289 WBP Lapas Muaro Nyoblos

Ratusan Pasien M Djamil Golput


Kamis, 10 Desember 2015 - 04:01:53 WIB

Dari pantauan Haluan di lapangan, untuk sementara pasangan gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Muslim Kasim-Fauzi Bahar unggul dari pasangan nomor urut 2 Irwan Prayitno-Nasrul Abit.

Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 8 Lapas Muaro, PPS Berok Nipah, Rusdi mengatakan, pemungutan di Lapas berjalan lancar tanpa kegaduhan. Jika sebelumnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Lapas Muaro tercatat sebanyak 482, maka pada hari penyelenggaraan hanya terkum­pul 289 suara.

“Dikarenakan banyak DPT yang ternyata sudah pindah atau bebas sehingga tidak bisa ikut memilih di Lapas Muaro, jumlahnya sebanyak 126 orang. Sementara itu ada pula WBP baru yang menjadi pemilih tambahan dan belum terdaftar, untuk mereka itu surat suara yang bisa kami tambahkan hanya 11. Jadi, total 289 suara terkumpul,” jelasnya.

Saat penghitungan suara, pasangan MK-Fauzi mampu mengungguli IP-NA dengan perolehan suara 154 berbanding 129. Sedangkan 6 surat suara lain dinyatakan tidak sah.

Sementara itu di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, ratusan pasien dan anggota ke­luarga yang menjaga pasien terpaksa tidak memilih alias golput dalam Pilkada serentak kali ini. Ketiadaan TPS di lokasi tersebut, membuat ratusan orang tidak da­pat menggunakan haknya untuk memilih kepala da­erah.

Pejabat Pemberi Informasi Dokumentasi RSUP M. Djamil Padang Gustavianof di Padang menga­takan, sebagian besar dari total 800 kamar rawat inap di M Djamil terisi oleh pasien. Namun, petugas dari KPU Kota Padang baru meminta data pasien dan keluarga pasien sehari jelang hari pemilihan.

“Pada pemilihan umum sebelumnya juga seperti ini, tidak ada TPS di M Djamil. Untuk kali ini, petugas KPU baru datang pada Selasa sore (8/12) untuk meminta data pasien dan keluarga yang menunggu pasien. Kami tidak bisa mengumpulkannya karena permintaan itu sangat mendadak. Jadinya, pasien di RSUP M Djamil tidak memilih karena tidak ada TPS di sini,” ucapnya.

Rika, salah seorang keluarga pasien mengaku memang tak bisa memberikan hak suaranya dalam Pilkada serentak, karena sedang menunggui suaminya yang dirawat di rumah sakit tersebut. “Tidak mungkin saya tinggalkan suami saya di sini. Orangtua saya di rumah menjaga anak-anak, mereka tak bisa menggan­tikan saya. Sekali ini saya jadi golput,” katanya pasrah. (h/mg-isq)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]