1.000 KK Terisolasi di Pessel


Kamis, 12 November 2015 - 19:46:21 WIB
1.000 KK Terisolasi di Pessel

Longsor terjadi di Bukit Simulinang Batang Kapas sekitar pukul 24.00 WIB. Longsoran tanah setinggi 2- 3 meter menutup akses jalan ke Teratak  Tempatih dan IV Koto Mudia. 1000 kepa­la keluarga di Kenagarian Taratak Tampatih terjebak isolasi . Terdapat tiga titik longsoran tanah menutupi badan jalan, hingga mem­buat arus lalu lintas ken­daraan roda dua dan roda empat tidak bisa lewat.

Baca Juga : Delapan Personel Polda Sumbar Diberhentikan, Kapolda: Polisi Itu harus Humanis 

Walinagari Taratak Tam­patih Zailman Yunis me­ngatakan, kejadian itu terja­di pada pukul 24.00 WIB saat banyak warga sedang beristirahat. Material long­sor terdiri dari tanah ber­campur lumpur dan pohon menutupi badan jalan.

“Pemnag telah mela­porkan peristiwa ke Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel. Sembari menunggu bantuan alat berat dari BPBD Pessel, warga kini bergotong  ro­yong menggunakan alat seadanya untuk menying­kir­kan material longsor,” katanya.

Baca Juga : PJU Polda Sumbar Lakukan Vaksinasi Covid-19, Puluhan Ribu Personel Menyusul

Disebutkannya idak ada kor­ban jiwa dan kerusakan rumah akibat longsor tersebut. “Kami ingatkan warga untuk tetap was­pada,” katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Pessel Pri Nurdin melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Suip Tanjung, BPBD Pesisir Selatan memang telah mendapat infor­masi terkait banjir dan tanah longsor di daerah itu. “BPBD telah menerjunkan personil kela­pangan beserta alat berat. Ya, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa, ataupun kerusakan rumah dan harta benda,” te­rangnya.

Baca Juga : BPD HIPMI Gelar Musda ke-13 Pertengahan Maret, Gubernur Sumbar Bakal Diundang

Selanjutnya PjS Bupati Pessel Alwis menghimbau kepada mas­ya­rakat yang bermukim disepan­jang aliran sungai, perbukitan, pesisir pantai mewaspadai ano­mali cuaca. Untuk mengan­tisi­pasi segala kemungkinan, Pem­kab melalui BPBD juga telah menyigakan personil 1x 24 jm beserta alat berat.

“Kepada anggota KSB yang ada di kecamatan pihaknya juga meng­himbau bisa memberikan infor­masi secepatnya jika terjadi peris­tiwa di wilayahnya masing-ma­sing,” kata Alwis.  Selain meng­isolasi warga, banjir dan longsor kali ini juga merendam ratusan  rumah dan ratusan hektare lahan pertanian di Nagari Kambang Utara, Kam­bang Barat Kecamatan Lenga­yang, Alang Rambah Tapan dan Lakitan Timur.

Baca Juga : Pedagang: Omset Turun Karena Pelaksanaan Vaksin di Blok III Pasar Raya

Berdasarkan keterangan war­ga, air Batang Lengayang mulai meluap Rabu (11/11) sekitar pukul 22.00 WIB dan baru mulai menyusut Kamis (12/11) siang. Ketinggian Air mencapai satu setengah meter.

Kawasan yang paling parah direndam banjir di Lengayang adalah Lubuk Sarik, Kampung Padang Panjang II, Kampuang Tebing Tinggi, Kampung Kayu Bawang, Kampung Tanjuang Ka­lik Rangeh, Padang Pajang I dan areal persawahan di Talang.

Ijon (53) korban banjir di Pantiang Jua Kambang Barat me­nyebutkan, saat banjir tiba lampu sedang padam, lalu ketika itu air mulai masuk ke dalam rumah. Sementara ketinggian air halaman rumah sempat  men­capai satu setengah meter. “Un­tuk berjaga - jaga kami pindah ke loteng rumah. Sementara pera­latan rumah tangga yang mudah hanyut kami taruh ditempat yang lebih tinggi,” katanya men­jelasakan.

Selanjutnya, terpantau, ratu­san hektare lahan pertanian pada kampung yang berada dekat di Daerah Aliran Sungai yang sudah ditanami padi terendam banjir hingga beberapa meter. Pada beberapa tempat petani gagal melakukan cocok tanam akibat benih hanyut terbawa air.

Walinagari Kambang Barat sebelumnya meyebutkan, Batang Lengayang berbelok-belok dan bila air meluap sangat mudah menimbulkan bajir. “Kami sudah usulkan untuk melakukan nor­ma­lisasi Batang Lengayang ke peme­rintah, tujuan supaya bisa memper­cepat air ke muara,” katanya.

Selanjutnya Amping Parak Timur juga direndam banjir semenjak. Jalan utama peng­hubung Pasar Amping Parak ke Amping Parak Timur terendam banjirhingga setinggi lutut orang dewasa dan bahkan pada titik tertentu mencapai satu meter.

Jalan yang terendam banjir tersebut adalah di Koto Tarok, sekitar jembatan Simpang Gu­nuang Pauah dan Sikabu. Warga semenjak Magrib tidak dapat keluar atau masuk kesana. Se­jumlah warga yang hendak me­nuju Amping Parak Timur terta­han hingga air menyusut. Selan­jutnya kawasan Pulai Lakitan Tengah Kecamatan Lengayang juga di rendam banjir. Puluhan rumah terendam disini.

Walinagari Lubuk Nyiur Syaf­ran Tamsa menyebutkan, kawa­san yang dipimpinnya juga rawan bajir. “Maka setiap kali hujan dengan curah tinggi warga di Nagari Teratak Tempatih, Lubuk Nyiur, Tuik dan lainnya selalu diingatkan agar berhati-hati. Jalan kabupaten yang meng­hubungkan nagari nagari terse­but sangat rawan terendam ban­jir dan tidak bisa di lewati ken­daraan,” ungkapnya.

Selanjutnya jalan nasional di kawasan Alang Rambah Keca­matan Basa IV Balai Tapan saat hujan kemarin juga sempat teren­dam. Akibatnya, hubungan Pa­dang - Bengkulu terganggu. Ken­daraan tidak bisa melintasi kawasan itu beberapa jam.

Dari Padang, Forum Kelom­pok Siaga Bencana (FKSB) Kota Padang mengungkap informasi tambahan terhadap korban dam­pak banjir. Organisasi di bawah BPBD-PK Kota Padang ini mela­kukan assesment (pendataan) terhadap daerah dan korban terdampak banjir. 230 orang dari empat Kecamatan, yakni Pauh, Lubuk Begalung, Lubuk Kila­ngan, Kuranji, Nanggalo. Dimana Kecamatan Lubuk Begalung menempati jumlah korban ter­dampak banjir tertinggi dengan total mencapai 177 korban.

“Setelah didata, kami akan menyerahkan data yang sudah terkumpul kepada BPBD-PK Kota Padang selaku organisasi induk kami,” jelas Ketua FKSB Kota Padang, Zulkifli.

Ditambahkan Zulkifli di ka­wasan Timbalun, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, sebanyak 12 tanggul jebol, karena menahan air yang deras. “Selain itu dua parit miring roboh dengan lebar delapan hingga 20 meter, serta juga me­rusak jembatan yang baru dibuat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain itu juga meng­hanyutkan keramba ikan masyarakat sebanyak lima unit di Kayu Aro, Kelurahan Bungus Barat,” tuturnya. (h/har/mg-adl)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]