter­dampak kabut asap. Sebaran titik panas yang masih terkosentrasi di bagian selatan Pulau Sumatera menyebabkan dampak keba­karan hutan dan lahan (karhutla) berupa kabut asap yang bergerak dari wilayah tersebut menuju Sumbar tetap dirasakan.

“Pergerakan angin dari arah panas di Sumatera Selatan lang­sung menuju Sumbar, makanya kualitas udara pada Senin ini mengalami penurunan yang sig­nifikan,” ujar Albert Nahas, Staf BMKG bagian Observasi, Data dan Analisis Stasiun GAW Kototabang.

Albert Nahas juga mengung­kapkan, kosentrasi PM10 yang mencapai 531 mikrogram per­meter kubik pada Senin kemarin merupakan level PM10 tertinggi selama tahun 2015.

Tak hanya itu, ISPU berba­haya pada kali ini juga tercatat paling lama selama tahun 2015, yakni selama 11 jam. Sebelumnya pada Kamis 22 Oktober 2015 lalu, ISPU berbahaya hannya bertahan sampai sembilan jam.

Namun kabut asap yang ter­jadi di Sumbar selama tahun 2015 ini menurutnya belum separah yang dialami pada Maret 2014 lalu. Meski Senin kemarin ko­sentrasi PM10 telah mencapai 531 mikrogram permeter kubik, namun ini bukan rekor baru PM10 tertinggi, karena pada Maret 2014 lalu, maksimum PM10-nya mencapai 677 mikro­gram permeter kubik. Jadi, level PM10 tahun 2015 ini belum pecahkan rekor Maret 2014.

Albert Nahas mengatakan, pada Maret 2014 lalu, ISPU yang berkategori berbahaya berlang­sung selama 19 jam, sementara Senin kemarin, durasi ISPU berbahaya hanya bertahan sekitar sebelas jam.

Isu Marapi Meletus

Beredar informasi dari kala­ngan masyarakat, bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Bukittinggi, Kota Padang Pan­jang, Kabupaten Agam dan Kabu­paten Tanah Datar saat ini telah bercampur dengan abu vulkanik letusan Gunung Marapi.

“Banyak yang merasakan kalau kabut asap belakangan ini sudah berbau belerang. Bahkan banyak juga yang mengatakan, kalau kabut asap ini sudah ber­campur dengan abu vulkanik dari letusan Marapi. Saya hanya dapat kabar itu, tapi tidak tau apakah itu benar atau tidak,” jelas Nela (23), salah seorang warga Bu­kittinggi.

Namun informasi itu lang­sung dibantah oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), yang bermarkas di ka­wasan Belakang Balok Kota Bukittinggi-Sumbar.

“Memang saat ini Gunung Marapi masih berstatus waspada. Namun tidak ada aktivitas letu­san seminggu belakangan ini, baik yang teramati maupun yang terekam di seismograf. Letusan Marapi terakhir terjadi pada tanggal 7 Oktober 2015, seba­nyak dua kali letusan dan itupun letusan kecil,” ujar Warseno, petugas Pos PGA Marapi Sumbar.

Saat ini, katanya, aktivitas Marapi lebih cenderung ke gem­pa tektonik lokal maupun jauh. Hembusan juga ada dan tercatat sudah 15 kali, terakhir terjadi tanggal 12 Oktober 2015 lalu.

8Daerah Liburkan Sekolah

Proses belajar mengajar siswa di delapan daerah kabupaten dan kota di Sumbar ditiadakan, kare­na kualitas udara  memburuk akibat kabut asap kiriman. Dela­pan daerah yang meliburkan siswa terdapat di Kabupaten Dharmasraya, Limapuluh Kota, Sijunjung, Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Bu­kittinggi dan Kota Pariaman serta Kota Padang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sum­bar, Syamsulrizal mengatakan, kebijakan meliburkan siswa menjadi kewenangan daerah berdasarkan kondisi kabut asap di daerah masing-masing.

“Laporan yang kita terima, setidaknya ada delapan daerah yang meliburkan siswa,” kata Syamsulrizal  Senin (26/10) di Padang. Ia mengatakan, khusus di Kabupaten Dharmasraya, siswa yang diliburkan sampai tingkat SMA.

Sementara itu, kebijakan meliburkan anak PAUD, TK dan SD di Kota Padang diputuskan dalam rapat Pemko Padang yang dipimpin oleh Sekdako Padang Nasir Ahmad, di Balaikota Pa­dang, Senin (26/10).

Kabag Humas Pemko Pa­dang, Mursalim menginfor­masi­kan, libur tersebut terhitung hari Selasa (27/10) hingga  Kamis (29/10).  Sebelumnya, karena alasan yang sama, Pemko Padang meliburkan siswa PAUD TK dan SD pada 23-24 Oktober lalu.

Sementara, untuk tingkat SMP dan SMA sederajat, tetap ber­sekolah dengan catatan selu­ruh siswa memakai masker ke sekolah. (h/mg-isr/wan/dib/rvo/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 22 Maret 2020 - 06:05:41 WIB

    Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM

    Wali Kota Padang Dorong Pemprov Sumbar Tutup Sementara BIM PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menutup sementara jalur penerbangan Internasional sebagai upaya pencegahan Covid-19..
  • Senin, 16 Maret 2020 - 15:12:04 WIB

    Cegah Corona Masuk Sumbar, Thermo Morgan Dipasang di BIM

    Cegah Corona Masuk Sumbar, Thermo Morgan Dipasang di BIM PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengimbau masyarakat jangan panik atau resah terhadap penyebaran virus corona atau (Covid-19), hadapi dengan pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun setelah s.
  • Kamis, 13 Februari 2020 - 13:20:19 WIB

    Hey Rival..! GrabCar Airport Sudah Mengaspal Di BIM

    Hey Rival..! GrabCar Airport Sudah Mengaspal Di BIM PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Grab Padang transportasi online Kota Padang melakukan silaturahmi dengan Wali Kota Padang H. Mahyeldi dikediaman resminya..
  • Sabtu, 18 Maret 2017 - 02:38:15 WIB

    Pembangunan Jalur Dua Purus-BIM Masih Menggantung

    PADANG, HALUAN – Pembangunan jalur dua Pantai Padang hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM) masih terkendala lahan Pange­ran Beach Hotel. Soal tersangkutnya pembebasan lahan di Hotel Pangeran,Kepala Dinas Perumahan.
  • Senin, 19 September 2016 - 03:33:19 WIB

    Kloter 1 Embarkasi Padang Mendarat di BIM

    Kloter 1 Embarkasi Padang Mendarat di BIM PADANG, HALUAN — Rombongan per­tama Kloter 1 sebanyak 455 jamaah haji dari Embarkasi Padang, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabu­paten Padang Pariaman, Minggu (18/9) sekitar pukul 07.58 WIB. Jamaah ha.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]