Empat Aktifis LSM Deklarasikan Dewan Kota Bukittinggi


Kamis, 10 Desember 2015 - 02:56:18 WIB

Asraferi Sabri menegaskan, pembentukan Dewan Kota ini tidak ada kaitannya dengan lembaga Dewan Kota yang dulu pernah muncul di Kota Bukittinggi. Meski nama lembaga ini ada embel-embel ‘dewan’, namun Asraferi Sabri juga menegaskan, bahwa Dewan Kota bukan merupakan lembaga tandingan DPRD Bukittinggi.

Ia berharap kehadiran Dewan Kota Bukittinggi ini dapat menjadi wahana alternatif bagi masyarakat kota Bukittinggi untuk menyampaikan aspirasi, serta berbagai masalah yang berkaitan dengan publik, yang mewakili kepentingan orang banyak warga kota.

Sedangkan tujuan dan fungsi Dewan Kota Bu­kittinggi ini lanjut Asraferi Sabri adalah untuk menampung atau memfasilitasi aspirasi dan masalah yang dihadapi warga kota yang bersifat publik, bukan aspirasi atau masalah pribadi.

Selain itu, Dewan Kota juga berfungsi untuk menyampaikan aspirasi dan masalah warga kota kepada Pemerintah Daerah sekaligus mengawal proses dan realiasasi atas aspirasi dan masalah warga, serta mensinkronkan dan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban masyarakat dengan hak dan kewajiban Pemerintah Daerah.

“Dewan Kota ini adalah lembaga legislatif alternatif yang bertugas menampung aspirasi masyarakat dengan baik dan benar. Kami juga akan menghargai pelapor dan akan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat banyak, bukan atas kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Asraferi Sabri.

Ia mengatakan, kehadiran Dewan Kota Bukittinggi juga diharapkan bisa menjadi instrumen untuk men­dorong sikap kritis dan partisipasi aktif warga kota, serta untuk menciptakan keseimbangan dan berjalan baiknya antara hak dan kewajiban warga kota dengan hak dan kewajiban pemerintah kota.

Ia menceritakan, pembentukan Dewan Kota ini didasari banyaknya permasalahan di Kota Bukittinggi yang tak terselesaikan oleh pemerintah. Ia men­contohkan, masalah utama dan mendasar berkaitan dengan pelayanan dan hak publik kota, antara lain ketersediaan air bersih yang baru menjangkau 40 persen warga kota.

Selain itu, menurutnya juga ada permasalahn pelayanan transportasi kota, perparkiran yang tidak hanya merugikan kota tetapi juga membuat tidak nyaman warga kota dan wisatawan, serta permasalahan perencanaan kota yang tidak sepenuhnya mem­pertimbangankan kepentingan dan kebutuhan warga kota serta kondisi ruang kota yang ada.

Ia menilai, pemerintah yang baik, prasyaratnya antara lain memiliki responsilibity (tanggung jawab) yang tinggi terhadap masalah warga, serta memiliki good-will (kemauan baik) untuk menuntaskan masalah yang berpotensi merugikan kota dan masyarakat.

Ia juga mengatakan, kelemahan (untuk tidak menyebut ‘ketiadaan’) prasyarat tersebut di Kota Bukittinggi membuat berbagai masalah kota dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Ibarat wajah, menurutnya, Kota Bukittinggi jadi penuh koreng dan kerut-merut.

“Fakta menunjukkan, aspirasi warga kota tidak memiliki saluran yang jelas. Kekecewaan demi ke­kecewaan membuat warga secara kolektif jadi apatis. Apatisme warga kota yang akut tidak otomatis membuat pemerintah leluasa dan lempang menjalankan program perbaikan untuk kepentingan warga kota dan perbaikan kota. Tetapi justru pemerintah semakin leluasa mengabaikan hak-hak publik,” jelasnya.

Ia juga menilai, Kota Bukittinggi sekarang memenuhi syarat sebagai kota yang ‘sakit’ karena masyarakatnya apatis, tidak kritis, lemahnya partisipasi warga, pemerintahnya tidak responsif, minus good will sehingga kehidupan warga berjalan lesu seperti orang kurang darah.

Ke depan, Ia berharap pentingnya dibangun sikap kritis dan partisipasi warga kota Bukittinggi. Selain itu, Bukittinggi ke depan menurutnya harus lebih dicintai masyarakatnya, serta mampu menghilangkan sikap apatis warga terhadap kota maupun sesama warga. (h/wan/ril)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 18 Februari 2020 - 19:29:42 WIB

    Di Sela Kesibukan, Istri Bupati Pasbar Sempatkan Berbagi dengan Sesama

    Di Sela Kesibukan, Istri Bupati Pasbar Sempatkan Berbagi dengan Sesama PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM -- Sifrowati, istri Bupati Pasbar Yulianto, selain sebagai Ketua PKK Pasbar, saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Pasbar. Ternyata, di sela-sela kesibukannya masih dapat berbagi meluangkan wa.
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 15:48:26 WIB

    Warga Sungai Abu Solok Dilaporkan Hilang Empat Hari

    Warga Sungai Abu Solok Dilaporkan Hilang Empat Hari AROSUKA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang warga Lubuak Muaro, Nagari Sungai Abu, Kecamatan Giliran Gumanti, Kabupaten Solok, Syafrizal (48) dilaporkan hilang sejak (8/2/2020). Warga setempat dibantu TSR BPBD keb. Solok hingga kini.
  • Selasa, 01 Oktober 2019 - 11:37:25 WIB
    Pemkab Dharmasraya siapkan dana Rp2 miliar untuk membangun taman pembatas jalan

    Empat Kilometer Jalinsum di Dharmasraya Bakal Dibuat Dua Jalur

    Empat Kilometer Jalinsum di Dharmasraya Bakal Dibuat Dua Jalur Upaya mempercantik daerah terus dilakukan oleh Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Pasalnya, Kabupaten Dharmasraya bakal banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun Nasional. .
  • Kamis, 15 Maret 2018 - 21:10:58 WIB

    Empat OPD di Agam Ikuti Simulasi Gempa

    Empat OPD di Agam Ikuti Simulasi Gempa AGAM, HARIANHALUAN.COM- Pemerintah Kabupaten Agam melalukan simulasi bencana gempa yang diikuti oleh empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara bersamaan, Kamis (15/3)..
  • Rabu, 28 Februari 2018 - 20:36:17 WIB

    TPA Sawahlunto Bakal 'Disulap' Jadi Tempat Wisata

    TPA Sawahlunto Bakal 'Disulap' Jadi Tempat Wisata SAWAHLUNTO,  HARIANHALUAN.COM-Ada yang menarik dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dimiliki oleh Kota Sawahlunto. TPA sampah yang berlokasi di Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin itu tidak sekedar seb.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM