Sisa Kembalian Tarif TransPadang Berpotensi Diselewengkan


Jumat, 30 Oktober 2015 - 19:50:49 WIB
Sisa Kembalian Tarif TransPadang Berpotensi Diselewengkan

Kata dia, jika Pemko Padang berani mem­bulat­kan tarif bus Trans Padang menjadi Rp 4.000, maka potensi kecurangan dari pramugara dapat dihin­dari.

Baca Juga : Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Padang, Pasien dan Keluarga di RSUP M Djamil Berhamburan

Dari pengalamannya, saat naik bus Trans Padang, terutama pada jam sibuk, di mana penumpang sangat padat, sebagian penumpang kadang lupa meminta uang kembalian. Begitu juga de­ngan pramugaranya, lupa untuk mengembalikan ke­lebihan uang penumpang.

“Pemko harus meng­ambil sikap. Sebaiknya tarif itu dibulatkan saja ke atas menjadi Rp 4.000 atau ditu­runkan menjadi Rp 3.000. Saya pribadi lebih setuju dinaikkan saja menjadi Rp 4.000, sehingga jelas kita membayarnya. Kalau pakai Rp 500 itu kadang uang kita melayang, sama saja kita membayar dengan Rp 4 ribu,” tutur Peri.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan SK Pengangkatan bagi 112 P3K di Lingkungan Pemko Padang Formasi 2019

Mahasiswa Unand ini setiap hari naik bus TransPadang dari Lubuk Buaya menuju RRI Padang. Jika pada jam sibuk jarang kembalian ongkosnya dibe­rikan oleh pramugara.

“Saya setuju tarif diubah saja, dari pada korupsi. Kan, lumayan Rp500 dikum­pulkan, kecuali sudah niat Pemko untuk membuka peluang penyelewengan,” canda Peri.

Baca Juga : 112 Orang Terima SK Pengangkatan di Lingkungan Pemko Padang, Terbanyak Formasi Guru

Apa yang dirasakan oleh Peri juga dirasakan oleh Lina. Baginya ketika pra­mugara lupa memberikan uang Rp 500 diapun malu untuk memintanya.

“Nanti dipikirnya kita terlalu perhitungan, masa uang Rp 500 saja diminta lagi. Padahal kalau kita kumpulkan cukup banyak,” ulas Lina.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 05 Maret 2021

Keluhan terkait tarif TransPadang ini sudah lama disampaikan oleh ma­sya­rakat sejak awal bus itu beroperasi. Tetapi, Pemko yang menangani bus Trans­Padang tetap tidak ingin merubah, padahal masya­rakat ingin disiplin.

“Selagi tidak diubah, selama itu pula uang Rp 500 dari penumpang sering lupa dikembalikan oleh pra­mu­gara,” kata Lina.

Menanggapi keluhan tarif bus Trans Padang, Ke­pa­la Dishubkominfo Kota Padang Rudy Rinaldy tetap tidak ingin merubah tarif. Rudy beranggapan masya­rakat harus diedukasi untuk disiplin.

“Mana bisa diubah, itu sudah menjadi ketentuan. Sekarang saatnya kita me­latih masyarakat untuk di­sip­lin, bawalah uang pas jika naik bus TransPadang,” katanya.

Sebelumnya Pemko Pa­dang berencana melakukan sistem pembayaran bus Trans­Padang melalui bank. Menurut Rudy, rencana tersebut masih dalam pem­bahasan karena butuh waktu lama dalam menger­jakan­nya.

“Itu masih dalam proses, karena melibatkan banyak pihak, salah satunya bank,” ucap Rudy.

Sementara itu anggota DPRD Padang dari Fraksi PPP Maidestal Hari Ma­hesa mengatakan, tarif Trans­Padang memang sudah sesuai dengan keten­tuan. Tinggal pelaksanaan di lapangan harus diawasi. Sebab, petugas setiap hari melakukan pekerjaan itu tidak mungkin lupa me­ngem­balikan uang masya­rakat.

Wakil DPRD dari Frak­si Golkar Wahyu juga me­minta dinas terkait men­dengarkan apa yang dike­luhkan oleh masyarakat. Jika tarif bus TransPadang yang sudah ada tidak ter­laksana dengan baik, maka dinas terkait itu harus men­cari akal agar masyarakat bisa terlayani.

“Intinya, kan pelayanan. Jika masyarakat yang kita layani merasa tidak puas, maka kita harus bisa me­rubah pola,” tutup Wah­yu.(h/ows)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]