Korban dan Terdakwa Sudah Cerai Sejak 2012


Rabu, 28 Oktober 2015 - 20:11:59 WIB

Sidang perdana yang diketuai oleh hakim Badrun Zaini dan beranggotakan hakim Sri Hartati dan ha­kim Yoseana Roslinda ter­sebut, dihadiri oleh ra­tusan pengunjung yang di­do­mina­si oleh keluarga korban. Proses sidang sen­diri ber­lansung lancar. Ti­dak ada kericuhan yang terjadi di dalam ruang si­dang. Semua pengunjung nampak tertib meski di beberapa sudut terlihat be­berapa orang wa­nit­a paruh baya berurai air ma­ta me­nunggu sidang di­mulai.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Elvi Susanti Cs ter­ungkap, insiden yang me­nyebabkan tewasnya kor­ban Dewi tersebut terjadi pada hari Sabtu 4 April 2015 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Koto Ma­rapak No. 7, Kel. Olo, Padang Barat. Dalam kro­nologis kejadian yang di­muat pada surat dak­waan Jaksa ini disebutkan kalau sebelumnya hu­bu­ngan ter­dakwa dan korban terikat sebagi pasangan sua­mi is­teri. Pada tahun 2012 terja­di perselisihan antara ke­duanya dan berakhir de­ngan perceraian. “Meski sudah bercerai namun ter­dakwa terus berupaya un­tuk rujuk dengan korban. Na­mun berulang kali kor­ban menolak ajakan rujuk ter­dakwa,” sebut JPU saat membacakan dakwaan.

Terdakwa, yang me­ng­gunakan celana dasar ber­warna cokelat dan baju koko warna putih hanya bisa ter­tunduk sembari sesekali menutupi wajahnya.

Sebelum pembunuhan ini terjadi, lanjut JPU, tepat­nya pada hari Jumat, tanggal 3 April 2015 se­kitar pukul 10.30 WIB, terdakwa masih sempat membuat video re­kaman dirinya bersama anak-anak­­nya dengan meng­gu­nakan kamera hp merek Samsung. Hari Jumat itu juga, terdakwa juga sempat mengajak korban untuk ber­temu di kontrakannya di Jalan Singgalang, Gu­nung Pangilun Padang. “Di kon­trakan ini, terdakwa dan korban sempat melak­sa­nakan salat isya ber­jamaah. Usai salat, korban minta pulang, dan berjanji akan bertemu lagi dengan ter­dakwa esok harinya,” lanjut JPU.

Keesokan harinya, te­patnya pada hari kejadian, Sabtu 4 April 2015 sekitar pukul 16.10 WIB, ter­dak­wapun menelpon korban dan menyuruhnya datang kembali ke kon­trakan ter­dakwa di Gunung Pangilun. Namun setelah lama tak datang, kemudian terdakwa menyuruh korban langsung menyusulnya ke Jalan Koto Marapak No. 7, Kel. Olo, Padang Barat. Rumah ini adalah rumah milik orang tua terdakwa. Setelah kor­ban datang, ter­dakwa ke­mudian me­nga­jaknya ber­bicara di depan kamar ter­dakwa. Disini, korban dan terdakwa sem­pat bercerita mengenai ke­na­ngan masa lalu mereka saat masih teri­kat tali pernikahan. “Ter­dakwa kembali me­ngajak korban untuk rujuk, namun korban lagi-lagi menolak ajakan rujuk terdakwa ini. Korban kemudian pamit pulang kerumah orang­tua­nya di Siteba. Terdakwa mencoba menahan korban dan mengungkapkan kem­bali keinginannya untuk rujuk dengan korban. Lagi-lagi, ajakan terdakwa ini ditolak oleh korban. Ke­mudian terdakwa kembali mengajak korban untuk sa­lat isya berjamaah. Namun ajakan terdakwa ini ditolak oleh korban. Kemudian terdakwa berdiri di ha­dapan korban dan me­me­gang bahu korban agar korban bisa mengurungkan niatnya un­tuk pulang dan melan­jutkan perbincangan dengan ter­dakwa,” lanjut JPU.

Saat terdakwa me­me­gang bahu korban ini, kor­ban kemudian men­do­rong terdakwa hingga ter­jatuh ke lantai. Menerima perla­kukan tersebut, lalu ter­dakwa naik pitam dan me­ngambil sebilah sangkur yang berada di laci dekat lemari tempat tidar ka­marnya dirumah orang­tua­nya tersebut dan mendekati korban. Sangkur itu ke­mu­dian ditancapkan terdakwa ke dada bagian kanan kor­ban. “Setelah ditikam, kor­ban sempat berteriak dan akhirnya jatuh kelantai de­ngan darah yang terus me­ngalir tiada henti dari da­danya,” ucapnya lagi.

Dalam keadaan panik, kemudian terdakwa me­ngangkat tubuh korban de­ngan cara merangkul dan menguncang-guncang sem­bari berteriak memanggil nama korban. “Tapi tidak ada jawaban karena korban sudah tidak bernyawa lagi,” tukuk JPU.

Dalam keadaan panik, Selanjuntnya terdakwa me­mindahkan tubuh korban dan menyandakannya ke tangga rumahnya. Setelah itu terdakwa menyeret tu­buh korban ke arah mobil Suzuki Katana BA 1320 AT dan mendudukan korban di bangku depan sebelah sopir.

“Terdakwa kembali lagi ke dalam rumah melalui pintu garase mobil untuk membersihkan darah yang berceceran dilantai dekat kamar terdalwa dan lantai tangga dengan meng­gu­na­kan kain handuk dan baju yang dipakia terdakwa,” ulas JPU.

Kain handuk dan baju terdakwa yang berlumuran darah kemudian dimasukan oleh terdakwa ke dalam ember hitam dan mele­tak­kan nya kedalam mobil ter­dakwa.

“Terdakwa kemudian menyala mobil dan menge­mudikannya keluar kot pa­dang melewti situnjau laut menuju Kab. Sorolangan, Prov Jambi. Beberapa hari kemudian tepatnya hari Senin, 6 April 2015 sekitar pukul 10.45 WIB terdakwa sampai di SPBU Singkut. Terdakwa memarkirkan mo­­­bil dan beristirahat di mu­sala SPBU itu. Selagi istirahat, saksi Riani dan Muzahar petugas SPBU me­­­nemukan mayat korban dalam posisi duduk ber­simbah darah yang sudah mengering di dalam mobil dan kemudian mela­por­kannya ke Polsek Pelawan Singkut, Kab. So­rolangun, Prov. Jambi,” kata JPU.

Akibat perbuatannya, terdakwa diancam dengan hukuman pidana seba­gai­mana yang diatur dalam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana untuk dakwaan primair dan ancamam hukumannya mi­ni­mal 15 tahun penjara. Selanjutnya, terdakwa juga dikenakan pasal 338 KU­HP untuk dakwaan sub­si­dair, serta pasal 351 ayat (3) KUHP untuk dakwaan lebih subsidair.

Usai persidangan, tim penasehat hukum terdakwa Wilson Saputra Cs meminta waktu hingga satu minggu untuk menyampaikan ek­sepsi atau tanggapan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang di­tun­da satu minggu hingga Rabu (4/11) dengan agenda eksepsi terdakwa.

Pantauan Haluan, usai persidangan, keluarga kor­ban kembali mencoba me­luapkan amarahnya ke­pada terdakwa dengan me­nge­jarnya hingga ke arah mobil Baracuda yang sudah siap membawanya kembali ke lapas Muaro, Padang. Na­mun kali ini polisi berhasil menggagalkan aksi yang hendak dilakukan keluarga korban.  (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]