Ribuan Warga Serang Rumah Bupati Dharmasraya


Senin, 26 Oktober 2015 - 21:00:23 WIB

Pantauan Haluan di la­pa­ngan, jenazah tersebut ber­nama Toni (22) warga Jo­rong Sungai Pinang, Na­gari Ampek Nan Dibawah, Ke­ca­matan IX Koto. Jena­zah dibawa dengan satu unit ambulance puskesmas na­gari setempat, berbungkus tikar dan kain panjang di­iringi ribuan warga.

Setibanya di rumah di­nas bupati, jenazah dibujur­kan di teras dengan teriakan warga. “Bupati pembunuh dan bertanggung jawab atas kematian warga kami ini,”.

Ketika demontrasi ber­lang­sung, Penjabat Bupati Dharmasraya Syafrizal ucok tidak berada lagi di tempat alias diamankan dari sera­ngan warga. Pihak kepo­lisian dipimpin Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahar­dan, SIK, serta anggota men­­­­coba menenangkan emosi warga dan mem­bacakan ayat-ayat Alquran di dekat jenazah itu.

Namun, emosi ribuan warga semakin memuncak dan me­nimbulkan anarkis dengan cara melempar rumah dinas bupati dengan batu, akibatnya seluruh kaca rumah dinas pecah. Ketika itu masyarakat juga mau masuk ke dalam rumah dinas hendak mencari Penjabat Bupati Sya­frizal ucok dengan teriakan, hilang nyawa ganti nyawa dan bupati itu juga harus dibunuh, dan Kapolres Dharmasraya harus dipindahkan.

Pada kesempatan itu juga, ribuan warga juga hendak me­rusak satu unit mobil dalmas Polres Dharmasraya, namun dihalangi oleh anggota polisi polres dengan mengeluarkan senjata menghalau ribuan warga. Saat itu pihak kepolisian nyaris bentrok dengan ribuan warga. Pihak polisi mengatakan siapa anarkis ditangkap dan diaman­kan, dengan cara membentak bentak warga yang ada di dekat aparat tersebut.

Ribuan warga ketika itu, mengganti posisi demontrasi di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) depan rumah dinas bupati terse­but, dengan membakar ban mo­bil, dan menyetop kendaraan yang lewat, sehingga mengakibatkan antrian panjang kendaraan yang lewat. Antrian kendaraan men­capai dua kilo meter.

Pasukan anti huru-hara Pol­res Dharmasraya turun ke Jalin­sum dan menghalau ribuan warga tersebut, dengan mengeluarkan tembakan dan mengejar warga sehingga warga pontang-panting berlarian menyelamatkan diri dari serangan anggota polisi, namun ketika pihak aparat anti huru hara kembali di posisinya warga kembali berdatangan de­ngan bermacam-macam teriakan.

Kewalahan, pihak polres se­gera minta bantuan 3 pleton brimob dari Padang Panjang dalam pengamanan.

Informasi yang dihimpun koran ini, demonstrasi besar-besaran di wilayah hukum Polres Dharmasraya itu, dipicu dari razia gabungan  Pemkab setem­pat, Polri, TNI, Pol PP, dalam memberantas tambang ilegal di Nagari Koto Ampek Nan Di­bawah, Kecamatan IX Koto.

Razia selaan membakar lu­bang-lubang penggalian tambang pencari emas gelondongan juga membakar pondok-pondok yang ada di tempat peristirahatan anggota pengambil emas, Senin (26/10) siang.

Dari keterangan masyarakat setempat bernama Wel (24), korban dari razia dilakukan aparat tersebut 2 orang bernama Toni (22) meninggal dunia di dalam lubang karena kehabisan oksigen dan Dedi (25), luka bakar di sekujur badan saat ini masih kritis di puskesmas setempat.

“Saat itu setibanya aparat razia karena takut dua orang ini bersembunyi di dalam lubang dan pihak kepolisian, TNI, dan Pol PP langsung melakukan pembakaran dengan cara menyi­ramkan bensin ke dalam lu­bang,”kata Wel kepada Haluan ini di lokasi.

