Bantuan 1.000 Karung Pasir Lenyap

Masyarakat Sutera Semakin Resah dengan Ancaman Abrasi


Rabu, 16 Desember 2015 - 03:33:45 WIB

Camat Kecamatan Su­tera Fachruddin menga­takan, akibat abrasi yang terjadi sejak sebulan be­la­kangan ini, setidaknya se­kitar 600 batang pohon kelapa milik masyarakat tumbang akibat kikisan ero­si. Kemudian daerah pe­mu­ki­man masyarakat juga se­ma­kin menyempit dikuras gelombang laut, bahkan juga mengancam jalan na­sio­nal yang semakin dekat dengan bibir pantai. Salah satu rumah yang dalam kon­disi kritis adalah milik Mai (55) di Kampung Ujung Aia, Kenagarian Amping Parak nyaris masuk ke laut.

Masyarakat berharap kepada pemerintah untuk dapat melakukan pem­ba­ngu­­nan pengamanan bibir pantai, guna menekan ke­ru­gian yang lebih besar lagi. Jika musibah ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan memberikan dampak bu­rukterhadap lingkungan masyarakat, bahkan me­ngan­cam keselamatan jiwa, terutama bagi mereka yang memiliki bangunan di se­panjang garis pantai.

Menurut Fachruddin, pada tahun 2014 lalu pe­me­rin­tah telah men­dis­tri­busi­kan 1.000 karung plastik, karung tersebut diisi pa­siruntuk menahan han­taman gelombang, namun kini sudah habis terbawa arus gelombang laut. Masya­rakat mengharapkan ke­pada pemerintah, upaya mengatasi dampak abrasi tersebut perlu dibangun dam pengamanan pantai dengan batu besar sebagai kelanjutan pembangunan yang sudah dilaksanakan di Pasir Putih Kambang, Ke­ca­matan Lengayang.

Salah seorang warga Uj­u­­ng Air Nagari Amping Parak, Masri (52) kepada Haluan menuturkan, ma­sya­rakat kini selalu dihantui rasa ketakutan, terutama bila terjadi gelombang besar. Kekhawatiran masya­rakat cukup beralasan ka­rena da­erah pemukiman masyarakat berada dekat dengan bibir pantai yang ra­wan ter­hadap ter­janng­an ombak besar yang dapat membawa korban dan kerugian.

Menurutnya, sejak be­berapa tahun belakangan ini sudah banyak rumah warga yang masuk ke laut, mes­kipun belum ada korban jiwa, namun masyarakat me­rasa tidak nyaman ke­tika terjadi gelombang be­sar, apalagi peristiwa ter­sebut terjadi pada malam hari.

“Kami terpaksa me­ning­katkan kewaspadaan karena takutterkena hantaman gelombang pasang yang me­rambat ke daerah pe­mu­ki­man yang dapat mem­ba­wa korban,” ulasnya. (h/mjn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM