Nagari Air Hitam Mulai Lirik Bisnis Pupuk Organik


Rabu, 16 Desember 2015 - 03:32:34 WIB
Nagari Air Hitam Mulai Lirik Bisnis Pupuk Organik

Camat Silaut Samwil mengatakan, masyarakat Kecamatan Si­la­ut mayoritas bergerak dalam sektor per­ke­bunan dan pertanian. Salah satu upaya yang dila­kukan untuk menggenjot hasil produksi adalah de­ng­an mengunakan pupuk orga­nik sehingga kesuburan la­han tetap terjaga.

Kondisi ini ak­an mem­be­ri­kan dampak positif ter­hadap pertumbuhan pe­re­konomian masyarakat, ka­rena bila tanahnya subur tentu hasil produksi akan meningkat.

Baca Juga : Selasa Depan, 1.292 Tenaga Kesehatan di Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Produksi pupuk organik tersebut  dikelola oleh Le­m­baga Pupuk Granular Air Hi­tam Bangkit. Pembuatan pu­puk ini juga terbantu deng­an adanya peternakan sapi yang dimiliki masya­rakat setempat.

“Kotoran ternak pe­li­hara­an masyarakat tersebut dapat menjadi komoditi nagari, se­tidak­nya ber­man­fa­­at terhadap ekonomi tam­ba­han bagi badan usaha mi­lik nagari,” terang Samwil.

Baca Juga : Disdik Solsel Bahas Kelanjutan Sekolah Tatap Muka

Menurut Samwil, pupuk organik  tersebut saat ini  dalam proses  uji sampel  Labor BPTP Sukarami di Solok. Diharapkan  nanti  produksi pupuk organik ini  dapat membantu  me­ri­ngan­kan beban petani.

“Pasalnya kondisi saat ini harga pupuk pabrik ma­hal di pasaran, maka solusi yang tepat dalam me­ngatasi­nya, para petani bisa meng­u­na­kan pupuk organik, se­lain harga­nya murah juga dapat men­jaga tanah tidak rusak dan tetap subur,” urai Samwil.

Baca Juga : Berikut Rincian Sumber Bantuan Bencana Banjir Bandang Solsel 2019

Sementara itu, dalam upaya  peningkatan produk unggulan pada lahan gam­but  di Kecamatan Silaut selain sawit, kini masyarakat membudidayakan  berbagai jenis tanaman yang meng­hasilkan berupa mangga, salak, rambutan, ke­­leng­keng, lansek dan berbagai jenis tanaman lainnya. Hasil produksi  perkebunan ini  diharapkan  mendongkrak pertumbuhan pere­ko­no­mi­an masyarakat, setidaknya lahan yang ada bisa di­mam­faat­kan dengan tanaman produktif  yang  men­da­tang­kan hasil.

Budidaya  produk ung­gulan nagari ter­se­but me­m­butuhkan tenaga pen­dam­ping dari dinas terkait, te­ru­tama  dalam pemanfaatan tanah yang cocok untuk  dataran pasca sawit. Bila setiap nagari memiliki pro­duk unggulan  secara oto­matis pertumbuhan eko­nomi ma­sya­rakat akan se­makin meng­geliat dan pem­bangunan akan semakin ber­kem­bang. (h/mjn)

Baca Juga : Kuota Berkurang, Disperta Solsel Sarankan Petani Manfaatkan Pupuk Organik

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]