Massa Asykar Theking Serbu ‘Romli’ HMI


Senin, 23 November 2015 - 20:20:08 WIB

Sempat terjadi adu mu­lut antara kedua kelompok ini yang kemudian berlanjut dengan aksi saling lempar batu. Bahkan bentrok secara fisik nyaris terjadi.

Namun hal itu dapat dibendung, setelah ribuan personil polisi dan TNI yang disiagakan di Purna MTQ yang berada di se­berangnya, langsung masuk dan mendinginkan suasana. Namun beberapa di antara massa yang kesal, sempat melampiaskan emosi me­reka dengan membakar ba­rang-barang yang ada di sekitar Gelanggang Remaja.

Untuk menghindari ter­jadi­nya bentrok susulan, Polresta Pekanbaru pada tadi malam akhirnya me­min­dahkan massa penggembira Kongres HMI dari Indonesia bagian timur tersebut kawasan purna MTQ. Mereka diangkut dengan beberapa unit truk Sabhara milik pihak Ke­polisian.

Terkait hal itu, Forkom Pe­rin­tis Cabang Makassar, Ramlin, mengaku pihaknya bersedia di­pindah. Selain untuk meng­hin­dari terjadinya keributan, ia dan rekan-rekan bisa mendapat fa­silitas yang lebih memadai, khu­susnya terhadap massa HMI asal Makassar.

Ramlion menyatakan bahwa  teman-teman Makassar itu iden­tik dengan menjaga diri dan membawa senjata tajam, jadi bukan berarti ingin mencari lawan, namun melindungi diri.

8 Orang Tersangka

Sementara itu, Polda Riau dan Polresta Pekanbaru akhirnya menetapkan delapan ok­num HMI dari Makassar dan Ambon, sebagai tersangka kepe­milikan senjata tajam.  Massa ‘peng­gembira’ dalam Kong­res HMI XXIX tersebut terancam dipi­dana selama 10 tahun.

Dalam keterangannya, Ka­pol­resta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarif Hidayat, menga­takan, para tersangka diamankan dari dua lokasi, yakni di Gelang­gang Remaja Jalan Jenderal Sudirman dan Gedung Olahraga Universitas Riau di Jalan Pa­ttimura, Gobah. Tak hanya itu, petugas juga melakukan sweeping di areal Purna MTQ.

“Para tersangka yakni Ha, Js, Da dan Ak. Mereka diamankan di Gelanggang Remaja dan akan diproses Polresta Pekanbaru. Sementara tersangka Ma, Y, Ml dan Ay diamankan dari Univer­sitas Riau. Penanganannya dila­ku­kan Polda Riau,” terangnya, Senin kemarin di Mapolda Riau.

Dari tiga lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah senjata tajam seperti badik, belati dan beberapa pisau. Petugas juga menyita benda berbahaya lainnya seperti busur panah, katapel serta senjata rakitan.

“Juga ada beberapa senjata mainan, keris, cutter, beberapa cairan. Ini (cairan,red) perlu dilakukan pemeriksaan labo­ratoris. Tapi dugaan kita racun,” lanjut Aries.

Sementara itu, Direktur Re­serse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Rifai Sinam­bela menegaskan, seluruh ter­sangka akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Diterangkannya, kedelapan tersangka itu diamankan karena tertangkap tangan memiliki senjata berbahaya. Ada juga, barang-barang yang sudah di­buang oleh oknum HMI lainnya, seperti di plafon maupun di halaman.

Sementara, terkait identitas para pelaku, Rifai menyebut kalau tidak hanya berasal dari Makassar, namun ada juga satu orang yang berasal dari Ambon. .

Ketika ditanya apakah para tersangka juga ikut terlibat pe­nyerangan terhadap mahasiswa UIN Suska, Syahroni, yang me­nga­lami perdarahan usai dipa­nah, Senin dini hari kemarin, Aries mengatakan hal tersebut masih dalam penyelidikan ang­gotanya.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, me­ngatakan, terhadap para ter­sangka ini, Guntur menyebut akan dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Ta­hun 1951. “Ancaman pidananya 10 tahun,” tandas Guntur.

Persiapan Rusuh

Pengakuan mengejutkan da­tang dari salah tersangka, yang enggan yang diungkapkan iden­titasnya. Ia mengakui, sengaja membawa senjata tajam untuk menjaga diri di Pekanbaru. “Me­mang sengaja dibawa, Bang. Dari tempat asal, sebagai persiapan saja,” ujarnya.

