Baru Selesai Dibangun

Jembatan Rusak dan Tidak Bisa Dilalui Mobil


Rabu, 16 Desember 2015 - 03:52:56 WIB
Jembatan Rusak dan Tidak Bisa Dilalui Mobil Seorang pengguna kendaraan melewati jembatan di Kenagarian Simalidu, Kecamatan Koto Salak, Selasa (15/12). Jembatan itu rusak sehingga tidak bisa dilewati mobil. Padahal, jembatan itu baru selesai dibangun pada tahun ini. (BADRI ALAINA)

Syafrizal meyebutkan, pihaknya menerima laporan atau masukan dari masya­rakat tentang jembatan yang rusak yang baru selesai diker­jakan pada tahun ini.

“Pemerintah Daerah ten­­tunya harus me­laksa­nakan pembangunan untuk masyarakat. Kami tidak mau pengerjaan pemba­ngunan apa saja untuk mas­yarakat Dharmasraya tidak sesuai dengan spek yang telah ditentukan,” ujar Sya­frizal Ucok kepada bebe­rapa awak media, di Dhar­masraya, Selasa (15/12).

Ia menuturkan, jemba­tan adalah jalur tranportasi masyarakat yang menghu­bungkan satu daerah ke daerah lain untuk pening­katan ekonomi masyarakat. Kalau transportasi itu ter­ganggu akan menganggu perekonomian masyarakat.

Oleh karena itu, berda­sarkan laporan masyarakat tersebut, pihaknya meme­rintahkan Inspektorat ber­sama Dinas PU Dhar­mas­raya untuk memeriksa kon­disi jembatan tersebut. Ka­lau dimungkinkan jem­batan tersebut langsung diperbaiki.

“Kami tidak ingin keru­sa­kan jembatan tersebut menghambat jalur trans­portasi masyarakat di sana,” sebut Syafrizal.

Secara terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PU Dhar­masraya, Roni Puska meye­butkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun ke lokasi mendampingi Ins­pektorat.

“Nantinya kalau me­mang jembatan itu ada yang rusak, kami akan suruh kontraktornya untuk mem­perbaikinya,” kata Roni.

Arpaliadi, salah seorang anggota LSM Anti Corup­tion Investigative Agency (ACIA) Dharmasraya me­nyebutkan, kerusakan jem­batan ini hanya salah satu saja dari sekian banyak ke­giatan yang mungkin dikerjakan asal jadi oleh kontraktor.

Ia berpendapat, rusak­nya jembatan tersebut tidak lama setelah dikerjakan, mengindikasikan bahwa konsultan pengawas tidak bekerja maksimal me­nga­wasi pekerjaan. Pihaknya berharap kepada Dinas PU untuk menindaklanjuti hal seperti itu dengan lebih tegas kepada semua kontraktor dalam lakukan pengerjaan proyek.

Sepengetahuannya, se­lama ini Dinas PU sudah difalistasi dengan kenda­raan untuk ke lapangan guna mengawasi kegiatan-kegia­tan yang ada di dinasnya. Ia mengingatkan kendaraan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk bekerja demi kepentingan masyarakat.

Dari pantauan Haluan di lapangan sebelumnya, tam­pak jelas bahwa jembatan yang masih baru itu terlihat cekungan di kedua bagian pangkal jembatan, yang di­akibatkan tanah timbunan turun sehingga semen cor yang ada di jembatan turun sekitar  20 cm lebih.

Saat ini, jembatan itu tidak bisa dilalui oleh mobil karena pangkal jembatan ambrol. Hanya sepeda mo­tor yang bisa melintasi jem­batan tersebut. (h/mg-bdr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]