SBY: Ini Bencana Asap Terburuk


Rabu, 28 Oktober 2015 - 20:23:44 WIB

Salat minta hujan ini diimami Ketua Tarbiyah Islamiyah Sumbar, Boy Les­tari Dt Palindih dan bertin­dak sebagai Khatib Bagindo M Letter. Dalam sambu­tannya, SBY menceritakan bagaimana ia dahulunya sewaktu masih jadi presiden menaklukkan asap di Riau pada 2014 yang melanda sebagian wilayah Indonesia.

Pada waktu itu, semua potensi kekuatan dike­rah­kan untuk memadamkan api di provinsi kaya minyak tersebut. Meski pemerintah saat itu merasa pemadaman adalah yang paling berat, tapi karena dikerjakan de­ngan serius akhirnya dapat ditanggulangi dengan waktu yang tidak terlalu lama.

Menurut SBY, kabut asap yang tengah berlang­sung di sejumlah provinsi di Indonesia, adalah kondisi paling buruk. “Kejadian tahun ini paling parah dan harusnya kita malu dan malu kepada dunia,” ujar SBY.

Dalam pelaksanaan salat istis­qa, SBY didampingi istri Ani Yudhoyono dan putra Edhie Baskoro Yudhoyono. Termasuk juga kader Demokrat lainnya yang turut dalam rombongan SBY ke Padang.

Ketua Pelaksana Salat Istisqa yang juga Bendahara DPD Demo­krat Sumbar Suwirpen Suib me­ngatakan, Presiden RI ke-6 ter­sebut melaksanakan salat minta hujan atas permintaan masya­rakat.

“Sebenarnya kunjungan Pak SBY ke Padang untuk meng­hadiri undangan dari pihak Uni­versitas Andalas (Unand). Mas­yarakat meminta Pak SBY untuk sholat istisqa bersama, per­minta­an itu dipenuhi Pak SBY,” kata Suwirpen Suib.

Suwirpen Suib berharap, apa yang telah dilakukan Ketua Umum  Partai Demokrat bisa diikuti seluruh kader. Demokrat sendiri telah membentuk satgas melawan asap yang telah mulai bergerak. Gerakan diarahkan ke arah barat dan timur.

Hari ini (29/10), SBY akan menjadi narasumber kuliah inter­nasional tentang lingkungan dan Iklim dalam International Con­ference on Green Development in Tropical Regions. SBY sendiri merupakan Ketua Dewan Global Green Growth Institut (GGGI).

Beberapa hal yang akan men­jadi materi SBY selama mem­berikan kuliah antara lain tentang manajemen sumber daya alam, isu perubahan iklim dan pem­bangunan berkelanjutan.

Pelaksanaan salat Istisqa itu sendiri pada Rabu (28/10) itu tak hanya dilangsungkan di Masjid Gantiang, tapi juga di beberapa tempat, salah satunya di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang. Sebagai khatib dan imam pada shalat minta hujan tersebut ada­lah, Ustad Drs H Subhan Lubis MA.

“Shalat ini diikuti sebagian besar karyawan Semen Padang yang tidak shif, beserta warga Indarung. Mudah-mudahan Allah mengabulkan do’a kita dengan menurunkan hujan serta menghindarkan kita dari mu­sibah kabut asap ini,” kata Direk­tur Produksi PT Semen Padang Agus B Nurbiantoro pada kesem­patan tersebut.

Shalat Istisqa ini diinisiatori oleh Serikat Pekerja Semen Padang dan Tim Reaksi Cepat Semen Padang. Agus menyam­paikan, Shalat Istisqa itu dilaksa­nakan juga untuk memberikan dukungan kepada petugas dan masyarakat untuk memadamkan api di wilayah hutan yang terba­kar, yang dampaknya kabut asap dirasakan masyarakat Sumatera Barat sekarang.

“Makanya hari ini PT Semen Padang melaksanakan Shalat Istisqo memohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat di Sumatera khususnya, dan seluruh wilayah Indonesia pada umum­nya,” kata Agus.

Ustad Drs.H.Subhan Lubis, MA dalam ceramahnya mengata­kan, ketika ditimpa musibah, dan bala bencana, Allah memerin­tahkan kita untuk melaksanakan Shalat. Salah satunya Shalat Istisqa.

“Anak-anak kita  terpaksa libur sekolah. Padahal mereka harus mengikuti mid semester, padahal mereka tidak tahu me­nahu dengan kerusakan yang telah terjadi,” katanya.

Lalu apa solusi terhadap se­mua itu? Jawabannya, kata Ustad, dengan berdoa untuk menolak bala. Doa dan Shalat itu adalah nilai ibadah yang tinggi di mata Allah SWT. (h/eni/rel)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]