MK-Fauzi Panen Dukungan


Kamis, 26 November 2015 - 19:13:53 WIB
MK-Fauzi Panen Dukungan

Tokoh adat dari Pesisir Selatan itu menyatakan kebulatan tekad­nya di Basko Hotel lewat sebuah deklarasi dukungan yang diba­cakan secara terbuka oleh Aidil, Ketua Forum Walinagari Ta­rusan, yang mewakili walinagari yang hadiri di sana. Di bagian lain, deklarasi niniak mamak dan Ketua KAN dibacakan oleh Mu­hammad Rafani Datuak Batuah, Ketua KAN Pasar Baru, yang mewakili ketua dan pengurus KAN, serta niniak mamak yang hadiri.

Baca Juga : Hendri Septa Lepas 30 Pejabat Eselon III Pemko Padang Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Dalam deklarasi walinagari, niniak mamak dan Ketua KAN se-Pessel itu tertuang bahwa walinagari se-Pessel telah menga­mati jalannya pemerintahan dan pembangunan di Sumbar selama lima tahun terkahir dan sampai pada kesimpulan: Pertama, per­kembangan sosial kema­sya­ra­katan dan dekadensi moral cu­kup memprihatinkan karena tidak diterapkannya nilai-nilai adat basandi sya’ra’, sya’ra’ basandi kitabullah. Kedua, pem­bangunan tidak berjalan seba­gaimana mestinya, bahkan cen­derung jalan di tempat. Ketiga, kurangnya perhatian kepala dae­rah terhadap pembangunan di Pessel. Keempat, kesejahteraan masyarakat Sumbar masih jauh dari yang diharapkan, bahkan pertumbuhan ekonomi melam­bat dan tingkat pendapatan ma­sya­rakat menurun. Kelima, tigo tungku sajarangan, yakni niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai, termasuk masyarakat rantau tidak dilibatkan secara aktif dalam membangun daerah. Komunikasi kepala daerah de­ngan berbagai komponen masya­rakat, nyaris lemah.

Oleh karena itu, mereka me­nyerukan kepada seluruh anak kemenakan se-Pessel untuk me­milih MK-FB. Deklarasi tersebut dihadiri oleh seratusan orang yang terdiri dari walinagari, badan musyawarah nagari, niniak mamak, ketua dan pengurus KAN.

Baca Juga : PLTU Teluk Sirih Disiapkan Pemko Padang untuk Ketersediaan Energi Listrik Bagi Investor

Beberapa nama walinagari yang hadir di antaranya, Wali­nagari Koto Baru, Dedi Nof­rianto, Walinagari Pasar Baru, Epon Hadi, Walinagari Sawah Laweh, Zainul Arifin, Walinagari Kubang, Indra Suherman, dan sebagainya.

Sementara beberapa nama Ketua KAN dan niniak mamak yang hadir antara lain, Ketua KAN Gurun Panjang Bayang, Zulhadri Datuak Rajo Kuaso, Ketua KAN Kapuah, Mawardi Datuak Rajo Bandaro, dan lain-lain.

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Minggu 28 Februari 2021

Kunker Pertama ke Pessel

Pada kesempatan itu, MK menyatakan bahwa ia bangga atas dukungan tokoh ma­sya­rakat dan niniak mamak dari Pessel terse­but. Sebagai te­rimakasih atas dukungan itu, ia memilih ke Pessel sebagai dae­rah kunjungan kerja (kun­ker) pertama di Sum­bar, jika nanti menjadi gubernur, untuk men­dengarkan aspirasi rakyat ter­hadap pembangunan yang akan dilakukan di Pessel.

Baca Juga : Mahyeldi Naik Jadi Gubernur Sumbar, Siapa Pengganti Wali Kota Padang?

Janji seperti itu, kata MK, pernah ia buktikan saat menjadi calon bupati Padangpariaman dulu. Ia mengunjungi Lubuk Alung dalam kunker pertamanya sebagai bupati atas dukungan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, MK bersama tim suksesnya akan membekali tiap kecamatan di Pessel dengan 1 mobil, sebagai kendaraan ope­rasional relawan untuk menyo­sialiasi MK-FB ke masyarakat.

Silaturahmi antara walinagari dan ketua KAN se-Pessel dan MK itu dimoderatori oleh pe­ngusaha dan tokoh masyarakat Sumbar, Basrial Koto (Basko), dan dihadiri oleh Maigus Nasir, Buya Bagindo M. Letter sebagai pembicara.

Menurut Maigus, pasangan MK-FB adalah calon pemimpin yang berpengalaman dan sudah terbukti sukses memimpin. MK, selama memimpin Kabupaten Padang Pariaman selama 10 tahun, tak ada lagi daerah ter­isolir di sana hingga saat ini. Sedangkan FB selama me­mim­pin Kota Padang dua periode, terbukti mem­per­hatikan orang miskin. Kepedulian tersebut diper­lihat­kan FB dengan mem­berdayakan uang zakat untuk orang miskin. Pada awal me­mimpin Kota Pa­dang, zakat di Baznas Kota Pa­dang hanya Rp70 juta setahun. Sampai akhir masa ke­pe­mim­pinan FB, zakat di Baznas Kota Padang men­capai Rp20 miliar.

Sementara itu, Buya Bagindo M. Letter, Ulama Sumbar, me­nyampaikan, dasar pembangunan Sumbar adalah dari nagari, bukan kabupaten. Nagari adalah akar tunggang pembangunan. Ibarat tumbuhan, tanpa akar tunggang, tumbuhan tak bisa hidup.

