Pedagang LPC Keluhkan Penurunan Omset Penjualan


Jumat, 30 Oktober 2015 - 19:51:33 WIB
Pedagang LPC Keluhkan Penurunan Omset Penjualan

Ya, warung berbentuk kafe yang berukuran rata-rata 4x4 meter ini ber­ha­dapan langsung dengan bi­bir Pantai Padang.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

Bangunan yang berdiri sejak tahun 2004 ini masih tetap eksis hingga sekarang, terbukti tempat tersebut menjadi tujuan favorit anak-anak muda di Kota Padang yang ingin melepas letih sejenak dan menikmati pe­mandangan sore.

Puluhan bangunan semi permanen “menghiasi” pan­tai yang berlokasi di kawa­san Purus, Kecamatan Pa­dang Barat ini. Salah satunya adalah Waroeng Pantai.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Saat ini, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang berencana akan memin­dahkan bangunan tersebut dengan alasan untuk mem­percantik pantai tersebut. Dan sebagian pedagang su­dah ada yang membongkar warungnya untuk dipin­dahkan ke samping Danau Cimpago.

Waroeng Pantai yang masuk ke dalam daftar yang akan dipindahkan ke ba­ngunan permanen yang su­dah disediakan oleh Pemko Padang sebenarnya menolak untuk dipindahkan ke tem­pat tersebut dengan alasan bangunannya terlalu kecil untuk berjualan makanan.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

“Menurut kami, ba­ngu­nan tersebut tidak layak untuk dijadikan tempat ber­jualan, karena ukurannya yang bukan untuk tempat berjualan makanan dan ka­mi juga memikirkan dam­pak kepada pengunjung nan­tinya,” ujar Pipit (36), pemilik kafe tersebut ke­pada Haluan, Jumat (30/10).

Selain melihat bangu­nan yang terlalu kecil, ia juga menilai, sejak adanya rencanan pemindahan pe­­da­gang LPC, ia me­rasakan adanya penurunan omset.

Baca Juga : Ditinggal Pasangannya Mahyeldi, Hendri Septa: Selamat Bertugas Pak Gubernur!

“Sebelum ada rencana pemindahan ini, saya bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp 2 juta per hari. Namun sekarang, rencana pemindahan yang belum juga terealisasi ini, untuk mendapatkan Rp 500 ribu saja, sekarang susah,” tu­turnya.

Ia juga mengeluhkan banyaknya pengunjung pan­tai yang lebih memilih ke warung pinggir jalan di depan LPC tersebut.

“Kami berharap peme­rintah memikirkan lagi jika memindahkan pedagang LPC ini. Seharusnya pe­merintah menyediakan ba­ngunan tersebut untuk usa­ha yang lain, dan menurut saya itu bisa menambah pemasukan bagi daerah ini,” ujar wanita beranak satu ini.

Di Waroeng Pantai ini, ia menjelaskan bahwa kafe­nya ini menyediakan ber­bagai macam makanan yang murah dan enak serta terjangkau.

“Di sini kami sengaja me­masang tarif makanan dan minuman buat pe­ngun­jung agar mereka tahu be­rapa harga yang kami pa­tok,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di tempatnya selalu menjaga kebersihan maka­nan dan tempat berjua­lan­nya. Kafe tersebut buka dari jam 09.00 WIB hingga pu­kul 23.00 WIB.

“Selain itu, di tempat kami jika sudah malam kami sengaja menyediakan lilin agar para pengunjung tidak risih. Rata-rata yang datang ke sini adalah anak muda-mudi yang berpa­caran. Saya tidak melarang mereka ke sini untuk ber­pacaran selama menjaga batasan dan aturan,” ung­kap wanita yang beralamat di Purus II, Kecamatan Pa­dang Barat ini. (h/mg-adl)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]