Menanti yang Baru di Debat Cagub Sumbar


Senin, 16 November 2015 - 19:56:12 WIB
Menanti yang Baru di Debat Cagub Sumbar

Debat disaksikan langsung oleh sekitar tiga ratusan orang di Ballroom Puti Bungsu. Agenda politik ini juga disiarkan secara langsung oleh TVRI Sumbar dan RRI serta beberapa radio swasta di Kota Padang dan kota-kabupaten lainnya di Sumbar. Tentu banyak masyarakat Sumbar yang ingin menyaksikan debat ini, baik langsung maupun melalui siaran tunda. Masyarakat ingin mengetahui bagaimana visi dan misi serta program calon pemimpin Sumbar berikutnya untuk periode 2016-2021.

Baca Juga : Cegah Warga Nekat Mudik, Polri Gelar Operasi Sebelum 6 Mei

Hanya saja karena persiapan dan persoalan peralatan yang belum maksimal, debat ini tidak dapat diikuti secara baik dan utuh oleh para hadirin dan juga pemirsa di rumah. Namun sebagai langkah awal pada debat putaran pertama, tentu saja persiapan-persiapan yang dilakukan oleh komisioner KPU Sumbar dan panitia perlu mendapat apresiasi yang tinggi.

Itu baru dalam hal teknis pelaksanaan debat yang menjadi ranah panitia. Sedangkan subtansi yang disampaikan dalam rangkaian debat, itulah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Tentu saja masyarakat Sumbar merindukan perubahan menuju daerah yang lebih maju lagi. Tapi bagaimana dengan isi visi dan misi serta program yang disampaikan  oleh para pasangan calon? Inilah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Baca Juga : Inilah Jam Kerja ASN pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah

Debat publik pasangan cagub-cawagub Sumbar putaran pertama berlangsung cukup panas. Persoalannya adalah karena masing-masing cagub saling kritik antara satu dengan lainnya. Begitu kritikan disampaikan calon satu ke calon yang lainnya, para pendukung langsung riuh. Kedua pasangan calon boleh dikatakan sama-sama terpancing, sehingga terkesan saling  serang dengan pertanyaan-pertanyaan yang meramaikan dan memanaskan suasana debat. Namun debat itu terasa sunyi dari gagasan-gagasan baru yang bisa menjawab keinginan perubahan yang dimaksudkan masyarakat.

Kondisi itu tentu juga bisa dipahami. Bisa jadi kedua paslon masih demam panggung, mengingat ini adalah debat putaran pertama. Mungkin pula, kedua paslon sibuk turun ke masyarakat sehingga kurang maksimal mempersiapkan materi debat. Atau bisa juga karena keempat calon adalah sosok-sosok yang sangat berpengalaman berbicara di depan public, sehingga menganggap agenda debat itu biasa-biasa saja, dan tidak harus ada  persiapan khusus untuk menghadapinya.

Baca Juga : Gawat! Ada 22.000 Senjata Api Dimiliki Warga Sipil di Daerah Ini

Harapan kita, dua debat publik putaran berikutnya, bisa lebih baik kualitasnya. Persoalan volume pengeras suara yang dikeluhkan oleh peserta dan undangan bisa teratasi. Demikian pula dengan tayangan infocus yang kabur juga bisa dimaksimalkan, sehingga slide visual dan ditampilkan dapat terlihat dengan jelas oleh undangan di lokasi acara dan pemirsa tv di rumah.

Mengenai subtansi isi debat, kita berharap kedua pasangan calon lebih mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Masyarakat ingin perubahan dan hal-hal baru dari pemimpin Sumbar 2016-2021. Tentu saja keinginan itu mesti terjawab oleh paslon. Jika masyarakat tidak menemukan gambaran harapannya pada debat, tentu juga akan memengaruhi semangatnya untuk memberikan hak suaranya di Pilkada serentak 9 Desember 2015 nanti. **

Baca Juga : Launching Polri TV dan Radio, Jenderal Listyo Sigit: Untuk Mengedukasi Masyarakat

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]