Angka Partisipasi Khusus Indonesia Masih Rendah


Selasa, 03 November 2015 - 20:47:12 WIB
Angka Partisipasi Khusus Indonesia Masih Rendah

“Sebagian masyarakat masih malu mengi­rim ABK ke sekolah. Mereka masih me­nganggap ABK ini aib. Padahal anak-anak ini memiliki bakat yang berbeda dengan anak reguler. Jika dioptimalkan mereka bisa menjadi anak berprestasi,” terang Hamid usai membuka kegiatan Gebyar Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK) dan Lomba Keterampilan Tingkat Nasional serta Grandfinal Lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar Ting­kat Nasional di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Selasa (3/11).

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

Untuk mengatasi persoalan ini, pihak kementerian menye­diakan program afirmasi yang dibiayai oleh pemerintah. Tidak hanya ABK yang berasal dari kurang mampu saja, baik kala­ngan menengah maupun atas juga dibantu pemerintah. Pemerintah juga mengucurkan bantuan ope­rasional sekolah (BOS) dan bantuan siswa miskin (BSM) yang lebih besar dari sekolah regular kepada lembaga PK-LK seperti sekolah luar biasa.

Hamid juga mengharapkan, masyarakat umum tidak lagi meli­hat kemampuan anak berku­butu­han khusus ini berdasarkan kemam­puan akademis. Namun, pada kemampuannya meng­aktua­lisasi­kan bakat-bakat yang di­milikinya.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

“Semua anak kami dorong untuk terus berkembang tidak ada perbedaan, tidak ada lagi sebutan tuna,” terang Hamid.

Kegiatan Gebyar PK-LK ini, tambah Hamid, adalah salah satu cara memperkenalkan bahwa ABK harus mendapatkan laya­nan pendidikan dan bisa diteri­ma di dunia kerja.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar Syam­sulrizal mewakil Penjabat Gu­ber­nur Sumbar Reydonnyzar Moenek, menyatakan, kini dari 19 kabupaten dan kota di Sum­bar, sudah delapan daerah yang mencanangkan pendidikan in­klu­si. Di Sumbar sendiri terdapat 130 SLB dengan 5.800 siswa.

“Meskipun belum ada data tentang angka partisipasi khusus, tetapi kami selalu mengupayakan pendidikan bagi ABK. Dengan kegiatan ini kita bisa me­ningkat­kan perhatian semua pihak untuk ABK,” ucap Syamsulrizal.

Baca Juga : Ditinggal Pasangannya Mahyeldi, Hendri Septa: Selamat Bertugas Pak Gubernur!

Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar PK-LK Renani Panjastuti mengatakan, kegiatan ini akan digelar selama empat hari mulai 2-6 November 2015 dengan Sum­bar sebagai tuan rumah. Kegia­tan dilaksanakan di beberapa tempat diantaranya, Lapangan Imam Bonjol, Padang, SMKN 6 Padang, Hotel Rocky dan Hotel Ibis.

Kegiatan ini selain bisa me­num­buhkan kepercayaan diri ABK, juga bisa mendorong ABK bergabung dengan dunia kerja dan industri. “Para pemenang nanti akan dikirim ke perlombaan tingkat nasional,” ucap Renani.

Kegiatan ini sendiri diikuti ratusan peserta. Untuk perlom­baan Keterampilan Tingkat Na­sio­nal dimeriahkan sekitar 510 orang yang berasal dari peserta, pembina, juri, panitia dan lain­nya. Kemudian untuk Lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar Tingkat Nasional dimeriahkan sekitar 506 orang, baik kepala sekolah, pendamping, pembina, juri, dan lainnya.

Mutu Sd Rendah

Dirjen Pendidikan Dasar Ke­menterian Pendidikan dan Ke­budayaan Hamid Muhammad juga mengatakan, pemerintah punya pekerjaan besar untuk me­ningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar. Saat ini, dari seluruh tingkatan sekolah, mutu pendi­dikan dasarlah yang paling rendah.

Hal ini disebabkan berbagai faktor. Faktor pertama adalah persoalan guru. Kompetensi guru yang kurang, penyebarannya yang tidak merata, jumlah guru yang kurang menjadi penghambat mutu di SD.

“Karena itu, sekarang ada UKG dan pelatihan-pelatihan bagi guru,” ucap Hamid.

Faktor kedua adalah kondisi bagunan SD yang tidak sesuai dengan aturan, seperti perpus­takaan yang tidak tersedia dan kekurangan buku. Saat ini terda­pat 148 ribu SD dengan 27 juta siswa. Jumlah ini menurut Ha­mid terlalu banyak, sehingga mutu dan sarana prasarana tidak terkendalikan dengan baik.

“Karena itu, ayo sama-sama, kita tingkatkan mutu di SD. SD yang tertinggal bisa meniru seko­lah model, sekolah pembina dan lainnya yang sudah dipersiapkan pemerintah,” terang Hamid.

Khusus Sumbar, Kepala Di­nas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar Syamsulrizal melihat, perkembangan mutu SD sudah cukup baik. Semua anak sudah mendapatkan layanan pendi­dikan di SD dan bisa melan­jutkan. Tidak hanya itu, prestasi UN SD selalu menggembirakan dari tahun ke tahun.

Pada kegiatan Gebyar PK-LK ini, penilaian budaya mutu SD untuk kedua kali digelar. Tahun ini ada enam kategori yang di­lom­bakan. Yaitu, budaya mutu pembelajaran, budaya mutu eks­tra­kurikuler, budaya mutu mana­jemen berbasis sekolah, budaya mutu perpustakaan sekolah dan pengelolaan klub olahraga. (h/eni)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]