449 Selamat, 1 Meninggal di Papua


Selasa, 27 Oktober 2015 - 20:09:27 WIB

Dikatakan Danrem 032/Wi­rabraja Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco dalam amanat Pangdam 1/BB Mayor Jendral TNI Lodewyk Pusung, Selasa (27/10), sekitar 11 bulan prajurit bertugas di daerah perbatasan tersebut telah memberikan kontribusi positif terciptanya kondisi di wilayah Papua, sekaligus mengimplementasikan diri sebagai prajurit pejuang yang berjiwa Sapta Marga dan sumpah prajurit.

Dilanjutkan Widagdo, dalam pelaksanaan tugas di lapangan prajurit tetap kom­pak dan solid, mem­pedo­mani protap-protap yang sudah ada, serta senantiasa menjalin hubu­ngan ke­r­ja­sama yang baik, terpadu dan harmonis de­ngan semua unsur terkait dan sesama aparat kea­ma­nan lainnya.

Selain itu, Widagdo bang­­ga terhadap prajuritnya yang telah berhasil mene­mukan puing pesawat Triga­na Air, yang jatuh di Pegu­nungan Bintang Papua pada tanggal 17 Agustus 2015 sekitar pukul 16.40 WIT.

Sebagai satuan Pamtas RI-PNG yang ber­ke­du­du­kan di Oksibil Pe­gu­nungan Bintang, keberadaan pos ini dekat dengan perkiraan lo­kasi jatuhnya pesawat Tri­gana Air yang dinyatakan los kontak pada Minggu 16/8/2015. Selanjutnya pada hari Senin paginya, sesuai dengan perintah Danyonif 133/YS Letkol Inf Arief Hidayat tim ini melakukan patroli me­nuju perkiraan TKP yang jaraknya kurang lebih sejauh 30 km (kam­pung Oskop). Dari posisi ini selanjutnya patroli dilan­jutkan dengan berjalan kaki menuju daerah Serambakon dan dilanjutkan menuju ko­or­dinat 4447.6704 dengan sudut kompas 68 derajat menuju lokasi jatuhnya pe­sawat.

Dengan di bantu be­berapa masyarakat dari Kampung Oskop, tim ber­hasil menemukan puing pesawat yang tercecer, ter­nyata dari lokasi penemuan puing ini masih berjarak lebih kurang 8 km ke tempat jatuhnya pesawat. Ke­mu­dian tim segera me­lakukan pencarian korban dan me­ngum­pulkannya untuk se­lan­­jutnya di evakuasi me­nuju Oksibil via darat sam­bil menunggu bantuan dari tim evakuasi yang menyusul kemudian.

Ditambahkan Widagdo, dalam pelaksanaan tugas tersebut memang ada satu anggota yang meninggal dunia akibat terserang pe­nyakit malaria dan telah dibawa ke kampung hala­mannya di Jalan Gatot Soe­broto, Gang Horas Binjai, Provinsi Medan.

Sementara Danyonif 133/YS Letkol Inf Arief Hidayat menyebutkan, da­lam pelaksanaan tugas di daerah perbatasan Papua yang sangat terkesan adalah pada saat menemukan puing pesawat Trigana Air. Di mana anggotanya, berhasil menemukan sehari setelah kehilangan kontak pesawat tersebut.

“Itu yang paling ter­kesan. Sebab, operasi peng­a­manan perbatasan tersebut hanya bisa dilalui dengan menggunakan jalur udara. Untuk transportasi darat tidak bisa dilalui,” ujarnya. (h/nas)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]