Warga Barangin, Sawahlunto Heboh

Ibu Kandung Dimakamkan Tanpa Dikafani


Selasa, 15 Desember 2015 - 03:23:45 WIB
Ibu Kandung Dimakamkan Tanpa Dikafani

Kepala Desa Santur, Su­har­di saat konfirmasi Ha­luan Senin (14/12) menye­butkan, peristiwa itu ter­ungkap setelah Ngatimun memberitahukan pada sang istri. Ngatimun mengu­bur­kan jasad ibunya di dekat rumah. “Karena kaget, sang istri memberitahukannya pada tetangga dan kemudian dila­porkan kepada Kapala Desa Dusun Padang Malin­tang, Rufialdi (Dedi),” te­rang Suhardi.

Selanjutnya usai Magrib, di­laporkan pula pada pihak ber­wajib. Kemudian ma­kam tersebut dibongkar. Pem­bongkaran makam dila­ku­­kan Minggu sore, sekitar pu­kul 16.00 Wib. Jasad korban telah membusuk dan korban diperkirakan telah meninggal sejak empat hari lalu.

Hanya saja, mengingat kon­disi Ngatimun yang me­ng­a­lami keterbelakangan men­tal, dia tidak menge­ta­hui bahwa ibunya telah me­ning­gal dunia. Karena itu, war­ga sekitar juga tidak me­nge­­tahuinya. Tetapi war­ga me­mang sempat berta­nya-ta­nya, karena sejak bebe­rapa ha­ri lalu sosok Nga­temi ti­dak terlihat. Dike­tahui, se­jak beberapa waktu bela­ka­ngan ini diketahui Ngatemi dalam keadaan sakit.

“Ketika akhirnya sadar orangtuanya telah mening­gal, Ngatimun berinisiatif mengubur jenazah ibunya sendirian. Alasannya dia tidak mau merepotkan war­ga sekitar,” jelasnya.

Namun sebelumnya sa­lah seorang warga setempat, Rebo mengaku mencium bau busuk pada Minggu sore tersebut. Dia pun ber­upaya mencari sumber bau itu, tetapi tidak didapatinya. “Karena tidak ditemu­kan, saya pun berpikir bah­wa bau tersebut berasal dari bang­kai ayam sekitar,” kata­nya.

Kapolres Sawahlunto AKBP Djoko Ananto mela­lui Kasat Intel AKP Zam­za­mi, Senin(14/12) membe­nar­kan hal tersebut. Usai menerima laporan dari war­ga setempat dan atas per­mintaan keluarga dan juga warga, pembongkaran ma­kam langsung dilakukan mengetahui kepastian pe­nye­bab meninggalnya Nga­te­mi. Jenazah dibawa ke RSUD Sawahlunto untuk divisum atau otopsi, apakah ada indikasi lain dari me­ninggalnya korban.

“Hasil visum yang dida­pat dari tim medis RSUD, tidak didapat tanda tanda kekerasan atau penga­niaya­an. Berdasarkan hasil terse­but, jenazah kita kembalikan kepada keluarga untuk di­ma­kamkan secara layak,” katanya.

Ditambahkannya, ken­dati Ngatimun dinilai memi­liki kekurangan kecerdasan, namun pihak Polres Sawah­lunto tetap menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut dengan melakukan langkah-langkah sesuai dengan atu­ran yang berlaku. (h/mg-rki)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]