RK Tersangka Tunggal Pembobolan Rp12 Miliar


Rabu, 18 November 2015 - 19:23:35 WIB
RK Tersangka Tunggal Pembobolan Rp12 Miliar

“Kita telah memeriksa Kepala Unit (BRI Sei Ki­jang) beberapa waktu lalu. Selanjutnya berkoordinasi dengan Cybercrime Mabes Polri dan disimpulkan bah­wa RK adalah tersangka tunggal,” ungkap Guntur kepada Haluan Riau.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

Bukti lainnya yang me­nguat­kan bahwa RK ter­sangka tunggal, jelas Gun­tur, adalah rekap pe­ngam­bilan uang melalui ATM. “Ada ratusan kali pe­ngam­bilan uang dengan masing-masing nominal Rp2,5 juta. Setiap pengambilan ada rekaman CCTv,” terang Kabid Humas Polda Riau.

Melalui koordinasi de­ngan Cybercrime Mabes Pol­ri, maka diketahui bah­wa RK berupaya membobol sistem melalui komputer Kepala BRI Unit Sei Kijang. “Dia (RK,red) kan sebelum­nya pernah menjadi Plt Kepala Unit, dan dia tahu sistemnya. Hasil pelacakan kita dia mencoba puluhan kombinasi password sebe­lum berhasil membobol,” papar Guntur lebih lanjut.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Usaha yang dilakukan penyidik tersebut, te­rang­nya, juga berdasarkan de­ngan petunjuk Jaksa setelah berkas RK dikembalikan oleh jaksa Peneliti dengan petunjuk atau P19.

Atas perbuatan yang dilakukan RK, negara di­ketahui mengalami keru­gian sebesar Rp12,8 miliar. Angka fantastis tersebut berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pe­nga­wasan Keuangan dan Pem­bangunan (BPKP) Per­wa­kilan Provinsi Riau.

Untuk diketahui, Polda Riau telah menetapkan se­orang pegawai Bank BRI Unit Sei Kijang Kabupaten Pelalawan karena diduga melakukan pembobolan kas bank nasabah. Terhadap RK juga telah dilakukan pena­hanan di Mapolda Riau atas kejahatan yang ia lakukan.

Belakangan penyidik me­nyimpulkan bahwa dana yang dibobol oleh RK bukan me­rupakan dana tabungan na­sa­bah, melainkan dana kas BRI tempat dirinya bekerja.

RK yang pernah men­jabat Pelaksana Tugas Pim­pinan Cabang BRI tersebut secara sengaja membobol kata sandi Buku Besar atau “General Ledger” dan mem­bobol dana kas dari tahun 2013-2015.

RK sendiri melakukan aksinya sejak Juli 2013 hing­ga Februari 2015. Per­pin­dahan dana dari rekening Bank BRI Unit Sei Kijang terjadi dari sejak 5 Juni 2013 hingga 4 Februari 2015 sebe­sar Rp12.818.000.816 secara bertahap. Dana ter­sebut di­trans­fer ke rekening fiktif RK dengan nama MW pada tabu­ngan Britama seca­ra bertahap.

Tersangka RK berhasil masuk ke user ID Bank BRI Unit Sei Kijang dengan mencoba bermacam pass­word yang sering digu­nakan, dikarenakan tersangka RK pernah menduduki Jabatan Kepala Unit sementara di Unit Sei Kijang tersebut.

Hasil pemeriksaan Hard Disk yang dilakukan CCIC Mabes Polri, bahwa pemin­dahan benar dilakukan meng­gunakan komputer teller unit Sei Kijang tersebut.

Saat melakukan transfer, tersangka RK selalu meng­gunakan mesin ATM yang terletak tidak jauh dari ru­mahnya di Jalan Arengka tepatnya di ATM BRI Indo Grosir Pekanbaru.

Sepak terjang RK yang merupakan pegawai mar­keting terungkap pada Fe­bruari 2015 dimana dirinya yang telah mengajukan pe­ngun­duran diri kembali ke BRI Sei Kijang untuk kem­bali membobol dana kas dengan dalih mengambil bonus.

Namun pada 2 Februari 2015 tersebut, RK justru kembasil berhasil mem­bobol sebesar Rp4.509.­590.509 dimana dana itu yang paling besar dibobol pelaku. Dari situ kembali menguatkan kecurigaan petugas. (h/dod)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]