Bawa Perubahan

Dari luar, yakni dari perantau, sejumlah tokoh paguyuban Gebu Minang Jawa Timur (Jatim) yang hadir ke Sumbar menilai pasa­ngan calon gubernur dan wakil gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) adalah yang paling mampu untuk membawa Sumbar ke arah perubahan. Karena itu pihaknya sepakat memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut satu ini.

“Sumbar masih tertinggal, misalnya dibandingkan dengan Bengkulu itu kita masih kalah. Jangan lihat MK nya atau FB  nya tapi lihat Sumbar saat ini. Bagi saudara di rantau gunakan hati nurani untuk memberikan amanah kepada MK – FB untuk membuat sumbar lebih baik,” terang Ketua Yayasan Gebu Minang Jawa Timur, Amrizal Zain Dt Rang Kayo Mulia di Tiji Kafe, Kamis (26/11).

Dilanjutkan Amrizal, kepu­langannya bersama 35 perantau yang tergabung dalam gebu Mi­nang Jawa Timur selain untuk memberikan dukungan moril juga akan membawa pesan kepa­da perantau untuk mendukung MK – FB.

“Dalam tour sampai tanggal 30 November mendatang me­ngelilingi Sumbar kita akan bawa pesan kepada masyarakat yang kita singgahi untuk dukung MK – FB,” tukasnya putra Padang Sibusuak ini.

Muslim Kasim yang datang menyambut kedatangan pe­ran­tau Jawa Timur saat itu me­nyatakan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya telah men­dukung perjuangannya untuk membawa perubahan di Sumbar.

“Selamat datang kepada dun­sanak kami dari rantau. Du­kungan moral ini akan menguat­kan langkah kami untuk me­mim­pin Sumbar lima tahun yang akan datang,” paparnya di depan perantau dan pendukung yang memadati Tiji Kafe sore itu.

Dukungan IP-NA

Sementara itu, dukungan dari berbagai komponen masyarakat dan organisasi pemuda, sosial dan kemasyarakatan, serta ber­bagai paguyuban warga perantau yang ada di Sumbar, juga terus mengalir untuk pasangan Irwan Prayitno- Nasrul Abit (IP-NA). Dukungan tersebut, tersebar merata di seluruh kabupaten/ kota se-Sumbar. Teranyar, duku­ngan juga datang dari kalangan pamong senior dan para pen­siunan PNS se-Sumbar.

“Untuk Pilgub Sumbar, kita siap all out untuk menangkan pasangan IP-NA. Kita tersebar di Padang Panjang, Sawahlunto, Dharmasraya dan Sijunjung,” kata Ketua DPD Punggawa Sum­bar, Abdul Latif dihubungi Ha­luan tadi malam.

Tokoh masyarakat Pessel, Darwis Makmur Dt. Panduko Sulaiman juga menekankan hal senada. Dengan gaya ke­pe­mim­pinan yang sudah teruji, Dwi Tunggal kepemimpinan IP-NA, diharapkan akan dapat membawa kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi Sumatera Barat. ”Kepemimpinan dan la­kek tangan mereka sudah teruji. Prestasi mereka juga telah ter­bukti,” tandas Darwis.

Irwan Prayitno sendiri yang dihubungi Haluan tadi malam, juga tidak menampik banjirnya dukungan yang terus mengalir untuk dirinya yang berpasangan dengan Nasrul Abit. Tidak hanya dari masyarakat dan organisasi di ranah, dukungan juga datang dari perantau Ranah Minang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk organisasi di peran­tauan, secara keorganisasian memang tidak ada yang men­deklarasikan. Karena pada prin­sip­nya, kita juga tidak ingin terkesan glamour dan terlalu dinina-bobokkan dengan klaim-klaim dukungan itu. Tapi sung­guhpun demikian, para pentolan dan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai organisasi yang eksis di perantauan itu, secara intens terus berkomunikasi dan telah menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan kepada kami (IP-NA),” terang Irwan Prayitno.

Terkait Pilkada yang sudah diambang pintu, Irwan Prayitno mengajak masyarakat untuk cer­das dalam memilih pemimpin. Dalam Islam kata Irwan, ada kriteria seorang pemimpin yang layak untuk diberi amanah, yai­tu Quwwatul Amin, Hafizul Alim, dan Raufun Rahim. Salah satunya terang Irwan, Quwwatul Amin maksudnya memiliki ke­kuatan dalam menjalankan ama­nah jabatan yang disandangnya.

Optimis

Menanggapi mengalirkan dukungan bagi calon, Ko­mi­sioner KPU Sumbar Nova Indra menyebut, dengan banyaknya deklarasi dukungan yang me­ngalir dari tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat jelas akan meningkatkan partisipasi pe­milih. Meskipun tidak menge­tahui akan seberapa besar dam­paknya, Nova Indra meng­apre­siasi sikap aktif yang sudah ditunjukkan masyarakat.

“Paling tidak masyarakat sudah mulai berpartisipasi dalam pilkada. Ini sisi positifnya. Me­reka sudah mulai aktif,” ucap Nova.

Nova Indra juga mengatakan, munculnya deklarasi ini akibat dari sosialisasi yang dilakukan paslon ke tengah masyarakat. Ketika masyarakat merasa visinya sama dengan paslon, maka ia siap memberikan dukungan. (h/dib/mg-isr/yan)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]