Anak Rentan Jadi Korban Asap


Rabu, 28 Oktober 2015 - 19:58:35 WIB

Ketua IDAI Cabang Sum­­bar, Didik Hariyanto, da­lam konferensi pers reko­men­dasi IDAI tentang ben­cana kabut asap pada ke­se­hatan anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang mengatakan, rekomendasi yang disam­paikan merupakan bentuk kepedulian IDAI terhadap kabut asap yang melanda beberapa provinsi, sekaligus Sumbar yang menjadi dae­rah konsen IDAI Cabang Sumbar. Rabu (28/10).

Finny Fitri Yani, Staf Respirologi Anak IDAI Cabang Sumbar me­ma­pa­r­kan lima rekomendasi umum ha­sil rembukan IDAI Pusat. Pertama, mengurangi pajanan asap, dengan cara mengurangi aktivitas di luar rumah, bernafas dengan kain basah saat berada di luar rumah dan menutup kaca saat berada di dalam mobil . Kedua, me­ngan­jur­kan pemakaian masker jenis N95. Ketiga, menyediakan obat-obatan sesuai anjuran dokter. Keempat, meng­gunakan suplementasi ok­sigen dalam pengawasan dokter. Dan kelima, me­lakukan evakuasi dan trans­portasi anak ke lokasi aman.

“Terdapat beberapa hal yang membedakan anak dengan orang dewasa dalam hal kabut asap ini. Anak, berada dalam masa tumbuh kembang, sehingga upaya perlindungannya memang harus lebih ketat. Selain itu, anak memiliki saluran per­nafasan yang lebih kecil, apa­bila saluran yang kecil itu dimasuki partikel asap, ia akan menyempit sehingga menye­babkan infeksi dan memud­ahkan virus dan bak­­teri lain untuk masuk,” jelas Finny.

Dikatakannya, untuk jangka pendek, masyarakat telah mengenal penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai an­ca­man terbesar asap. Namun, di samping itu asap juga dapat menyebabkan asma akut. Sedangkan untuk jang­ka panjang, meskipun be­lum ada penelitian yang menjelaskannya, tetap saja secara teoritis pajanan asap bisa menyebabkan penyakit ganas seperti kanker, setelah 20-25 tahun ke depan.

Sementara itu, Profesor Darfioes Basir, pakar res­pirologi anak lainnya, ber­harap agar anggota keluarga  meminimalisir kontak an­tara anak dengan kabut asap. Karena sejauh ini, me­nu­rutnya langkah pe­me­rin­tah meliburkan sekolah, tidak dibarengi kesadaran orang­tua yang masih mem­biarkan anak-anak ber­ke­liaran di luar rumah.  “Pintu-pintu dan jen­dela-jendela yang tidak per­lu, seharusnya itu ditutup. Jangan biarkan anak ber­keliaran. Apalagi saat ber­olahraga, karena kebutuhan bernafas lebih banyak saat olahraga, sehingga kabut asap juga akan lebih banyak dihirup saat itu,” ucapnya.

Yusri Dianne Jurnalis, Satgas Bencana IDAI Ca­bang Sumbar m­e­na­m­bah­kan, un­tuk penanganan ben­cana, IDAI mencakup wi­layah kerja Sumbar, bahkan hingga ke luar provinsi saat dibutuhkan. “Saat memang ada kebutuhan penang­­gu­langan, tinggal hubungi ka­mi di nomor 0751-37913,” terangnya.

Selain itu, konferensi pers juga berisi pemaparan dari dr Rusdi selaku Ketua KSM/Bagian Ilmu Kese­hatan Anak RSUP M Dja­mil, dr Syamsir Daili selaku pakar, dan Gustavianof selaku Pejabat Pemberi Infor­masi dan Do­ku­mentasi (PPID). (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]