“Namanya kongres. Banyak yang datang. Pasti selalu ada rusuh. Kami bersiap menghadapi ini,” terangnya lebih lanjut.

Ia juga tidak menampik, pu­luhan senjata tajam dan senjata rakitan lainnya, dibawa dari Makassar. Barang itu dibawa dalam tas oleh beberapa rekan­nya dan disimpan sewaktu me­naiki bus ke Pekanbaru.

“Sengaja dibawa dan diper­siapkan dari daerah asal. Ini untuk menghadapi situasi yang ada di Pekanbaru, kalau sewaktu-waktu terjadi rusuh,” tandasnya.

Panitia Tertembak Panah

Hingga Senin kemarin, ulah brutal massa Romli HMI ter­sebut masih terus berlanjut. Hal itu setelah mereka terlibat perke­lahian dengan panitia kongres lokal, Senin dini hari kemarin. Dalam perisitwa itu, salah se­orang anggota HMI Pekanbaru bernama Syahroni, yang juga mahasiswa UIN Pekanbaru, ter­kapar setelah diterjang busur panah pendek pada bagian bela­kang tubuhnya.

Sejumlah pelaku yang diduga massa Romli HMI asal Ma­kasar, juga  nekat menghajar rekan korban hingga mengalami luka-luka di bebe­rapa bagian tu­buh­nya.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi ketika pada Minggu malam, panitia lokal Kongres HMI Pekanbaru mengadakan rapat internal terkait aksi anarkis yang dilakukan Romli HMI asal Makasar, di sebelah gang Hotel Green Jalan Arifin Ahmad.

Saat asyik berbincang-bincang, tiba-tiba mereka di­datangi se­jumlah orang yang di­duga anggota Romli asal Ma­kasar. Setelah sempat bertanya, mereka lang­sung mengamuk dan menghajar para korban.

Tak berapa lama, rusuh itu diketahui anggota HMI asal Pekanbaru yang lain. Mereka pun langsung mengejar anggota Rom­li tersebut. Sempat terjadi aksi saling lempar batu di depan SPBU jalan Arifin Achmad. Ketika itulah, Syahroni terkena busur panah.

Untunglah bentrok itu bisa diatasi segera, setelah petugas mendatangi lokasi. Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Dipulangkan dengan Kapal

Sementara itu, Pemprov Riau bersama Polda dan Korem 031/WB serta panitia Kongres HMI, sepakat untuk memulangkan massa Romli tersebut ke daerah asal. Rencananya, mereka akan dipu­langkan dengan meng­gu­nakan ka­pal TNI AL di Kota Dumai. Sebe­lum diberangkatkan pulang, mere­ka ditempatkan di beberapa lokasi

Plt Gubernur Riau, Arsyad­juliandi Rachman, khawatir de­ngan apa yang telah terjadi pada Kongres yang telah me­makan korban luka. Untuk itu Pemprov mengevaluasi bagai­mana agar kongrea bisa tetap berjalan dengan baik dan me­ngurangi hal yang tidak di­ingin­kan. (hr)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:16:44 WIB
    TANGKAP DAN ADILI AHOK

    Hari Ini, Ribuan Massa Gelar Aksi Damai

    PEKANBARU, HALUAN — Ribuan massa ber­bagai elemen, mulai dari ormas Islam, mahasiswa, ulama dan lain sebagainya, bakal menggelar aksi damai di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (15/10) pagi..
  • Sabtu, 17 September 2016 - 01:34:13 WIB

    Bocah Ingusan Babak Belur Dihakimi Massa

    Bocah Ingusan Babak Belur Dihakimi Massa DURI, HALUAN — Seorang bocah berusia sekitar 16 tahun, berinisial A terpaksa pasrah dipukuli warga Jalan Harapan Baru Sebanga, Kelurahan Ta­lang Mandi, Kecamatan Man­dau, Bengkalis, Riau, Jumat (16/9), karena kedapatan be.
  • Senin, 02 Februari 2015 - 18:30:32 WIB

    Massa GEMA Datangi Kejati Riau

    DESAK PENGUNGKAPAN BUPATI BENGKALIS

    PEKANBARU, HALUAN—Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Ma­hasiwa Bengkalis (GEMA) melakukan demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Ke.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]