Oknum Guru SD Ditangkap Polisi


Selasa, 03 November 2015 - 20:44:20 WIB
Oknum Guru SD Ditangkap Polisi

”Kita melakukan pena­ha­nan setelah ada bukti yang kuat, karena ini terkait nama baik yang bersangkutan dan juga nama baik korps guru, yang men­jadi pekerjaan Ar, terutama akan mempengaruhi cara pandang publik terha­dap dunia pendidikan di daerah ini pada umumnya,” jelas AKP Syaeful.

Baca Juga : Sebanyak 27.419 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Alumni Program Pascasarjana Magister Hukum Unand itu menyebutkan, ia turun langsung memimpin penangkapan terhadap Ar.

Dalam laporan LSM, oknum guru SD diduga memiliki kelainan seks (pedofilia, red) ini yang memiliki korban lebih dari satu. Selain PT, siswa dari sekolah yang sama dengan PT, berinisial DN juga diduga menjadi korbannya. Namun sangat prihatin, sampai saat ini keluarga DN tidak mau melaporkan kasus itu, karena keluarga menganggap aib.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah, Total 29.098 Kasus

Kasat AKP Syaeful Zubir menambahkan, Ar dalam me­ngincar para korbannya dengan modus berpura-pura baik dengan cara memberikan sesuatu berupa barang atau uang. Ketika korban tidak sanggup mengembalikan pemberiannya itu, maka korban diminta melayani “nafsu bejatnya”.

Kepada sejumlah wartawan, ibu dari PT menyebutkan, dari pengakuan anaknya PT, sudah hampir 30 kali tersangka mela­kukan perbuatan keji dari turu­nan bangsa Sodom dimasa Nabi Luth itu. Perbuatan itu telah bermula sejak 2013 lalu.

Baca Juga : Hijab Bukan Halangan bagi Perempuan untuk Belajar Diving

Ibu korban meminta Ar dihu­kum seberat-beratnya. “Saya minta identitas anak saya disem­bunyikan karena ini terkait masa depannya, apalagi dia cukup berprestasi, dan juga pernah jadi anggota Paskibraka kabupaten. Saya melihat masa depan anak saya masih panjang,” pintanya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabu­paten Pasaman Khairil Anwar tidak mengangkat telepon. Pihak dinas pendidikan yang telah diberi informasi oleh salah satu LSM di daerah itu, jauh-jauh hari sebelum penangkapan itu, hanya menanggapi dingin laporan ter­sebut. Hal itu disampaikan pimpinan LSM tersebut, Oyon Hendri, LSM Tipikor Kabupaten Pasaman. Tanggapan dingin itu, terkait tengah terjadinya polemik antara Oyon Hendri dengan korps Dinas Pendidikan, soal kasus anaknya di salah satu sekolah.

Baca Juga : Merespon Harapan Masyarakat Cimpago Selatan, Leonardy Harmainy Upayakan Pembangunan dari APBD

Haluan berkesempatan kon­firmasi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Emdison. Ia mengaku belum mendapatkan informasi resmi. Namun, Em­dison percaya, tentu saja kepo­lisian tidak main tangkap saja tanpa ada data dan fakta yang valid. “Saya prihatin dan sangat menyayangkan perbuatan itu dilakukan oleh oknum guru. Kalau memang kasusnya dita­ngani oleh polisi, kita dukung penyelesaiannya menurut hu­kum yang berlaku,” katanya.

Emdison belum mau berke­sim­pulan untuk menindak pela­ku menurut UU ASN dan PP 53. Akan tetapi, jika terdapat kepas­tian hukum yang menyatakan oknum guru itu bersalah, maka pihak Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti sesuai PP 53. (h/col)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]