Bendi dan Eksistensi Kusir di Ambang Kepunahan


Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:09:32 WIB

“Melihat uang lima pu­luh (Rp 50 ribu) saja susah,” katanya saat ditanyai pen­dapatan dalam sehari. Me­nurut pengalamannya, se­orang kusir minimal butuh Rp 18.000 dalam sehari, guna membeli sepotong sagu dan 2 kg dedak untuk biaya pakan kudanya.

“Tidak jarang, kami ha­nya membawa kuda pulang, alias tidak dapat pe­num­pang. Jika sudah demikain, maka dia (kuda) cuma di­kasih rumput,” jelas Farizal, sambil menunjuk kudanya.

Lelaki yang bapaknya juga seorang kusir itu pun berkisah. Di masa-masa jayanya dulu, di Kota Pa­dang ini dulunya ada lebih dari 500 unit bendi, bahkan dulu bendi juga ditilang. “Yang ditilang bendinya, sementara kudanya dibawa pulang. Namun sekarang tidak lebih dari 100 unit bendi yang masih aktif me­narik, itu pun dalam ke­adaan sekarat,” kisahnya.

Farizal melanjutkan, se­jak awal, bendi di Kota Pa­dang ini mempunyai pos­ko dan jalur tersendiri, seperti di depan Plaza An­dalas yang dulunya terminal, di pasar raya dan di balai kota.

Namun tempat-tempat itu sekarang telah dipenuhi pedagang, sedangkan di de­pan Plaza Andalas sekarang lebih dikenal sebagai tem­pat parkir mobil dari pada posko bendi. Dari posko-posko tersebut, bendi mem­punyai rute ke Puruih, kam­pung Cina atau ke Muaro Padang.

“Selain kehilang posko, para kusir bendi juga kalah bersaing dengan kendaran bermotor yang terus tum­buh pesat, sekarang hampir semua orang memiliki se­peda motor, kalau pun me­makai angkutan umum, mereka lebih senang naik angkot dari pada naik ben­di,” analisa Farizal tentang bendi yang terus tersudut.

Ia juga menambahkan, di Kota Padang ini, bendi telah bersaing dengan ban­yak jenis kendaraan ber­motor, mulai dari bemo, taksi, bus kota hingga angkot dan sepeda motor yang me­n­jamur dan sekaranglah masa-masa kritis dari ben­di. “Sekarang bendi lebih banyak untuk seremonial dalam iven-iven atau resepsi pernikahan yang semuanya tidak punya jadwal rutin,” tambahnya.

Sedangkan menurut Sy­a­f­rial (57), yang juga seorang kusir bendi, generasi se­karang mungkin saja ge­nerasi terakhir yang menjadi kusir bendi, sebab bukan anaknya saja yang enggan menjadi kusir, tapi ma­yo­ritas anak-anak kusir bendi yang sekarang juga enggan melanjutkan usaha ayahnya.

“Selain malu, sepertinya mereka juga enggan menjadi kusir bendi. Mereka lebih memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Jika mereka saja yang punya darah kusir tidak mau, mana mungkin akan ada orang baru yang jadi kusir,” tutur Syafrial yang juga mewarisi bendi dari ayahnya.

Sama dengan Farizal, ia juga merasa ini kuda te­rak­hirnya. “Andai ada kerja lain mungkin saya juga berhenti menjadi kusir dan ikut be­berapa kawan lain yang telah menemukan jalan lain,” lanjut Farizal.

Hal senada juga di­sam­pai­kan Euslan (62), ia yang dulu juga mewarisi bendi dari ayahnya, sekarang ter­ancam putus penerus, sebab tidak satu pun dari tiga anak lelakinya yang mau jadi kusir bendi, mereka malah pergi merantau.

“Tapi Alhamdulillah ada juga yang sukses dari me­reka sebagai pedagang,” ungkap Ruslan.

Farizal dan beberapa kusir lainnya berharap pada pemerintah kota memberi perhatian untuk kelanjutan transportasi bendi di Kota Padang dan mereka juga sangat menyayangkan pe­ralihan fungsi terminal ma­u­pun tidak adanya ge­lang­gang pacuan kuda di Kota Padang.

“Kalau bisa diadakan pacu kuda, sebab bendi dan pacuan kuda saling ada ke­ter­kaitan. Sayang, Tung­gul Hi­tam yang dulunya tempat pacuan kuda ditutup lan­taran terlalu dekat de­ngan bandara, sekarang ban­dara sudah pin­dah, tapi tetap saja di sana tidak dijadikan ge­lang­gang,” tutupnya. (h/mg-ysn)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:12:05 WIB

    Wah Keren!! Bendi Online Padang Akan Diaktifkan Lagi

    Wah Keren!! Bendi Online Padang Akan Diaktifkan Lagi PADANG, HARIANHALUAN,COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang berencana akan kembali mengaktifkan bendi online. Namun kali ini bendi online tidak akan mempunyai aplikasi tersendiri, melainkan bergabung de.
  • Selasa, 27 Agustus 2019 - 21:43:18 WIB

    Aplikasi Bendi Online Kota Padang Belum Afektif

    Aplikasi Bendi Online Kota Padang Belum Afektif PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gebrakan bendi online dengan menggunakan aplikasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) belum efektif. Rencananya, bendi online tersebut akan kembali dikembangkan dengan mengganti aplikasin.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]