Tak Tahan Terendam Banjir

Warga Ancam Hentikan Pembangunan Jembatan by Pass


Selasa, 15 Desember 2015 - 03:15:34 WIB
Warga Ancam Hentikan Pembangunan Jembatan by Pass Seorang warga Aia Pacah meninggikan pakaiannya agar tidak terendam oleh banjir yang melanda kawasan itu, Senin (14/12). (LENI MARLINA)

Lurah Air Pacah Zul­kifli, Senin (14/12), di Pa­dang, menyebut, rencana penghentian pelaksanaan proyek jembatan ini akan dilakukan, karena kelu­han warga tak kunjung di­dengarkan oleh Pemko Pa­dang dan pihak terkait lain­nya.

Dalam hal ini, yang men­jadi keluhan oleh ma­syarakat  Kelurahan Air Pacah adalah pembangunan drainase jembatan itu yang dibuat terlalu kecil, yaitu hanya selebar 4 meter. Uku­ran drainase kecil ini dini­lai telah menjadi pemicu banjir setiap kali hujan turun.

“Warga telah beberapa kali meminta agar drainase tersebut diperlebar dengan ukuran sekitar 10 me­ter. Tapi sayangnya  pihak ter­kait, mulai dari pelaksana proyek, hingga Pemko Pa­dang tak kunjung meng­gubris apa yang disam­pai­kan oleh masyara­kat. Jika dalam minggu ini masih tak ada jawaban, mau tak mau pengerjaan proyek memang akan kami hentikan,” tegas Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, kemarahan warga bukan­lah tanpa alasan. Ini karena, setiap kali banjir, ru­mah masyarakat terendam hing­ga ketinggian 1,5 meter. Mereka tak bisa beraktivitas sama sekali. Bahkan jika itu terjadi malam hari mereka jadi tak bisa tidur. Selain rumah yang memang tere­ndam, perkakas serta bar­ang elektronik juga rusak karena terkena imbasnya.  

Jumlah warga yang men­jadi korban banjir juga tidaklah sedikit. Menurut Zulkifli, ada 300 KK yang rumahnya terendam saat hujan datang.

Efek banjir begitu dira­sa­kan warga dikarenakan air yang melewati jembatan by pass Baiturrahmah da­tang dari banyak arah. Diantaranya dari Lubuk Minturun, Sungai Lareh, Bandar Lurus dan sungai-sungai kecil lain yang ada di sekitar daerah tersebut.

“Karena dari itu, jika masih tak digubris juga, mau tak mau pembangunan proyek jembatan tersebut terpaksa dihentikan oleh warga,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumbar, Yuliarman yang berasal dari Dapil Padang mengatakan, tuntutan masyarakat ini adalah suatu hal yang layak disampaikan. Alasannya, masyarakat memiliki hak untuk menikmati pem­ba­ngu­nan yang bisa me­nye­jahterakan.

“Kalau seperti ini itu sama halnya merugikan un­tuk mereka. Sudah sela­yaknya juga Pemko Padang beserta UPTD pelaksana pembangunan jembatan men­carikan jalan keluar untuk persoalan yang dike­luhkan. Sebagai wakil rak­yat saya mendukung apa yang jadi keingan ma­sya­rakat,” tegas Yuliarman.

Anggota dewan dari Frak­si PPP ini juga me­ngatakan, dari informasi yang ia dapat, selain me­layangkan surat ke Pemko Padang, UPTD pelaksana pro­yek juga telah diki­rim­kan surat agar meninjau proyek yang mereka lak­sanakan. Surat ke UPTD terkait telah disampaikan sekitar 3 minggu yang lalu.

“Sayangnya sampai ke­ma­rin UPTD bersangkutan tak menggubris surat yang dikirimkan masyarakat. Padahal,  sebelum pem­bangunan terlanjur selesai apa yang jadi keinginan masyarakat harusnya dires­pon. Jika  pembangunan telah tuntas akan sulit untuk melakukan pembongkaran kembali,” tutur Yuliarman. (h/mg-len)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]