Teroris Paris


Ahad, 15 November 2015 - 19:33:42 WIB
Teroris Paris

Presiden Prancis, Francois Hollande mendekla­ra­si­kan kondisi darurat menyusul serangkaian teror yang ti­dak pernah terjadi sebelumnya. Hollande meme­rin­tahkan untuk menutup perbatasan untuk meminimalisir im­bas. Total enam insiden terorisme terjadi di sepanjang Paris. Selain serangan di stadium dan tempat konser, penembakan juga terjadi di dalam restoran di Rue Bichat dan menewaskan 11 orang. Galeri Louvre juga menjadi sasaran tembak dan bom, bersama dengan Pompidou Centre dan pusat per­belanjaan Les Halles.

Baca Juga : Elektabilitas Capres Oposisi, Gatot & Rocky Gerung Tertinggi

Para saksi di teater Bataclan mengatakan teroris menggunakan senapan AK47 dan meneriakan ‘Allahu Akbar’ sebelum menembak kerumunan secara mem­babi buta. Saksi, Julen Pearce mengatakan penembakan terjadi sekitar 15 menit. Kepolisian Paris telah menangkap satu orang yang merupakan anggota ISIS dan tiga anggota ekstremis lainnya.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian se­rangan pengeboman dan penembakan tersebut. Me­nu­rut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) teroris ada­lah orang yang menggunakan kekerasan untuk me­nimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik. Du­lu, teroris juga diartikan sebagai  gerombolan yang  su­ka mengganas  membakar rumah penduduk dan me­rampas hasil panen.

Baca Juga : THR Pekerja Wajib Dibayar H-7 Lebaran

Meskipun kejadian teror bom hari Jumat (14/11) ma­lam terjadi di Paris, namun situasi di dalam negeri, mes­ti harus diwaspadai, termasuk penjagaan keamanan di Kedubes Prancis di Jakarta. Polri mesti mengerahkan ke­kuatan secara maksimal, sehingga bisa menutup rapat ber­bagai kemungkinan yang dilakukan ISIS di Indone­sia. Kita sangat paham Indonesia adalah negara dengan pen­duduk beragama Islam  jumlah terbesar di dunia. Ja­ngan sampai terjadi pula serangan terror yang sama di Indonesia, karena berikutnya yang terbebani secara mo­ral adalah Umat Islam di Tanah Air.

Sikap yang ditunjukkan Presiden Jokowi dan Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Mu­hammadiyah, Haedar Nashir secara tegas mengutuk ke­ras peristiwa terorisme dan pemboman di Paris, Pe­rancis tentu sangatlah tepat. Haedar menegaskan Mu­ham­madiyah menilai pemboman di Paris tersebut me­ru­pakan sebagai kekejaman bukan hanya atas nama ke­manusiaan tapi peradaban manusia. Berkali-kali Mu­ham­madiyah mene­gaskan, aksi kekerasan dan teror ti­dak sesuai dengan ajaran Islam baik menurut Alquran dan Hadis, karena jauh dari pemahaman Islam yang da­mai dan rahmatan lil alamin.

Baca Juga : Tertarik Beasiswa LPDP, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Tentu saja kita selaku Umat Islam juga meminta negara-ne­gara barat untuk memahami kondisi yang ada. Tidak adil jika kesalahan dan dosa para teror ditimpa­kan kepada ke­seluruhan umat Islam, atau pun umat Islam di Prancis. Da­ri segi kemanusiaan, tindakan apapun yang menggu­na­kan kekerasan atas nama apapun akan merusak ke­hidupan manusia. Alquran bahkan menegaskan meng­hilangkan satu jiwa sama dengan menghilangkan se­luruh jiwa manusia. sebaliknya kalau kita menye­la­matkan satu jiwa sama seperti menye­lamatkan seluruh ji­wa manusia.

Siapapun pelakunya baik mengatasnamakan agama manapun, tidak akan pernah dibenarkan oleh perada­ban. Islam atau bukan, kekejaman tidak bisa mewakili agama manapun. Ia pun meminta kepada seluruh kelompok kekuatan yang menggelorakan perjuangan dengan kekerasan dan mengatasnamakan jihad, baik di Indonesia atau dunia untuk menghentikan cara-cara ini.

Baca Juga : Aa Umbara Tersangka, Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Bupati

ISIS adalah singkatan Negara Islam Irak dan Syiria (di­sebut juga ISIS atau NIIS). Kelompok ini dalam ben­tuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai ke­lompok pemberontak Sunni, termasuk organisasi-or­ganisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahi­din dan Al-Qaeda di Irak termasuk kelompok pembe­rontak Jay­sh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Taw­hid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan se­jumlah suku Irak yang mengaku Sunni. serangan ISIS di­arahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]