Ia juga mengatakan, diketa­hui, korban bernama Dedi keluar dari dalam lubang sudah dalam keadaan terbakar, sehingga mas­yarakat langsung masuk ke dalam lubang dengan menemukan Toni sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres AKBP Lalu Mu­ham­mad Iwan Mahardan SIK. MM saat dimintai keterangan dalam kejadian ini di sela-sela warga menyerang rumah dinas bupati mengatakan bahwa saat tim melakukan razia, pihaknya tidak menemukan ada warga di tempat. Apalagi berada di dalam lubang.

“Kita hanya menemukan war­ga ada di warung, semua kosong. Kita sudah periksa tidak ada penambang didalam lubang,” jelasnya sembari mengatakan bahwa sejumlah wartawan juga menyaksikan tidak ada orang di lokasi TKP.

Kapolres menyatakan bahwa belum jelas apa penyebab me­ninggalnya pekerja yang diantar oleh warga ke rumah dinas bupati. “Kita akan melakukan visum, apa penyebab kejadian ini. Pastinya tidak kita temukan ada pekerja di lokasi. Kita juga kaget setelah razia ada kabar pekerja yang meninggal karena dibakar,” tegasnya. (tim)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 07 September 2020 - 14:39:05 WIB

    Pulang Jakarta Sempat Bertemu Bupati, Muhammad Rahmad Kontak dengan Ribuan Orang

    Pulang Jakarta Sempat Bertemu Bupati, Muhammad Rahmad Kontak dengan Ribuan Orang HARIANHALUAN.COM - Calon Bupati Limapuluh Kota, Muhammad Rahmad yang terkonfirmasi positif Covid-19, kini sedang dilakukan tracking, siapa-siapa saja yang pernah kontak langsung dengan kandidat bupati yang diusung Gerindra-PK.
  • Senin, 17 Agustus 2020 - 19:09:54 WIB

    Gebrak Masker, Pemprov Sumbar Sebar Ribuan Masker

    Gebrak Masker, Pemprov Sumbar Sebar Ribuan Masker HARIANHALUAN.COM - Usai pelaksanaan apel HUT RI ke-75, Senin (17/8/2020) pagi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Wagub Nasrul Abit menghadiri Gebrakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) di Sumbar yang dipusa.
  • Ahad, 16 Agustus 2020 - 19:22:53 WIB

    Ribuan Milenial Sumbar Deklarasi Dukungan untuk Mulyadi-Ali Mukhni

    Ribuan Milenial Sumbar Deklarasi Dukungan untuk Mulyadi-Ali Mukhni HARIANHALUAN.COM - Ribuan milenial Sumatera Barat (Sumbar) yang tergabung dalam Dunsanak Mulyadi-Ali Mukhni mendeklarasikan dukungan untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mulyadi dan Ali Mukhni. Dukungan ini membukt.
  • Senin, 29 Juni 2020 - 13:37:06 WIB

    Turis Mulai Masuk, Ribuan Pekerja Hotel di Sumbar Lakukan Tes PCR

    Turis Mulai Masuk, Ribuan Pekerja Hotel di Sumbar Lakukan Tes PCR HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali membuktikan komitmennya dalam memulihkan perekonomian masyarakat pada era Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC), khususnya pada sektor pariwisat.
  • Senin, 15 Juni 2020 - 21:26:06 WIB

    Cegah Penyebaran Corona, Ribuan Warga Pasaman Jalani Tes Swab

    Cegah Penyebaran Corona, Ribuan Warga Pasaman Jalani Tes Swab HARIANHALUAN.COM - Ribuan warga di Kabupaten Pasaman, menjalani pemeriksaan pool test swab massal secara gratis. Upaya ini untuk mencegah virus korona (Covid-19) kembali merebak di Kabupaten Pasaman..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]