Golkar Godok Nama Pengganti Ketua DPR


Rabu, 09 Desember 2015 - 03:34:04 WIB
Golkar Godok Nama Pengganti Ketua DPR

Priyo membeberkan nama-nama calon pengganti Setya antara lain, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Ade Komarudin (Akom), Bendahara Umum Par­tai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet), Wakil Ketua Umum Partai Gol­kar hasil Munas Ancol Agus Gumiwang, Ketua Dewan Pim­pinan Daerah (DPD) I Golkar Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Mu­nas Bali Aziz Syamsudin, dan Wakil Ketua Umum Partai Gol­kar hasil Munas Bali Fadel Muhammad.

“Ya, nama-nama di antaranya adalah Akom, Bamsoet, Agus Gumiwang, Zainudin Amali, atau Aziz. Atau tokoh senior Fadel Muhammad adalah orang-orang yang bisa saja nanti kalau terjadi apa-apa, kalau Golkar akhirnya memasrahkan dan ik­hlas, itu bisa saja nama-nama itu termasuk yang kami dorong,” ujar Priyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/12).

Baca Juga : Menkes Minta Daerah Prioritaskan Vaksinasi untuk Lansia

Sidang yang tengah bergulir di Mahkamah Kehormatan De­wan saat ini, menurut Priyo, berhubungan dengan pelang­garan nilai-nilai etika kepatutan dan moral. Ia pun mengaku khawatir persoalan ini akan memberikan dampak yang bisa menghancurkan tata dan nilai masyarakat Indonesia yang asli, karena elite-elite negara, sengaja maupun tidak sengaja, perilaku­nya keluar dari etika dan moral.

“Pengalaman saya 17 tahun di DPR, kalau ada sebuah peris­tiwa atau kasus atau apapun yang itu sudah menjadi konsumsi publik dan diperbincangkan secara luas di publik, orang sekuat apapun tak tersentuh apapun, sulit, saya ulang, sulit, untuk menutup-nutup dengan cara apapun,” katanya.

Baca Juga : Kemenparekraf Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

Kejaksaan Agung tengah me­nye­lidiki dugaan terjadi permu­fakatan jahat berujung tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan Setya Novanto. Pe­mufakatan jahat yang diselidiki sesuai dengan isi Pasal 15 Un­dang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perkara dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Setya mulai terungkap setelah Menteri Energi dan Sum­ber Daya Mineral, Sudirman Said melaporkan hal tersebut ke MKD, 16 November lalu.

Baca Juga : Buru Pria yang Mengaku Nabi ke-26, Polri Gandeng Interpol

Dalam laporannya, Setya disebut telah mencatut nama Presiden untuk mengamankan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia yang akan habis masanya pada 2021. Pen­catutan dilakukan saat Setya Novanto bertemu Presiden Di­rektur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pe­ngusaha minyak Riza Chalid pada Juni lalu.

Hingga saat ini, MKD dike­tahui masih membahas perkara tersebut secara internal. Belum ada sanksi atau putusan yang dikeluarkan MKD menanggapi laporan Sudirman. (h/cnn)

Baca Juga : Menteri KP Ingatkan Eksportir Perikanan Taati Aturan Pajak dan Jamsos

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]