Pedagang LPC Didata Ulang


Rabu, 28 Oktober 2015 - 19:56:51 WIB

Ia menjelaskan, 68 pe­da­gang yang dipindahkan ke LPC tersebut dipri­oritaskan terhadap bebe­rapa kriteria, diantaranya adalah telah memiliki izin usaha. Hal tersebut meny­e­babkan dari 68 pedagang yang telah terdaftar sebe­lumnya, ada delapan peda­gang diantaranya tidak memenuhi kriteria untuk menempati LPC.

“Proses klarifikasi pe­nem­patan pedagang dise­lesaikan setelah kegiatan IORA selesai,” jelasnya.

Lanjut Medi, dari 68 pedagang yang akan me­nempati LPC, sudah ada 60 pedagang yang telah me­ngambil tempat sesuai de­ngan nomor lot penem­patannya.

“Jumlah pedagang yang terdata berjualan di kawasan pantai purus cim­pago sebanyak 101 pe­dagang, tetapi baru 68 pe­da­gang yang baru dapat dipindahkan ke LPC pada tahap pertama ini,” lan­jutnya.

Sementara untuk peda­gang yang belum me­nda­patkan tempat pada awal tahap ini, ia mengatakan akan dibangun penam­bahan unit LPC, akan teta­pi anggaran pembangu­nannya baru dapat diang­garkan pada tahun 2016.

“ Saya meminta kepada para pedagang untuk dapat bersabar, karena semua pedagang yang telah terdaf­tar akan mendapatkan tem­pat di LPC,” pintanya.

Sementara itu, dari sisi seberang jalan Lapau Pan­jang Cimpago (LPC) Pa­dang, masih ada pedagang yang setiap sore juga men­jajakan dagangannya di kawasan pantai yang juga sering disebut ‘taplau’ ini oleh hampir sebagian ma­syarakat Kota Padang.

Tempat tersebut tidak pernah sepi setiap sorenya, karena selain ke LPC, war­ga kota juga bisa mencari alternatif untuk menikmati makanan ringan sembari melewati sore.

Di sana, pengunjung akan disuguhi makanan ringan seperti langkitang, pensi, kerupuk mie, dan beberapa jajanan ringan lainnya.

Namun, lemahnya pe­nga­wasan dari Dinas Ke­budayaan dan Pariwisata Kota Padang terhadap pe­dagang jalanan ini mem­buat para pelanggan sering dikecewakan oleh harga yang sering dipatok secara sembarangan.

Seperti yang dikatakan oleh Putri (22), kepa­da Haluan. Perempuan be­ram­but ikal ini men­ce­ritakan bahwa ia mera­sakan harga yang dipasang oleh pedagang terhadap pelanggan terkesan asal-asalan.

“Saya hanya makan be­berapa kerupuk dan dua porsi langkitang dan air mineral bersama satu orang rekan saya, akan tetapi ketika pembayaran saya bisa kena tarif men­capai Rp 40 ribu,” ung­kapnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Kota Padang, agar jangan hanya fokus pada pemindahan peda­gang LPC, namun juga le­bih melakukan penga­wa­san kepada pedagang ja­lanan yang berada di sisi seberang dari LPC ini.(h/mg-adl)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]