MTKAAM Sumbar Siap Ambil Tindakan Tegas


Senin, 30 November 2015 - 18:57:39 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Ketua MTKAAM Sum­bar, DR. H Irfianda Abidin Dt. Pangulu Basa me­nga­takan, sesuai dengan fal­safah Minangkabau ABS-SBK, adat Minang di­lak­sanakan menurut syari’at Islam dengan landasan dan acuan Alqur’an, serta Sun­nah Rasulullah SAW.

“Orang Minang adalah orang Islam. Orang Minang yang keluar dari Islam, bu­kan lagi orang Minang dan harus keluar dari Ranah Minang, serta di usir adat. Dan bagi non muslim ber­laku padanya ketentuan dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang,” tegas Ifrianda.

Irfianda mengingatkan, atas nama lembaga adat Sumatera Barat, pihaknya mendesak dan menyatakan sikap kepada kepala daerah dan aparat yang berwenang agar mengeluarkan larangan kegiatan, atribut, patung-patung dan pemasangan simbol agama di seluruh Ranah Minang. Baik berupa bunga dan segala pernak-pernik natal, terutama di tempat-tempat umum. Ke­cuali di rumah tinggal kaum non muslim.

“Selain itu juga harus dikeluarkan larangan ke­pada non muslim, supaya tidak memaksakan pe­ma­kaian atribut dan se­jenisnya kepada orang Islam dengan alasan apapun. Apabila didapati melanggar dari pernyataan sikap diatas dan pihak berwenang tidak se­gera mengambil sikap, maka kami atas lembaga adat Sumatera Barat dan Ormas Islam akan mengambil tin­dakan sesuai dengan syariat Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TIM Advokasi Peduli Um­mat Indonesia, Alfredi Khai­dir Khatib Malano me­nam­bahkan, pemurtadan serta gerakan kristenisasi ter­ha­dap umat Islam, bukan lagi menjadi rahasia umum dan isu semata. Mereka terang-terangan untuk meng­han­curkan ummat, target utama mereka Sumatera Barat dan Jawa Barat.

“Kita sangat me­nye­sal­kan terjadinya Parade Salib yang diadakan pada Minggu tang­gal 22 No­vember 2015 lalu di Padang. Bahkan me­re­ka beraninya me­ngangkat Tuhan Yesus sebagai raja alam. Sebagai Muslim kita tahu bahwa raja alam se­mesta hanyalah Allah SWT, ini jelas suatu penyesatan bagi orang Minang. Kita juga menye­salkan keikutsertaan dari tokoh masyarakat pada ke­giatan Parade Salib ter­sebut,” pungkas Alfredi. (h/ari)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 Desember 2015 - 03:39:56 WIB
    Sebut Sumbar Provinsi Dajjal

    MTKAAM Sumbar Minta Riza Chalid Minta Maaf

    PADANG, HALUAN — Ma­jelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTK­AAM) Sumatera Barat ang­kat bicaraatas pernyataan M. Riza Chalid yang me­nyebut Sumatera Barat se­bagai provinsi Dajjal..
  • Rabu, 19 Agustus 2015 - 19:59:08 WIB

    MTKAAM Tenggat Waktu Hingga Oktober

    PENGHENTIAN PEMBANGUNAN PADANG LANDMARK

    PADANG, HALUAN — Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) dan Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) memberi tenggat w.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM