Polisi Bantah Penganiayaan


Jumat, 30 Oktober 2015 - 19:43:52 WIB
Polisi Bantah Penganiayaan

Budi Satria melanjutkan, setelah melihat tersangka terjun, pihaknya bersama masyarakat langsung turun ke bawah. Saat didapati, tersangka mengalami patah tangan, pelipis pecah, gores dan memar di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga : Isi Galeri di Pekanbaru, Disperindag dan UKM Pariaman Siapkan 100 Kodi Mukena Tiap Bulan

“Kita menemukan ter­sang­ka sudah cidera dan setelah itu kami langsung mengevakuasi tersangka ke RSUD Solok untuk men­dapatkan pertolongan. Na­mun karena kondisinya ur­gen, kita merujuknya ke RS Bhayangkara Polda Sum­bar,” kata dia.

Budi menambahkan, ter­sangka sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumbar, namun kembali dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang guna observasi lebih lanjut dari dokter ahli saraf. “Kita sudah memberikan perto­longan terhadap tersangka. Terjadinya tragedi ini karena ulah tersangka sendiri. Jika keluarga melapor bahwa kami telah melakukan pe­nga­niayaan, itu hak mereka sebagai warga negara dan kami tidak akan meng­ha­lang-halangi,” katanya.

Baca Juga : Pemda Padang Pariaman Siapkan DAU 8% untuk Tangani Covid-19

Budi Satria mengatakan, saat penangkapan terhadap tersangka, juga disaksikan oleh banyak warga. Bahkan dari penangkapan itu, be­berapa orang warga mem­berikan apresiasi kepada polisi, baik dari anggota dewan maupun wali nagari, yang memang sudah resah dengan ulah tersangka.

“Tersangka sudah sering melakukan perbuatan me­lang­g­ar hukum, seperti pen­curian ternak, pencurian dengan kekekerasan, dan LP nya sudah banyak di Polres. Apa yang kami laku­kan sudah sesuai prosedur, bahkan warga sangat menga­presasi penangkapan ter­sangka,” kata dia.

Baca Juga : Polri Sebut 12 Teroris yang Ditangkap di Jatim Sumbangkan 5% Gaji ke Jamaah Islamiyah

Selain itu, Budi menu­turkan pihaknya masih me­lakukan pengembangan ter­hadap kasus pencurian yang dilakukan tersangka, yang diduga memiliki jaringan. “Kita akan kembangkan kasus ini. Ada 9 orang yang terlibat dalam kasus ini, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat bisa ditang­kap,” ungkapnya.

Sementara itu kakak dari tersangka HR, Yonishar (51) ketika ditemui Kantor PBHI mengatakan, pihak­nya menggandeng PBHI untuk mencari keadilan terkait dengan kondisi ter­sang­ka saat ini. “HR saat ini dirujuk ke RSUP M Jamil dan kondisinya mem­priha­tinkan,” kata dia.

Baca Juga : Bantu Korban Kebakaran di Batang Biyu, IKPM dan Biker Pasbar Antarkan Sembako

Yonishar melanjutkan, de­ngan digandengnya PB­HI, pihak keluarga ber­ha­rap bisa mengetahui kenapa HR bisa seperti sekarang ini. “Semoga PBHI bisa mengungkap fakta dan ke­benaran atas kejadian yang mengakibatkan adik saya mengalami cidera berat seperti ini,” ungkapnya.

Sebelum ditangkap pada Kamis (15/10) katanya, HR sempat mengantarkan uang untuk anaknya yang masih kuliah. Namun ketika hen­dak pulang pada Jumat (16/10), HR ditangkap oleh polisi. Istri HR yang sempat mengunjunginya ke Mapol­res Arosuka, bahkan tidak diperbolehkan untuk mem­bezuk. “Polisi mengatakan HR dalam keadaan sehat dan tidak bisa ditemui. Aneh­n­ya pada Selasa (20/10), istrinya mendapat ka­bar kalau HR dirawat di RS Bhayangkara Polda Sum­bar,” katanya. Ketua PBHI Sumbar, Wengky Purwanto menga­takan, pihaknya da­lam ka­sus ini bukanlah mem­bela tersangka, namun mencari kebenaran dari kejadian yang dialami ter­sangka. “Kami bukan mem­bela ter­sang­ka tapi kenapa kon­disinya jadi seperti seka­rang, itu yang akan kami cari kebenarannya,” pung­kas­nya. (h/mg-adl)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]