Kampanye Terlalu Dibatasi, Partisipasi Pemilih Rendah


Kamis, 10 Desember 2015 - 04:10:51 WIB
Kampanye Terlalu Dibatasi, Partisipasi Pemilih Rendah

Pengamat Politik dari Uni­versitas Andalas (Unand) Asrinaldi menilai, rendahnya partisipasi pemilih karena motivasi masya­rakat tidak keluar hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yakni faktor eksternal dan internal.

Ia menjelaskan, faktor eksternal yang mempengaruhi misalnya mas­ya­rakat menilai pilkada ini tidak menarik, dan figur yang dihadirkan partai tidak sesuai dengan yang diinginkan masyarakat, dan ditam­bah lagi aturan dari KPU yang membatasi kampanye paslon.

“Karena selama ini masyarakat menilai kemeriahan pesta demo­krasi atau pilkada ini adalah dengan Alat Peraga Kampanye (APK), sementara saat ini kan paslon dibatasi dalam membuat APK,” ujarnya.

Untuk faktor internal yang mempengaruhi, menurutnya berasal dari kesadaran masyarakat yang masih rendah karena segmentasi masyarakat selama ini walaupun mereka memilih tidak ada penga­ruhnya atau dampak bagi kehi­dupan masyarakat secara langsung.

“Hal tersebut berkaitan juga dengan peran partai politik untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, yang saya lihat saat ini pilkada hanya milik paslon. Sementara parpol tidak banyak bergerak, yang bergerak itu hanya paslon dan parpol cenderung menjadi pendukung saja,” pungkasnya.

Menanggapi ini, Ketua Ko­misi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Amnasmen mengatakan, untuk saat ini belum bisa dipas­tikan rendah atau tingginya parti­sipasi pemilih. Namun ia tidak menampik berkemungkinan ada di beberapa TPS yang pemilihnya rendah, atau jumlah pemilih yang datang ke TPS tidak signifikan.

“Saat ini masih belum bisa diketahui karena kita kan masih menunggu hasilnya. Berapa ting­kat partisipasi pemilih tentunya nanti akan kita dapatkan setelah proses hasil rekapitulasi yang telah selesai, tapi mungkin saja terjadi kasus dibeberapa TPS pemilih yang hadir ke TPS tidak signifikan,” ujarnya.

Namun demikian, dari hasil pantauannya di lapangan keha­diran pemilih rata-rata di TPS cukup maksimal. 

Sementara itu, Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Sumbar Nova Indra mengatakan, saat ini yang perlu dilihat adalah soal mau atau tidaknya masyarakat datang ke TPS karena menurutnya me­milih adalah hak bagi semua warga dan untuk memilih tidak bisa dipaksakan.

Menurutnya, rendahnya par­ti­sipasi pemilih datang ke TPS bisa saja dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, ia melihat sejumlah perguruan tinggi besar yang ada di Padang melaksanakan ujian, selain itu ia juga menilai mungkin saja terjadi kejenuhan pada masyarakat ter­hadap pemilu atau bisa saja tidak ada calon yang disukai.

“Kemungkinan itu bisa saja terjadi, ditambah lagi setiap hari masyarakat disuguhkan dengan berita-berita korupsi para pejabat atau eksekutif maupun legislatif yang membuat mereka tidak respect lagi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga beranggapan pada saat pemilihan ini bisa saja masyarakat menggunakan waktu­nya untuk libur, istirahat, dan bahkan dari informasinya terda­pat sejumlah perusahaan swasta dan BUMN yang dalam aturan perusahaan diliburkan namun sejumlah pegawainya tetap me­milih untuk lembur.

“Bahkan ada sejumlah peru­sa­haan swasta yang memilih lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk, karena beban kerja akhir tahun kan cukup tinggi. Jadi, meskipun diliburkan oleh perusahaannya mereka tetap bekerja menye­lesaikan tugas akhir tahunnya,” ujarnya.

Tidak hanya penyelenggara, tapi pasangan calon menurutnya juga mempunyai andil dan penga­ruh yang besar untuk mengajak masyarakat datang ke TPS. Serta bagaimana paslon mengkam­panyekan visi misinya ke masya­rakat, karena KPU sudah memfasilitasi hal tersebut dengan bahan kampanye untuk disebar ke seluruh masyarakat di Sumbar.

Selain itu, ia juga menilai keseriusan Pemda membangun pendidikan politik untuk kesa­daran masyarakat misalnya kesiapan regulasi, persoalan anggaran, serta menggerakkan seluruh infrastruktur yang ada, “Karena memang selama ini pemilu dianggap satu rutinitas, jadi kalau ada 10 program pem­bangunan dan pilkada adalah nomor ke 10 yang diberikan,” tambahnya.

“Yang jelas usaha KPU hing­ga jajaran ke bawah sudah mak­simal, bahkan KPU membuat satu flyer untuk masing-masing KPU membuat 1.500.000 flyer untuk dibagikan ke seluruh KK yang ada di Sumbar,” ujarnya. (h/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: re[email protected]